
π.....
π.....
π.....
"Aaah.. Sial kenapa harus ada pengganggu sih, mana ci Adrian malah ajakin makan bareng satu meja pula, aaah... Sial.. Sial.." gerutuan Siska di dalam hati.
"Ayo Ma, Pa, Ki, kita makan barengan aja, gak apa-apa kan sayang?" tanya Adrian.
"Ah.. Iya gak papa sayang, ayo Om Tante." sahut Siska dengan raut senyum terpaksa.
Mama Andini yang melihat raut wajah Siska yang sedikit senyum terpaksa nya terlihat jelas.
"Iya Yan, beneran nih gak apa-apa? Kalo kalian keberatan Mama, Papa, sama Kia, bisa di tempat lain kok!" lagii Mama Andini bertanya.
"Enggak dong, iya kan sayang?" kata Adrian sambil merangkul pinggang Siska.
"Iya gak apa-apa kok Tante, Om, biar rame juga makan malam nya." sahut Siska senyum terpaksa.
"Ya sudah ayo kita masuk keburu laper nih hi..hi..hi.. " kata Adrian.
Mereka pun masuk ke ruang pribadi yang sudah di sewa Siska dari 1 minggu lalu.
Setelah sampai pelayan pun menambah kursi yang tadinya hanya untuk berdua sekarang untuk berlima.
Setelah semua duduk mereka pun memesan makan malam dengan menu spesial Restoran dan makanan penutup tak lupa mereka pesan.
Sambil menunggu pesanan datang dan di sajikan, mereka pun berbincang satu sama lainnya.
Sedangkan Azkia hanya menyimak obrolan antara mereka.
Sesekali iya tersenyum di kala ada obrolan yang bikin senyum semua orang, tawa Bun penuh dengan candaan yang di berikan oleh Papa Darren yang sengaja membuat topik untuk mencairkan suasana yang agak canggung saat mereka masuk ruangan.
Beberapa menit berlalu, pesanan pun akhirnya datang dan di sajikan dengan penataan yang rapi oleh 2 pelayan.
"Silahkan tuan nyonya selamat menikmati hidangan Restoran kami." kata salah satu pelayan itu mempersilahkan menikmati hidangan.
"Ya terimakasih."
Setelah sang pelayan itu meninggalkan ruangan private mereka pun menikmati makan malam dengan khusu tanpa ada percakapan.
Kita tinggalkan mereka yang sedang makan khusu, kita tengok Yono yang pulang dengan kegalauan hahaha..
Di tempat yang kelap-kelip lampu penerangan kurang, Yono yang seorang diri dengan hati agak kacau karena perkataan Papa dari sang pujaan hati.
Duduk termenung dengan gelas berisi cairan warna kuning terang di depan meja bar.
"Apa yang harus ku lakukan aaakh.. Kia aku udah jatuh cinta sama kamu tapi kenapa kamu menolak ku, apa lagi Papa Azkia itu berbicara seolah aku tak pantas untukmu, aaakh.. Padahal aku udah prediksi kalau Kia akan menerima ku, tapi kenyataan yang kejam." gerutuan Yono sedari ia duduk di sana.
Seorang bartender yang mendengar Yono mengoceh sedari tadi hanya geleng-geleng kepala.
Tak jauh dari tempat duduk Yono ada seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan racauan Yono yang sedang putus asa, ia pun tersenyum kecil penuh arti lalu mendekati Yono.
"Hai ganteng, apa kamu butuh teman untuk minum?" tanya cewek yang tak jauh dari tempat Yono.
__ADS_1
Yono yang sedari tadi meracau tak jelas, mendengar suara cewek yang mirip dengan Azkia, ia pun langsung menoleh ke arah suara.
"Kia.. Akhirnya ka-kamu menyusul ke sini?" kata Yono yang sudah setengah mabok tapi karena Yono tak bisa menahan alkohol jadi dia sudah mabok.
Wanita itu tersenyum penuh arti, melihat Yono yang tak tahan dengan alkohol malah masuk ke club' malam dengan meminum minuman alkohol kadar tinggi. "Aku bukan wanita yang kau sebut, kenalkan namaku Stella."
Yono tak peduli dengan perkataan wanita itu ia langsung memeluk wanita itu dengan erat.
Sedangkan wanita yang tadi memperkenalkan diri hanya diam dengan sikap Yono yang sudah memeluknya, detik berikutnya ia pun membalas pelukan Yono dengan senyum mengembang, "kau masuk perangkap ganteng," gumam Stella.
"Kia, aku mau.." belum selesai Yono bicara dia sudah pingsan di pelukan wanita yang di sangka Azkia.
"Hmm.. Menyusahkan, tapi lumayan aku dapet mangsa." gumam Stella.
Kita balik ke tempat makan malam keluarga Adrian.
Setelah mereka menyelesaikan makan malam, mereka pun berbincang banyak hal, dari mulai Adrian dan Papa Darren yang membahas pekerjaan lalu Mama Andini yang menanyakan tentang perkembangan persiapan pernikahan antara Adrian dan Siska.
Azkia yang sedari tadi hanya bisa mendengar dan menyimak percakapan mereka berempat.
"Sayang kamu bosen ya? Apa kita pulang saja?" kata Mama Andini pada Azkia.
"Ah.. Gak ma, Kia hanya bingung saja untuk mengikuti percakapan Mama dan Mbak Siska, Kia dengerin aja Ma gak papa kok." sahut Kia.
"Kamu mau pesan yang lain Kia?" tanya Adrian.
"Ah.. Gak usah mas, Kia udah kenyang kok."
"Sayang, aku ke toilet dulu ya!" kata Siska pada Adrian.
"Apa mau ku temani?"
"Ya sudah, jangan lama-lama ya."
"Iya, Om, Tante, Kia, aku pamit ke toilet dulu."
"Iya.." sahut mereka bersamaan."
Siska pun bergegas ke toilet dengan langkah yang terlihat terburu-buru seakan ia sudah menahan nya sedari tadi.
Setelah sampai di kamar mandi ia melihat tak ada siapa pun di dalam sana, ia pun mengunci toilet dari dalam tak berselang lama ia langsung berteriak sekencang-kencangnya.
"Aaakkhhh.... Kenapa harus jadi kacau begini sih, persiapan ku sia-sia saja, aku harus bagai mana ini, aku harus membuat orang tua dan adik angkatnya itu segera pulang, dan aku bisa berduaan dengan Adrian."
Sika pun mengambil ponselnya di dalam tas lalu menghubungi nya.
"Hallo.. Tolong kamu kerjakan rencana kita yang ke dua awas jangan sampai gagal."
"Baik, apa rencana mu gagal?"
"Sudah jangan banyak bicara kerjakan saja perintah ku." teriak Siska.
"Ya.. Ya.. Ya.."
Sambungan pun terputus. "Aku pasti bisa, kali ini jangan sampai gagal." gumam Siska.
__ADS_1
"Tok.. Tok.. Tok.. Apa ada orang di sana? Kenapa di kunci? Buka pintunya!"
"Ah sial, kenapa harus ada yang masuk sih," gumam Siska.
"Ya.. Sebentar."
"Kamu tak apa nona?"
"Ya saya tak apa!"
Ceklek..
"Maaf sudah menunggu."
"Ah.. Tak apa, ku pikir ada yang terkunci."
"Tidak apa, kalau begitu saya permisi nyonya."
"Ya.. Nona."
Siska pun berlalu meninggalkan toilet meninggalkan wanita yang tadi ngetuk pintu kamar mandi.
Siska pun masuk kembali ke ruangan private yang tadi.
Ceklek...
"Sayang lama sekali ke toilet nya, apa kamu sakit perut?"
"Ad tida hanya saja tadi kunci kamar mandi aga macet jadi sedikit lama." bohong Siska.
"Ah.. Apa bener begitu Siska? Apa kamu sudah sudah menghubungi pihak penanggung jawabnya?" kata Mama Andini.
"Sudah Tante, tenang saja tadi aku langsung melapor."
"Baguslah kalau begitu."
Mereka pun meneruskan perbincangan mereka yang sempat terpotong tadi.
Ting.. Ting.. Ting..
Suara ponsel berdering begitu nyaring, tak lama sang empunya ponsel langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas melihat icon pemanggilan adalah orang kepercayaan nya.
"Sebentar papa angkat telpon dulu."
"Dari siapa Pa?"
"Bukan dari siapa-siapa Ma,"
Ya suara itu berasal dari ponsel Papa Darren, ia pun bergegas keluar dari ruangan agak tak ada yang mendengar mereka bicara.
"Hallo.."
"Apa..."
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1
Bersambung .....
Maaf lama up π