Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 63


__ADS_3

πŸ’.....


πŸ’.....


πŸ’.....


Kring... kring...


Suara handphone Azkia berdering nyaring membuyarkan fokus semua yang orang yang sedang menonton film di ruang santai setelah sarapan pagi.


"Maaf ma, pa, Kia angkat telpon dulu."


"Iya sayang jangan lama ya." sahut Andini sambil tersenyum.


Ya, sejak Azkia di angkat jadi anak angkat di keluarga Andersson, meskipun tak resmi tercatat di negara, tapi Azkia memang di haruskan hari minggu untuk berkumpul atau pun hari dan di jam senggang.


Keluarga Rama sang asisten tuan Darren pun selalu berkunjung ke sini karena itu sudah seperti perintah dari nyonya Andini.


Jadi setiap hari libur mereka selalu berkumpul di ruang santai sambil menonton dan menikmati teh hangat dan cemilan yang selalu Azkia buat atau membeli di tempat langganan keluarga Andersson yang berada di depan gerbang komplek.


Azkia pun menerima telpon itu agak jauh dari ruang santai.


"Hallo, ya Yono ada apa?" jawab Azkia saat mengangkat telpon itu.


"Hallo Ki, apa kamu ada waktu? jalan yuk? aku mau ngomong yang kemarin belum sempat kan? kamu bisa gak?" tanya yono beruntun.


"Hmm... jam berapa memangnya?" tanya balik Azkia.


"Terserah kamu, kamu bisanya jam berapa?"


"Aku izin dulu ya Yon! tar aku kabarin kalo udah dapet izin."


"Siap Ki, aku tunggu kabarnya ya."


"Iya Yon, nanti ku kabari."


Mereka pun mengakhiri percakapan di telpon, lalu Azkia kembali ke ruangan santai yang sedari tadi sudah tuan Darren dan nyonya Andini.


Azkia tak menyadari sedari tadi ada yang menguping pembicaraan nya di telpon.


Ya Adrian tak sengaja mendengar obrolan Azkia di telpon tadi, Adrian mengkerut kan dahinya saat mendengar Azkia yang bisa simpulkan Adrian bahwa si penelpon adalah cowok yang saat ia menjemputnya waktu lalu.


Saat Azkia akan menutup telponnya, Adrian pun bergegas menjauh dan menuju ruangan santai, karena takut ketahuan.


Azkia pun kembali ke ruang santai, ia tak langsung mengutarakan apa yang akan di sampaikan, is duduk kembali di samping sang nyonya.


"Sudah angkat telpon nya?" tanya Andini.


"Sudah ma," sahut Azkia.


Azkia pun duduk kembali di samping sang Mama, Adrian yang tadi sempat mencuri dengar, ia hanya melirik ke arah Azkia sekilas.


"Siapa yang nelpon sayang?" tanya Mama Andini.

__ADS_1


"Emm.. temen ma, ma? boleh aku ke luar rumah?"


"Mau kemana sayang, apa yang nelpon tadi teman kamu mengajak keluar?"


"Iya ma, katanya ada yang mau di bicarakan!"


"Tentang apa?"


"Ma, udah jangan banyak tanya, biarkan KIA bergaul dengan teman-temannya, kasihan dia selalu di rumah."


"Tapi Pa, Mama khawatir." kata Andini lalu ia melihat sang putra yang sedang asik main handphone.


"Iyan sayang? mau kan kamu temenin Kia keluar? Mama khawatir kalo dia sendiri keluar rumah selain ke kampus? mau kan sayang?"


"Nah ide bagus tuh, kamu harus mau Yan, kalo kamu tak mau kasihan temannya Kia."


Adrian melihat ke arah Azkia lalu berkata, "kamu gak keberatan saya antar kamu?"


"Eh.. kalo tuan gak keberatan saya tak apa."


"Oke, ayo kamu siap-siap saya sudah siap."


"Iya saya ganti baju dulu tuan." Kia pun meninggalkan ruang santai.


"Kia sayang, ubah lah panggilan mu pada Adrian, jangan panggil tuan lagi, kamu panggil mas aja ya?" kata Andini.


"I-iya Ma." Azkia pun melanjutkan langkahnya.


"Yan kamu tak apa kan, Kia panggil kamu mas? anggap aja Kia adik mu?"


Andini pun tersenyum begitu pun Darren yang hanya mendengarkan saja tapi terbit lah senyuman penuh arti.


Tak lama Azkia berganti pakaian, ia pun bergegas keluar dan tak lupa ia mengabarkan pada Yono lalu ia keluar dan menghampiri Adrian.


Yono pun setuju dengan tempat yang Azkia janjikan, Yono pun bergegas dengan cepat.


Tanpa Yono tau, Azkia tak sendiri datang menemuinya.


"Ayo tu- eh mas,"


"Ah kamu sudah siap."


"Iya mas."


"Ayo, Ma, Pa, Iyan pergi antar Kia dulu."


"Ma, Pa, Kia pergi dulu, assalamualaikum."


"Iya sayang hati-hati bawa mobilnya, wa'alaikumsalam."


"Hati-hati Yan, Kia, wa'alaikumsalam."


Mereka meninggalkan ruang santai dan bergegas ke luar, di sana sudah siap mobil di depan pintu utama, ya memang sang sopir yang bekerja di rumah itu sudah di beri tahu oleh Adrian untuk menyiapkan nya di depan pintu utama.

__ADS_1


Saat sampai, Adrian pun langsung masuk di balik kemudi, di ikuti Azkia yang ikut masuk di samping Adrian.


"Seat jangan lupa pakai Kia!"


"Iya mas, sudah."


Tak ada sahutan lagi, Adrian pun langsung tancap gas dengan kecepatan sedang ia mengendarai di jalanan yang cukup padat, karena hari Minggu memang hari libur untuk semua orang meluangkan waktu untuk met up bersama keluarga untuk jalan-jalan.


Di kediaman Anderson baru saja kedatangan keluarga kecil Rama, Mama Andini selama antusias saat anak-anaknya Rama berkunjung kerumahnya.


"Ah.. cucu Oma, Oma kangen sayang, akhirnya kalian datang juga."


"Kita juga kangen Oma," mereka berdua pun berhamburan ke arah Andini sambil memeluknya.


"Sama Oppa enggak?" Darren tak mau kalah.


Darren merajuk melihat anak-anak Rama hanya memeluk sang istri.


Anak-anak pun beralih pada sang Oppa satu per satu.


Mereka pun berbincang dan bermain bersama anak-anak.


Darren dan Andini merasa mereka sudah mempunyai cucu, mereka memang kesepian karena hanya mempunyai anak satu-satunya yaitu Adrian.


Kita kembali pada Adrian dan Azkia, tak lama mereka sampai di mall terbesar di daerah tersebut.


Adrian dan Azkia pun masuk dan menunggu di tempat food court lantai atas, tempat yang sudah di janjikan tadi.


Tak lama Yono pun sampai lalu dia pun langsung ke lantai atas tempat Azkia sudah menunggunya, ya tadi Azkia menghubungi nya via chat.


Adrian dan Azkia pun sampai di tempat janjian, lalu mereka menempati tempat duduk yang berada dekat jendela agar bisa melihat pemandangan kota di luar jendela.


Azkia dan Adrian pun memesan minuman lebih dulu, rencananya setelah Yono datang baru memesan makanan.


Tak lama pesanan mereka pun datang.


"Silahkan minumannya mbak, mas." kata sang pelayan.


"Terimakasih." jawab mereka.


"Teman kamu masih lama?" tanya Adrian.


"Bentar lagi nyampe kok mas, dia udah ada di lift." sahut Azkia.


Tak lama Yono pun sampai di lantai food court, lalu ia mencari sosok yang sudah ia kangenin, karena memang sudah beberapa hari setelah pertemuan di cafe terakhir mereka belum bertemu kembali.


Saat Yono menangkap wanita yang ia incar mata nya menyipit karena ia tak sendirian, dan ia di temani seorang laki-laki.


"Hah.. kok Kia datang bersama laki-laki sih?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung.....

__ADS_1


Maaf menunggu lama up πŸ™πŸ™


__ADS_2