Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 56


__ADS_3

💝.....


💝.....


💝.....


Setelah makan malam, Adrian meminta sang Papah untuk berbicara 4 mata.


"Pah bisa kita bicara? ada hal yang Iyan bahas dan minta bantuan Papah?"


"Ada apa? apa ada masalah di kantor Yan?"


"Ada sangkut paut nya pah!"


"Oke, kita bicara di ruang kerja papah, kamu kesana duluan, papah ke kamar dulu sebentar."


"Iya pah, mah Iyan duluan ya, tadi Iyan belikan kue kesukaan mamah, Kia jangan lupa kamu hidangkan, dan temani mamah juga."


"Iya sayang, terimakasih, semoga masalah mu cepat dapat solusi dan cepat selesai."


"Baik tuan, nanti saya hidangkan, apa tuan butuh cemilan dan minuman untuk teman berbincang?"


"Aamiin, makasih mah, boleh Ki, buatkan kopi buat saya dan teh buat papah, kue yang td saya bawa bagi 2 saja."


"Baik tuan, saya akan siapkan."


Adrian pun meninggalkan sang mamah, karena sang papah sudah meninggalkan mereka.


Sedangkan mamah Andini pergi ke ruang santai sendirian, Azkia membereskan meja makan bersama Bi Inah dan Mbak Mira.


"Kia, kamu siapkan cemilan dan minuman saja, biar Mbak dan Bi Inah yang bereskan meja makan!"


"Ah.. iya Mbak, terimakasih kalau begitu, Kia mau siapin dulu."


Azkia pun menyiapkan minuman dan cemilan untuk tuan besar, tuan muda dan nyonya.


Nyonya Andini sudah menunggu di ruang santai terlebih dahulu, sambil menunggu Azkia ia pun menonton film kesukaannya.


Azkia selesai membuat minuman dan cemilan, lalu ia berniat membawa semua pesanan nyonya dan tuan mudanya, tapi mbak Mira mencegahnya, lalu menawarkan diri untuk membantu.


"Kia, biar mbak aja yang antar ke ruang santai, kamu ke ruang kerja tuan besar?"


"Ah, apa gak ngerepotin mbak?"


"Gak dong, masa sih repot, ini kan sama-sama pekerjaan mbak juga Kia."


Azkia pun tersenyum lebar. "Makasih ya mbak Mira, kalau gitu Kia anter ke ruang kerja tuan besar dulu ya."


"Iya Ki, mbak ke ruang santai, antar buar nyonya."


Azkia pun hanya mengangguk, guna untuk menjawab mbak Mira.


Karena jarak antara dapur dan ruang santai cuma beberapa meter, jadi mbak Mira lebih dulu sampai di sana dan menaruh teh dan cemilan buat sang nyonya.

__ADS_1


"Permisi nyonya, silahkan teh dan cemilan nya."


"Eh iya Mira, terimakasih. Apa Kia mengantarkan minum untuk Adrian dan bapak?"


"Iya nyonya."


"Oh iya, nanti suruh temani saya, kalo Kia sudah kembali."


"Baik nyonya, ada lagi yang bisa saya bantu?"


"Tidak, terimakasih Mira."


"Sama-sama nyonya, kalo tida ada, saya pamit nyonya." sahut Mira sambil menundukkan badan dan meninggalkan ruang santai.


Andini hanya mengangguk atas jawaban buat Mira.


Tok.. tok.. tok..


"Ya masuk."


"Permisi tuan, ini pesanan anda kopi untuk tuan muda, dan teh untuk tuan besar dan ini cemilan nya."


"Terimakasih Kia." sahut Adrian dan Darren bersama.


"Kalau begitu saya permisi tuan besar dan tuan muda."


Adrian dan Darren pun mengangguk saja.


"Emm.. begini Pah, masalah Siska, Adrian udah menemukan kebusukan yang dia lakukan pada Iyan, apa benar papah dulu musuh dari orang tua Siska dan Rico? dan Rico itu siapa pah?"


"Hmm, begini Yan.. "


Papah Darren pun menceritakan masalalunya dari awal sampai ia tau kalau Rico adalah anak salah satu pesaing bisnis nya dulu, ia kira tak akan ada kelanjutan nya karena itu sudah beberapa tahun ke belakang, sampai akhirnya anak dari sang pesaing dulu muncul untuk membalaskan dendam, padahal yang membuat curang mereka dan dapat imbas mereka juga, tapi kenapa mereka malah menaruh dendam terhadap nya.


Sampai akhirnya Darren mengetahui dari masalah yang pernah terjadi saat dia kecelakaan dan ada penghianat di perusahaan nya waktu lalu.


Dari situlah Darren menyuruh Rama agar menyelidiki kasus yang menimpanya, sampai akhirnya Rama pun menemukan dalang dari semuanya.


"Begitu Yan, sekarang papah mau tanya sama kamu? apa kamu mau ikut sama rencana Papah? atau kamu punya rencana sendiri?"


"Iyan ikut rencana Papah aja, Iyan gak bisa mikir untuk saat ini Pah, Iyan benar-benar kehilangan kepercayaan diri."


"Papah akan kembalikan kepercayaan diri kamu asal kamu percaya sama Papah."


"Iyan percaya sama Papah, dan Iyan serahkan semua sama Papah."


"Kamu tenang saja Yan, serahin sama Papah, tapi ingat persiapan pernikahan kamu tetap di lakukan."


"Tapi Pah.. " belum sempat Adrian menyangkal, sudah di potong.


"Tak ada tapi-tapi, katanya kamu serahin sama Papah! kamu fokus sama kerjaan kamu saja, proyek yang kamu tangani bersama Tuan Andara jangan sampai lepas, ingat fokus Yan."


"Iya Pah." sahut Adrian pasrah.

__ADS_1


Perbincangan Adrian dan Papah Darren pun berakhir, dua jam lamanya mereka mengobrol dan memecahkan masalah satu per satu.


Akhirnya mereka pun mengakhiri perbincangan nya, lalu istirahat.



Ke esok kan harinya, Adrian terlihat sangat segar dari raut wajahnya, tak seperti kemarin saat mengetahui tentang pengkhianatan sangat kekasih.


"Pagi Mah, Pah."


"Pagi juga sayang." sahut sangat Mamah.


"Pagi juga Yan." sahut sang Papah.


"Wah, anak Mama udah cerah lagi nih mukanya, tak seperti kemarin saat pulang kerja?"


"Iya lah Mah, udah dapat solusi baik dari Papah." sahut Papah Darren sambil tersenyum.


"Syukur kalo sudah ada solusi, Mamah ikut senang." Mamah pun tersenyum.


"Ayo kita sarapan dulu, nanti kalian terlambat."


Azkia pun ikut sarapan seperti biasa, sekarang ia tah harus di ingatkan lagi, karena sudah terbiasa dengan semua yang di lakukan nya.


Setelah selesai sarapan, Adrian dan Papah Darren pun berangkat bersama ke kantor, karena Mobil Adrian di bawa pulang oleh Bian kemarin setelah mengantar Adrian pulang, Azkia hari ini kuliah siang, jadi ia tak ikut bersama Papah Darren atau pun Adrian.


Setelah mengantarkan suami dan anaknya, Andini pun kembali ke kamarnya untuk bersiap untuk pergi.


"Sayang, sebelum kamu kuliah, kamu ikut Mamah dulu ya, Mamah mau ada yang di beli, setelah itu kamu boleh pergi kuliah."


"Siap Mah, kalau gitu, Kia ganti baju dulu Mah."


"Iya sayang."


Mereka pun pergi ke kamarnya masing-masing, semenjak Kia di nyatakan menjadi Anak angkat sang nyonya, Azkia di suruh pindah kamar di lantai atas di sebelah kiri dari kamar Adrian sangat tuan Muda, meskipun tak terlalu dekat masih terhalang ruang kerja Adrian, tetap saja Azkia selalu takut kalau berpas-pasan bersama sang tuan Muda.


'Duh, bingung harus pakai baju yang mana ya? hmm ini saja lah, lebih cocok.' gumam Azkia.


Drrt.. Drrt..


Ponsel Azkia berdering, tanda pesan masuk, Azkia pun langsung meraih ponsel keluaran terbaru yang di berikan oleh sang nyonya alias Ibu angkat nya saat ini.


"Ki, kamu ada matkul gak hari ini?"


Azkia mengerutkan keningnya, tak biasanya Yono chat pribadi padanya, biasanya di grup chat.


Ya, pesan yang masuk itu adalah Yono sang sahabat.


"Ada Yon, ada apa ya?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2