Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 12


__ADS_3

💝.....


💝.....


💝.....


Setelah Bi Inah di panggil oleh tuan dan nyonya nya, Bi Inah pun keluar dari ruang kerja tuan Darren.


"Azkia... " panggil Bi Inah.


"Iya Bi saya, ada yang bisa saya bantu?" sahut Kia.


"Iya Kia, bantu Bibi panggil yang lain untuk berkumpul di tempat istirahat ya!"


"Siap Bi laksanakan. " sahut Kia sambil memberi hormat pada Bi Inah.


Azkia pun bergegas memanggil, satu per satu rekannya untuk berkumpul di tempat istirahat, sesuai perintah Bi Inah sang kepala maid di rumah Anderson.


Setelah semuanya berkumpul, Bi Inah pun memberi tahu kan apa yang akan di sampai kan, pada semua maid di rumah besar nan megah itu.


"Maaf semuanya, saya tak akan berlama - lama, jadi langsung pada intinya saja ya. "


"Ini ada amplop, berisi uang bonus dari tuan dan nyonya Anderson, semua dapat atas kerja kalian yang bagus dan cekatan juga, dan ini juga bonus karena tuan mendapatkan Tender Milyaran Rupiah, jadi saya minta untuk mendoakan tuan dan nyonya juga, agar mereka senantiasa di beri kesehatan dan rezeki berlimpah ruah Aamiin."


"Aamiin ya Robbal'alamin." sahut semua maid.


Setelah nya Bi Inah, memberi 1 orang 1 amplop, mereka bergantian mengambilnya, seperti mengantri di bagi BLT, tapi ini tanpa berdesakan.


Seletah selesai semuanya, mereka pun kembali bekerja yang sempat terhambat karena pembagian bonus.


"Alhamdulillah ya allah, ini rezeki ku bertambah, aku akan menyimpanya untuk biaya kuliah ku kelak." monolog Azkia saat menerima amplop bonus dari tuan dan nyonya nya yang melalui Bi Inah yang memberikan nya.


Di lain sisi setelah makan siang, Adrian sedang berkutat pada tumpukan dokumen yang menumpuk, saking serius Adrian tak menyadari kalau ada yang masuk ke ruangan nya.


Orang yang sudah masuk ruangan Adrian itu, hanya berdiri sambil melihat kesibukan Adrian yang benar-benar fokus dengan dokumen yang dia kerjakan tanpa terusik sedikit pun.


10 menit sudah berlalu, Adrian tak beranjak dari Kerajaan nya.

__ADS_1


"Ehemmm.... " orang yang bediri sedari tadi pun berdehem.


Adrian yang mendengar suara deheman kaget, begitu dia melihat! "Papah...! astaga bikin kaget aja? dari kapan Papah berdiri disitu?"


"Hahaha..... " Papah Adrian tertawa karena melihat expresi anaknya yang kaget, kelihatan lucu.


Tuan Darren pun duduk di sofa yang ada di ruangan Adrian itu, di susul Adrian yang sudah sadar dari ke kagetan nya.


"Papah bangga sama kamu Yan," sambil menepuk - nepuk pundak Adrian dan tersenyum lebar.


"Papah belum jawab pertanyaan Iyan," Adrian merajuk meminta jawaban Papah nya yang belum menjawab pertanyaannya.


"10 menit yang lalu kira - kira Yan, karena kamu serius, jadi papah biarkan kamu yang sedang fokus dengan pekerjaanmu."


"Maafkan aku Pah, karena tak menyadari ada Papah masuk. "


"Santai saja Yan, apa pekerjaan kamu ada yang sulit atau bikin kamu pusing?" sahut tuan Darren sambil menepuk bahu Adrian.


"Alhamdulillah gak ada Pah, hanya saja aku harus extra fokus untuk membaca semua dokumen yang harus ku tanda tangani sebelumya. "


"Aku harus berhati - hati agar tak kecolongan, karena sekarang papah sudah melimpahkan semua tanggung jawab Papah sama aku. "


"Bener banget Yan, Papah bener - bener bangga sama kamu tak salah keputusan Papah untuk memberikan semua tanggung jawab Papah, jadi papah akan tentang buat menghabiskan masa tua Papah bersama Mamah mu,"


"Papah ada berencana, minggu depan akan berangkat liburan berdua dangan Mamah mu, tapi Papah mau setelah pulang dari liburan, kamu harus mengenalkan calon mantu Papah dan Mamah tak ada alasan apa pun Yan. "


"Wah wah kalian selalu romantis, meskipun udah tua juga ha-ha-ha...., siap Pah Iyan akan yakin kan kekasih Iyan dan melamar nya juga, ngomong - ngomong rencananya berapa lama Papah dan Mamah berlibur?"


"Sepertinya seminggu cukup tapi terserah Mamah mu juga, kita akan bulan madu untuk kesekian kalinya ha-ha-ha.... "


Mereka pun tertawa lepas setelah perbincangan tentang pekerjaan dan juga rencana tuan Darren yang akan liburan dengan sang istri tercintanya, Adrian bahagia melihat Papah dan Mamah nya yang selalu harmonis, meskipun mereka sudah tua, dia pun bertekat kelak akan berrumah tangga dengan Siska akan seperti mereka.


Kita kembali ke Mansion Anderson, setelah Azkia mendapat bagian bonus yang di beri oleh majikan nya, Azkia pun melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, kini Azkia yang sedang membersihkan ruangan santai sambil mendengarkan lagu dangdut di handphone nya dengan handsfree di telinga dan melantunkan lagu yang di dengarnya.


Api asmara yang dahulu pernah membara


Semakin hangat bagai ciuman yang pertama

__ADS_1


Detak jantung ku seakan ikut irama


Karena terlena oleh pesona ***alunan kopi dangdut


Irama kopi dangdut yang ceria


Menghahat hati menjadi gairah


Membuat aku lupa akan cinta yang telah lalu


Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana


Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema


Terasa kembali gelora jiwa mudaku


Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut


Api asmara yang dahulu pernah membara


Semakin hangat bagai ciuman yang pertama


Detak jantungku seakan ikut irama


Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut


Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut


Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut***


Bi inah yang melihat Azkia, membersihkan ruangan sambil bernyanyi dan menggoyang kan badan nya itu hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya, bukan sekali ini saja Bi Inah yang melihat cara kerja Azkia, karena nya Bi Inah membiarkan cara kerja Azkia yang beda dari yang lain, karena dengan itu Azkia bersemangat bekerja dan dengan cepat Azkia membersihkan ruangan demi ruangan yang dia kerjakan dan juga sangat bersih tanpa ada debu yang masih menempel.


Azkia tak pernah menyadari kalo saat bekerja dia selalu di perhatikan oleh kepala maid nya, sampai selesai 1 ruangan dan berpindah ruangan Azkia masih tak lepas dari handsfree di telinganya.


"Hah.. akhirnya ruangan santai beres dan bersih, kita pindah tempat Kia semangat." monolog Azkia dengan semangat 45.


Azkia melangkah ke ruangan tempat fitness yang selalu di gunakan tuan Adrian dan Darren, karena sering nya mereka melatih otot ototnya tuan Darren yang umurnya sudah memasuki usian setengah abad itu tetap terlihat muda, apa lagi tuan Adrian yang masih muda dengan perawakan yang tinggi badan yang di penuhi roti sobek di daerah perut sampai dada, dan tak lupa dengan wajah yang tampan ke bule bule an karena Adrian mempunyai wajah dominan dari Papah nya yang turunan Belanda.

__ADS_1


Banyak sekali wanita dan rekan bisnis berlomba untuk mendapatkan Adrian dan meminda perjodohan, tapi tuan Darren tak pernah menanggapi semua itu karena dia tak mau menjodohkan anaknya dan membiarkan Adrian mempunyai pilihannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2