Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 46


__ADS_3

💝.....


💝.....


💝.....


Azkia mendongakan kepalanya saat tau nyonya nya hanya diam saat di mintain maaf oleh semua yang ada di sana.


"Nyonya, saya minta maaf ya karena saya tercipta keributan, hanya karena penampilan saya, Bi Inah menjadi pangling katanya." lagi Azkia berkata minta maaf karena sang nyonya belum merespon sedari tadi.


Nyonya Andini pun tersadar saat Kia meminta maaf untuk yang ke dua kalinya.


"Ya Alloh kamu cantik banget sayang! mamah sampai pangling juga lihat kamu, ayo ikut mamah, kita temuin papah kamu dulu." sahut nyonya Andini tanpa sadar memanggil dirinya sebutan mamah pada Azkia.


Tanpa perlawanan, Azkia pun mengikuti langkah sang nyonya, sedangkan Mira, mang Udin, dan Bi Inah mematung saat mendengar panggilan nyonyanya terhadap Kia, mereka pun hanya bisa menebak-nebak dalam hati mereka.


Saat Andini menggandeng Azkia menuju ruang kerja sang suami, berpas-pasan dengan Adrian yang baru turun dari kamarnya menuju dapur berniat mau minta bikinkan kopi pada pelayan yang ada di sana, karena dia tau Azkia belum pulang, tapi saat perpas-pasan dengan sang mamah, Adrian melihat wanita yang di gandeng sang mamah.


"Mah, siapa dia? kenapa mamah seperti menyeretnya?" kata Adrian karena dia belum lihat lebih dekat wanita yang di gandeng sang mamah.


"Apa kamu tak mengenal dia sayang?" kata sang mamah saat ini memperlihatkan Azkia ke depan sang anak.


"Kia? apa benar dia Kia mah?" lagi Adrian bertanya.


Kini kia sendiri yang menjawabnya, "Iya tuan muda saya Kia, Azkia tuan." sahut Kia.


Adrian mematung saat melihat Azkia dari dekat, Tiba-tiba jantung nya berdetak tak karuan, Azkia berbeda jauh dengan penampilan sebelumnya, tanpa Make-up saja sudah terlihat cantik alami, sekarang lebih kelihatan cantik dengan polesan Make-up tipis natural terkesan manis dangan kulit mulus terlihat dari seluruh kulit wajahnya.


"Adrian.. malah bengong? kenapa? kamu tertarik sama Kia?" kata mamah Andini menyadarkan lamunan sang anak.


"Eng-enggak mah hanya saja Kia berbeda dari biasanya! ada apa dengan penampilannya? apa dia tadi sudah bertemu dengan pacarnya?" sahut Adrian agak gugup dan bertanya dengan pikiran yang tak menentu karena memikirkan Azkia yang keluar Mansion dengan berdandan secantik itu hanya untuk menemui kekasihnya, ada rasa sesak di hatinya, karena hanya memikirkan itu.

__ADS_1


"Kamu kepo banget, emang kenapa kalau Kia nemuin kekasihnya? kamu cemburu?" lagi mamah Andini menggoda sang anak.


"Apaan sih mah, eh mamah mau bawa Kia kemana?"


"Mau tau saja atau mau tau banget?" lagi mamah Andini menggoda sang anak.


"Haduh.. mamah, ya sudah lah kalo mamah gak mau jawab pertanyaan Iyan." Adrian pun berlalu karena kesal dengan jawaban sang mamah yang malah menggoda nya.


"Cie yang marah, ha.. ha.. ha.. ayo Kia kita teruskan tujuan kita," kata sang mamah lalu meneruskan langkahnya.


Sepanjang jalan menuju ruangan sang tuan besar Azkia mengikuti sang nyonya dari belakang, sedangkan Adrian masih bertanya-tanya di dalam hatinya.


'Azkia makin cantik saja, apa benar dia punya pacar? haduh kenapa gue mikirin Azkia sih, kenapa jantung gue selalu berdebar saat bertatapan dengan Azkia ya, masa iya gue jatuh cinta sama dia, hey Adrian loe tuh mau nikah sama Siska jangan sampai loe berpaling, pikirkan dulu keputusan loe yang mau menikahi pacar loe itu, ingat kata mamah loe yang minta loe selidiki tentang pacar loe itu.' begitu lah isi hati Adrian yang berperang dengan perasaan yang selalu bergetar hebat saat bertatapan atau berdekatan dengan Azkia.


'Ya ampun gue hampir lupa, telpon Bian untuk minta bantuan dia tuk cari tau tentang Siska yang sebenarnya.' gumam Adrian.


"Tuan muda ada yang bisa saya bantu?" tanya Mira yang melihat tuan muda nya hanya melamun sedari tadi.


"Baik tuan, mau saya antar kemana tuan?" sahut Mira dan bertanya balik pada sang tuan muda.


"Antar ke ruang kerja saya ya mbak, terimakasih."


"Baik tuan, nanti saya antarkan."


Adrian pun pergi dari dapur kembali ke ruangan kerjanya, saat sampai di ruangan ia pun langsung merogoh saku untuk mengambil ponselnya, lalu menekan dial nama Bian.


"Hallo Yan ada apa?" sahut Bian saat menerima panggilan dari sahabat sekaligus bosnya.


"Hallo Bi, gue mau loe selidiki semua tentang Siska sedetail nya, jangan sampai terlewat satu pun tentang nya." kata Adrian to the point.


"Lah ada apa dengan mu? tiba-tiba loe minta gue cari tau tentang pacar loe?" lagi Bian bertanya.

__ADS_1


"Udah loe jangan banyak omong, tar loe juga tau, pokonya gue info dia secepatnya." sahut Adrian lagi dan langsung di tutup telpon nya secara sepihak.


'Hadeh kebiasaan nih ci Adrian, main tutup telpon tanpa permisi, ada apa dengan dia apa dia udah menyadari sesuatu tentang kekasihnya? udah lah gue bakal lihat reaksi Adrian saat tau wanitanya ada main dibelakang dia.'


Ya Bian memang sudah tau kelakuan sang pacar dari sahabat sekaligus bosnya itu ada main dengan pengusaha yang bermusuhan dengan sang papahnya, sebelumnya dia sudah di telpon oleh Darren sang papah sahabatnya sekaligus bosnya, bahwa dia jangan terburu-buru menyerah kan bukti tentang Siska pada Adrian, kalau dia minta menyelidikinya, Bian pun menyetujui saja perintah sang tuan besar, karena ini memang yang terbaik untuk Adrian biar tidak salah langkah.


Di sisi lain Andini sudah sampai di ruang kerja sang suami, dia masuk dengan Azkia, Darren mendongak saat mendengar pintu ruangan itu terbuka.


"Mah, ada apa? siapa yang mamah bawa?" tanya Darren saat melihat sang istri masuk ruangan bersama wanita muda yang cantik sempurna.


"Papah tak mengenal nya?" tanya sang istri.


"Apa papah mengenalnya?" lagi Darren bertanya.


"Astaga ternyata bukan mamah dan Adrian saja yang tak mengenali Azkia, papah juga tak mengenal nya ha.. ha.. ha.. Miss Irna memang bisa di andalkan, tak salah mamah memilih dia untuk mengubah penampilan Kia." sahut sang istri sambil tertawa bahagia.


"Astaghfirullah, ini beneran Kia? papah benar-benar pangling, jauh sangat dari penampilan dulu dan sekarang!"


"Iya dong Pah, siapa dulu, Mamah gitu loh, mamah juga seneng melihat expresi anak kita yang bengong melihat Azkia, mamah yakin Adrian sekarang sedang bimbang dengan keputusan nya sendiri!"


Tak lama pesan masuk dalam handphone sang suami, tertera nama Bian yang mengirimi pesan singkat dan padat.


'Tuan besar Adrian sudah menyuruh saya untuk menyelidiki tentang Siska.' begitulah isi pesan yang Bian kirim.


Tuan Darren tersenyum lebar saat membaca isi pesan Bian. "Mamah benar Adrian sudah mulai curiga dengan Siska, dia sudah menyuruh Bian untuk menyelidikinya."


"Wah rencana awal kita berhasil Pah, dengan banyak poin yang kita dapat."


"Iya mah, ini semua berkat akting mamah yang keren, bisa meyakinkan anak kita."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2