MAAFKAN AKU, CINTA

MAAFKAN AKU, CINTA
BAB 27. MEMBAYAR ORANG UNTUK MENCARI JEJAK SABRINA


__ADS_3

Sabrina dan Nek Mawar makan siang bersama dan disela waktu makan, Sabrina mengutarakan permohonannya.


"Nek, Ina mau minta tolong sama Nenek. Tapi sebelumnya Ina minta maaf, karena meminta Nenek sekongkol."


"Ada apa memangnya Na, katakan saja. Jika Nenek bisa bantu, ya akan Nenek bantu."


"Ina mohon, tolong rahasiakan keberadaan Ina di sini dari orangtua Dr. Mario atau kerabat lain. Ina juga sudah membicarakan hal ini dengan Dr. Mario dan dia setuju membantu."


"Memangnya kenapa harus dirahasiakan Na?"


"Ceritanya panjang Nek, saat ini Ina belum siap. Nanti jika Ina siap, Ina akan ceritakan semuanya kepada Nenek."


"Jadi kamu pindah kesini sengaja ingin menghindar dari keluargamu?"


"Iya Nek. Maaf, Ina tidak jujur sejak awal."


"Ya sudah, kamu boleh percaya dengan Nenek. Nenek akan merahasiakan keberadaan mu. Dan jika kamu sudah siap, ceritakanlah masalah mu, nggak baik menyimpan masalah sendiri. Barangkali Nenek bisa membantu mencari jalan keluarnya.


"Iya Nek. Terimakasih ya Nek."


"Ayo kita lanjutkan makan, bagaimana rasa masakan Nenek? Apa kamu suka?"


"Suka Nek, masakan nenek lezat, pantas dagangan Nenek laris, karena nenek memang punya bakat dalam hal memasak."


"Kamu ada saja, itu turun temurun ilmunya dari keluarga ibu Nenek. Hampir semua mereka pandai memasak dan menggeluti usaha dibidang kuliner."


"Oh, pantaslah Nek. Aku mau belajar dengan Nenek, barangkali bisa mendapatkan ilmu yang akan berguna kelak. Nggak selamanya kan Nek, aku bisa bekerja, apalagi...."


Hampir saja Ina keceplosan, dia belum sanggup untuk mengatakan jika dirinya harus berhenti bekerja saat perutnya mulai membesar nanti.


"Apalagi apa Na?"


Sabrina terkesiap, lalu menjawab, "Apalagi jika suatu saat Ina menikah dan suami melarang Ina kerja di luaran, Ilmu seperti yang Nenek miliki pasti sangat bermanfaat."


"Ya, kamu benar. Memang kodrat seorang istri harus menuruti keinginan suami jika ingin meraih surganya."


Setelah keduanya selesai makan, Sabrina membantu membersihkan peralatan makan. Sementara Nek Mawar pamit ingin pergi ke pasar untuk belanja bahan kue. Karena pesanan sudah mulai masuk sejak kepulangannya.


Sepeninggal Nek Mawar, Sabrina duduk di teras belakang, dia memperlihatkan perkarangan rumah yang banyak tumbuh tanaman-tanaman yang kaya akan manfaat.

__ADS_1


*


*


*


Di rumah Bunda, Rey sudah bersiap untuk berangkat. Dia pamit kepada Bunda, Bu Murni dan terutama Alira.


Kedua teman dokter yang juga berangkat menjemput Rey dan mereka sama-sama menuju bandara.


Rey merasa lega, saat mobil mulai meninggalkan rumah Bunda. Dia tadinya sempat takut jika Alira tidak akan setuju.


Tapi kenyataannya, semua berjalan lancar sesuai sekenario yang Rey buat bersama kedua teman dokternya itu.


Pesawat pun berangkat, tujuan Rey ke Bali adalah untuk mencari Sabrina. Dia berharap akan segera bertemu dan meminta maaf serta mengklarifikasi jika semuanya diluar alam sadarnya.


Rey sudah menghubungi beberapa pemilik hotel di Bali dan meminta agar mereka segera memberi kabar jika ada pelamar kerja baru. Dia mengirimkan foto Sabrina via nomor pribadi mereka masing-masing.


Dengan cara itu, Rey berharap bisa segera menemukan jejak Sabrina.


Dia juga membayar jasa seorang detektif swasta untuk membantu mencarikan informasi tentang Sabrina.


Untuk menghindari kecurigaan Alira ataupun keluarganya, Rey memilih menginap di area rumah sakit milik sahabatnya. Dengan begitu mereka akan percaya jika tujuan Rey ke Bali benar untuk kerja.


Kesempatan itu Rey pergunakan untuk berfoto selvi lalu mengirimkannya kepada Alira dan juga Bunda.


Bunda percaya, tapi Alira masih ragu. Nalurinya sebagai istri merasa ada yang tidak beres. Dia ingin menyusul Rey, tapi masih mencari alasan yang tepat.


Rey mendapat telepon dari detektif bayarannya bahwa pihak bandara memberi keterangan jika beberapa hari lalu memang ada penumpang dengan nama serta orang yang sama.


Dan kini detektif sedang berkelliling di daerah-daerah sekitar bandara, berharap melihat dan bertemu Sabrina.


Rey sedikit tenang, berarti Sabrina memang pergi ke Bali meski belum tahu tepatnya di mana. Rey memutuskan hari ini akan beristirahat saja, besok dia akan berkeliling untuk mencari Sabrina.


Ternyata Alira juga sudah membayar seseorang untuk memata-matai apa yang dilakukan Rey sebenarnya di sana.


Di rumah Nenek Mawar, Sabrina membantu mengadon bahan, dia mulai belajar membuat kue kering.


Sabrina berharap bisa membantu Nenek untuk mengembangkan usahanya dengan manajemen yang diutarakan oleh Sabrina.

__ADS_1


Sabrina akan memasukkan hasil produksi Nenek ke toko-toko serta bekerjsama dengan pusat oleh-oleh.


Besok Sabrina akan berkeliling untuk menawarkan produk kue Nek Mawar. Karena lusa dia baru aktif bekerja di hotel milik Risya.


Nek Mawar memberitahu takaran serta bagaimana cara membuat adonan yang kalis. Sabrina sangat senang, dia menikmati hari tanpa harus bosan dengan tiduran melulu.


Satu persatu jenis kue pun matang dan Sabrina sangat puas dengan hasil kerja mereka.


Setelah kue dingin, Sabrina mulai mengemasnya dengan susunan rapi serta terlihat indah dan mewah.


"Nek, doain ya agar cara Ina berhasil. Kita akan perkenalkan kue Nenek dulu dan saat orang-orang sudah banyak yang mengenalnya, barulah kita membuka toko sebagai pusat penjualannya."


"Iya Na. Ternyata kamu juga pintar dan memiliki bakat untuk berbisnis. Daripada bekerja, mending kelola bisnis sendiri meski dari modal kecil-kecilan."


"Ya sudah, istirahat dulu sana, biar masalah membersihkan dapur nenek saja. Kamu sudah cukup lelah mengadon tadi, sementara nenek hanya memanggang, itupun kamu yang melanjutkan."


"Iya Nek, Ina ke kamar dulu ya."


Nek Mawar pun mengangguk, lalu beliau melanjutkan pekerjaan membersihkan baskom dan peralatan lain yang kotor.


Di dalam kamar, Sabrina bukannya tidur, dia mengotak atik laptop dan membuka toko online dengan menggunakan nama Nek Mawar sebagai pemilik.


Setelah berhasil mendaftarnya, diapun bergegas ingin membersihkan diri.


Sesampainya di kamar mandi, tiba-tiba perutnya merasa mual dan Ina pun memuntahkan semua makanan yang baru dia makan.


Di dalam kamar lain, Rey juga mengalami hal yang sama. Dia merasa heran, tidak pernah-pernahnya Rey mengalami mabuk perjalanan.


Kemudian Rey meminta pelayan rumah sakit untuk membawakannya air jahe dan obat masuk angin.


Namun, semuanya tidak berguna, Rey muntah terus hingga tubuhnya merasa lemas.


Wajah Rey sangat pucat, tapi dia tidak ingin merepotkan para sahabatnya. Sebisa mungkin Rey mengobati dirinya sendiri dan mencoba untuk beristirahat.


Sabrina juga merasa lemas dan dia kaget saat mendengar suara ketukan di pintu. Setelah Sabrina buka, ternyata Nek Mawar.


"Kamu sakit Na, Nenek dengar kamu bolak balik muntah. Lihat, wajahmu pucat sekali. Ini, Nenek bawakan air jahe untuk mengurangi rasa mual. Minumlah, siapa tahu kamu masuk angin. Dan sini Nenek bantu balur tubuhmu dengan minyak angin."


"Terimakasih Nek, biar Ina saja. Nenek juga capek dan sebaiknya nenek juga beristirahat."

__ADS_1


Nek Mawar pun memberikan minyak angin kepada Sabrina, lalu beliau keluar kamar dan menelepon Mario. Nek Mawar memberitahu jika Sabrina sedang sakit.


Bersambung.....


__ADS_2