
💝.....
💝.....
💝.....
Tadinya Yono ragu untuk menghampiri Kita dan Adrian, tapi dia sudah bertekad untuk ungkapin rasa yang udah dia pendam selama awal pertemuan dan sudah meyakinkan diri untuk menyatakan hari ini.
Meskipun hari ini ada penghalang, tapi niatnya tak akan memudar begitu saja.
Yono pun menghampiri Azkia dan Adrian, dan tak lupa menyapanya.
"Hai Ki! maaf ya udah nunggu lama?" kata Yono saat sampai di meja yang sudah di duduki Azkia.
"Hai Yon, gak lama kok baru 5 menit yang lalu, duduk Yon, oh ya kenalin Yon ini mas Adrian, mas kenalin ini Yono temen aku."
Saat Yono akan duduk, Adrian berdiri sambil mengulurkan tangannya ke arah Yono.
"Adrian, senang bertemu anda." kata Adrian tegas dan dingin.
"Yono, teman Kia di kampus, tapi... "
"Tapi apa?"
"Ah.. itu tapi nanti kalau Azkia setuju, status teman jadi lain."
Adrian sudah menduganya, niat dari teman nya itu, dia tau dari sorotan mata yang menyiratkan kekaguman dan ingin memilikinya.
"Maksudnya apa Yon?" tanya Azkia heran dengan kata temannya itu terlalu ambigu.
"Saya tau anda menyukai adik saya? tapi adik saya masih polos dan pasti Mama tak akan membiarkan anaknya berpacaran!"
"A-apaan mas?" kata Kia terkejut.
Yono yang mendengar perkataan Adrian menjadi ciut, seolah keberanian yang tadi ia keluarkan langsung menghilang bak di telan bumi.
"Kia apa kamu menyukai teman mu ini?" tanya Adrian.
"A-apa maksud mas?"
"Jawab saja Kia, apa kamu menyukai dia?"
"Emm.. iya mas.. ta.. "
Belum sempat Kia meneruskan perkataannya Yono sudah menyelanya dengan ke gembiraannya saat mendengar kata iya dari mulut sang sahabat yang sudah ia kagumi.
__ADS_1
"Yess, aku pun menyukai mu Ki, sejak awal aku bertemu kamu sudah menyukai mu, mau kah kamu jadi pacarku?" antusias Yono mengungkapkan isi hatinya.
Adrian yang melihat itu hanya jadi penonton, melihat antusias lelaki di sampingnya itu bikin ia memutarkan bola matanya, Adrian tau Azkia pasti akan menolaknya, dari kata yang belum selesai di ucapkan.
Azkia yang mendengar perkataan Yono sesaat kaget dan tak menyangka sang teman akan menyatakan cinta di depan sang tuan.
Muka Azkia menjadi merah merona, seperti udang yang di rebus.
"Ki, bagaimana jawaban mu?" kata Yono tak sabar dengan jawaban dari Azkia.
Azkia tersentak dengan perkataan Yono yang meminta jawaban, atas cintanya.
Azkia menjadi bingung harus jawab apa, menolaknya itu pasti, tapi dia bingung untuk menolaknya dengan kata yang bagaimana, agar tak melukai hati temannya itu, di sisi lain pun ia ingat atas perjodohan dia dengan sang tuan muda yang kini ada di hadapannya.
Akhirnya dengan ragu, Azkia mengutarakan isi hatinya.
"Emm.. maaf Yon, tapi aku belum bisa menerima mu, aku belum memikirkan untuk pacaran, sekarang ini aku hanya ingin fokus untuk belajar, maaf Yon aku hargain pengakuan mu, terimakasih atas rasa yang kamu kasih sama aku."
Yono yang mendengar pernyataan dari Kia, ia langsung lemas seluruh jiwanya, bukan ini yang iya mau dengar, tapi kata iya yang dia mau dengar dari mulut sang pujaan hati.
Lain dengan Yono Adrian begitu senang mendengar perkataan Kia yang menolak temannya itu, seringai penuh arti yang tak terlihat oleh siapa pun karena hanya Adrian lah yang merasakan itu.
Seolah tak menghiraukan rasa simpati pada teman Azkia, Adrian pun berkata, "kamu dengar kan apa yang adik saya katakan?"
Azkia bernafas lega karena Yono mau mengerti perasaannya.
Yono pun memanggil pelayan untuk memesan makanan, karena jam sudah menunjukkan jam makan siang.
Setelah menyebutkan pesanan mereka sang pelayan pun bergegas kembali dan menyiapkan pesanan mereka.
Sejenak keheningan pun di mulai tak ada perkataan apa pun setelah memesan makanan tadi.
Tiba-tiba dering ponsel Adrian berbunyi nyaring, Adrian melihat siapa yang menelepon, saat icon panggilan itu tertera nama sang pengkhianat, saat tau sang penelepon Siska ia sebenarnya enggan untuk menjawabnya tapi iya tak boleh egois, agar rencana sang Papa berhasil mau tak mau ia pun pamit untuk mengangkat telpon lebih dulu.
Setelah pamit Adrian agak menjauh dari meja mereka, kesempatan untuk Yono berbicara pada teman sekaligus sang pujaan hati.
"Ki.. dia beneran kakak mu?" tanya Yono yang penasaran sedari tadi.
Ya Yono dan Dendi tak tau Kia hanya anak angkat sang majikan, hanya Cindy yang tau.
Kia pun menjawab, "iya Yon,memangnya kenapa?" lagi Azkia bertanya balik.
"Kok kalian tak mirip sih? apa kalian kakak beradik kandung apa bukan?"
Saat mau menjawab pertanyaan Yono, sang pelayan datang dengan pesanan mereka, Azkia pun mengurungkan niat nya.
__ADS_1
"Silahkan mbak, mas, pesanannya, selamat menikmati, apa ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya sang pelayan.
"Sudah mbak ini cukup, nanti kalau ada yang kurang kami panggil lagi." sahut Yono.
"Baik mas kalau begitu, saya pamit."
Sang pelayan pun pergi meninggalkan meja mereka, Azkia yang mau menjawab pertanyaan Yono tadi harus mengurungkan niatnya kembali saat Adrian sudah kembali ke meja mereka.
"Wah makanan sudah datang, ayo kita langsung makan saja aku sudah lapar." kata Adrian yang baru datang dari habis menerima telponnya tadi.
Yono hanya melongo melihat tingkah Adrian yang tanpa malu langsung melahap makanan itu padahal ia baru datang lagi.
"Ayo Yon kita makan dulu nanti kita teruskan berbincang nya." kata Kia yang mampu membuyarkan lamunan Yono.
"Ah.. iya Ki."
Mereka pun makan dengan keheningan tak ada satu kata pun dari mereka, mereka hanya menikmati makanan yang tersaji di meja makan sampai habis tak bersisa.
Adrian yang masih ke hausan, ia langsung memanggil pelayan untuk memesan minuman lagi.
Sesaat pelayan pun langsung datang, lalu Adrian pun memesan minuman yang sama.
"Kia, kamu mau nambah minuman lagi?" tanya Adrian.
"Boleh mas, aku masih haus, Yon kamu mau juga gak?"
"Mau Ki samain aja deh, aku pun masih haus, sekalian pesan cemilannya Ki, buat teman ngobrol nanti."
Sang pelayan pun mencatat pesanan mereka.
"Apa ada lagi yang mau di pesan mbak mas?" tanya sang pelayan.
"Sudah mbak itu saja, Jang lupa kue nya yang last sugar ya mbak."
"Baik kalau begitu saya saya akan menyiapkan nya, mohon di tunggu."
Setelah sang pelayan pergi mereka pun meneruskan makanan mereka yang tinggal sedikit.
Tak lama pesanan ke dua mereka pun datang.
pelayan pun langsung menata pesanan mereka, sesudah itu sang pelayan membersihkan bekas makan mereka agar di meja mereka bisa leluasa dan tetap bersih, itu pun permintaan Adrian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung.....
__ADS_1