MAAFKAN AKU, CINTA

MAAFKAN AKU, CINTA
BAB 37. KECEWA LAGI


__ADS_3

Rey tidak menyadari jika Alira mengikutinya secara diam-diam dan Alira terus membuntuti suaminya hingga sampai ke rumah Nek Mawar.


Sesampainya di rumah Nek Mawar, Rey yang melihat pintu rumah terbuka lalu mengucap salam. Dia berharap Sabrina lah yang keluar, tapi ternyata seorang nenek yang menjawab salamnya.


"Maaf Nek, kenalkan nama saya Rey. Apakah Sabrinanya ada Nek?"


Nek Mawar mengernyitkan dahi, lalu beliau berkata, "Sabrina siapa ya? di sini tidak ada yang namanya Sabrina," ucap Nek Mawar berbohong.


Sebelumnya Mario memang sudah mengingatkan, jika ada yang mencari Sabrina, nenek harus mengatakan jika tidak ada yang namanya Sabrina tinggal di sana.


Rey membuka plastik kue, lalu menunjukkan label yang tertera di sana.


"Ini benar kan alamat sini Nek?"


"Iya benar, itu usaha saya."


"Bukankah Sabrina yang menawarkan kue ini di toko oleh-oleh Nek?"


"Sales saya banyak tapi laki-laki. Memang sih ada sales baru, tapi namanya bukan Sabrina tapi Rani."

__ADS_1


"Iyakah Nek, mungkin Rani itu teman saya Sabrina. Bisakah saya minta alamatnya Nek?"


"Maaf, saya tidak tahu alamatnya, karena Rina cuma sehari bekerja dengan saya. Katanya, dia tidak berbakat untuk menjadi sales keliling."


Rey langsung lunglai, harapannya untuk bertemu Sabrina kembali pupus. Dan dengan langkah gontai, diapun meninggalkan rumah Nek Mawar.


Akhirnya Rey pun memutuskan untuk berkeliling, dia berharap ada keajaiban hingga bisa kembali bertemu Sabrina. Namun usaha Rey sia-sia dan diapun kembali ke hotel.


Saat Rey tiba, Alira belum kembali, lalu Rey menunggunya di lobi hotel.


Untuk beberapa saat Rey pun bersandar di sofa, menutup mata sembari berpikir, apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


Rey memutuskan, besok akan kembali ke Jakarta. Dia akan berterus-terang kepada Mama Papa serta Bi Murni, tentang apa yang telah dia perbuat malam itu terhadap Sabrina.


"Kak, ayo pindah ke kamar, masa tidur di sini," ucap Alira sembari menggoyang-goyangkan lengan Rey."


Rey pun membuka mata dan tanpa berkata apapun dia bangkit, lalu menuju kamar.


Alira mengikutinya dari belakang, diapun merasa kesal melihat sikap Rey yang acuh tak acuh terhadapnya.

__ADS_1


Setelah membuka kemejanya, Rey menghempaskan diri di kasur lalu memejamkan mata. Dia ingin bisa tidur dan melupakan sejenak tentang masalahnya.


"Kak, mandi dulu dong! masa langsung tidur. Sebenarnya ada apa sih? Kenapa sikap Kakak seperti ini!"


"Maaf Ra, kepalaku pusing dan saat ini, aku hanya ingin tidur sejenak."


Dengan perasaan kesal Alira pun pergi mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Dia tidak tahu sampai kapan Rey akan bersikap seperti itu, berbohong dan terus mencari Sabrina.


Selesai mandi, Alira putuskan untuk menonton televisi sambil mengecek ponselnya.


Ternyata ada pesan dari orang suruhannya bahwa mereka telah menemukan tempat tinggal Sabrina yang baru.


Kemudian Alirapun membalas pesan tersebut, yang isinya meminta orang suruhannya untuk melakukan tugas sebaik mungkin.


Alira ingin Sabrina keguguran, dengan begitu dia akan hidup tenang, karena Rey tidak perlu lagi untuk bertanggung jawab.


Para pengawal memberitahu jika mereka akan melakukan tugas, saat sang dokter pergi bekerja. Jadi, mereka akan leluasa bergerak saat Sabrina sendirian di rumah.

__ADS_1


Alira tidak mau tahu apa yang akan mereka lakukan, yang terpenting orang suruhannya tersebut jangan sampai buka mulut jika hal itu dia yang perintahkan.


Bersambung....


__ADS_2