
💝.....
💝.....
💝.....
Sampai di Mall, Mamah Andin bersama Azkia menuju toko baju brand ternama di salah satu Mall elit.
"Mah, Mamah mau beli baju?" tanya Kia saat memasuki toko baju brand ternama itu.
"Iya sayang, buat kamu, Mama lihat kamu belum punya banyak baju ganti untuk pergi kuliah kamu, jadi Mama ajak kamu kesini, gimana kamu suka kan?" sahut Mama Andini.
"Mamah gak salah ajak aku kesini? ini kan baju mahal Mah?" bisik Azkia pada Mama Andini.
"Ya ampun sayang, jangan bilang begitu dong kamu kan anak Mamah sekarang! jadi kamu gak boleh nolak, kalo kamu nolak, Mama bakal sedih!" sahut Mama Andin sambil memperlihatkan wajah sedihnya.
"Tapi Mah.. " belum beres bicara, sudah di potong aja.
"Tak ada tapi Kia, pokonya kamu pilih yang kamu mau oke!" tugas Mama Andin.
Azkia pun pasrah dan tak mau membantah lagi, iya keliling toko tersebut yang di ikuti oleh pelayan toko di sana, sedangkan Mama Andini duduk di kursi tunggu.
"Maaf Nona, kalau boleh saya tau, mbak cari baju yang kaya gimana ya?" kata sang pelayan yang sedari tadi mengikuti Azkia keliling melihat baju yang terpajang di toko yang lumayan luas.
"Emm.. saya mau cari baju santai, untuk pergi kuliah, mbak punya rekomen gak?" tanya Kia pada sang pelayan.
"Ada, silahkan ikut saya Nona ke sebelah sini." sahut sang pelayan.
Azkia pun mengikuti sang pelayan tadi, menuju baju-baju santai dan casual.
Saat sampai di tempat yang di tuju, sang pelayan pun langsung memilihkan baju dress dan setelan yang cocok buat sang pelanggan yang sedang dilayaninya.
"Ini Nona saya pilihkan yang cocok buat anda, anda bisa mencobanya di tempat pas, sebelah sana." kata sang pelayan sopan dan sambil tersenyum ramah.
"Terimakasih mbak, kalau begitu saya mencobanya dulu ya."
Azkia pun masuk ke ruang pas, untuk mencoba baju yang di pilihkan oleh pelayanan tadi.
Azkia sampai bingung untuk memilih yang mana akan ia pilih, karena semua yang iya coba, pas di badannya dan begitu cocok saat melihat di depan kaca.
Andini yang sedari tadi menunggu, akhirnya mendekat ke ruangan Azkia yang sedang mencoba pakaian tadi.
"Mbak anak saya mana?" tanya Andini pada sang pelayanan yang tadi melayani Azkia.
"Masih di dalam nyonya!" kata sang pelayan sambil menunjukkan ruangan Azkia sedang mencoba berbagai pakaian.
"Terimakasih mbak." kata Andini lansung mendekati ruangan itu.
"Sayang, apa kamu sudah selesai?" kata Andini.
__ADS_1
"Ah.. iya Mah, sebentar." sahut Kia di dalam ruangan itu.
Tak lama Azkia pun keluar dengan baju-baju yang tadi iya coba, Kia pun akhirnya memutuskan untuk mengambil dua setelan saja karena tak mau di sangka aji mumpung.
"Gimana sayang, sudah mencobanya?" tanya Andini saat Kia keluar dari ruangan ganti.
"Sudah Mah, ini saja yang Kia ambil." sahut Kia.
"Loh kok cumacuma dua pasangan sih sayang? coba mamah lihat?"
Azkia pun memberikan pakaian yang ada di tangannya yang tidak di pilihnya pada sang mamah.
"Ini bagus semua loh, kenapa kamu cuma dua pasang sih?" heran Andini melihat sang anak angkatnya.
"Ini sudah cukup kok mah, terlalu banyak takut tak kepake!" kata Kia menyahuti sang mamah.
Andini tau, kalo alasan yang Azkia berikan bukan yang sebenarnya, anak itu pasti masih sungkan terhadap dirinya, akhirnya dia mengambil inisiatif untuk membungkus semua yang di pilih sang pelayan tadi.
"Mbak, tolong bungkus semuanya ya, Kia berikan pakaian yang ada ditangan mu sayang!" perintah Andini pada sang pelayan sambil memberikan pakaian yang di tangannya pada sang pelayan.
Azkia hanya melongo saat sang mamah memborong semua pakaian yang ia coba tadi, tanpa membantah, ia pun memberikan pakaian yang ada di tangannya, tak bisa membantah, karena membantah pun percuma, hanya akan menjadi perdebatan, alhasil, Kia pun pasrah menurut pada sang mamah.
"Baik nyonya, apa ada lagi yang Anda butuhkan? mungkin gaun untuk pesta?" kata sang pelayan.
"Ah.. ide bagus mbak, kamu bawakan saja kesini yang cocok untuk anak saya, tapi jangan yang terlalu seksi ya mbak!"
"Baik nyonya, kalau begitu saya ambilkan dulu!"
"Sudah kamu duduk saja tunggu mbak pelayan itu bawa gaun cantik untuk kamu sayang."
Azkia pun menurut saja atas perlakuan sang mamah angkat, yang dulu nyonya nya.
Beberapa saat berlalu, sang pelayan pun datang membawa beberapa gaun cantik dengan ukuran yang pas untuk Azkia.
"Ini nyonya, nona, pilihan gaunnya." kata sang pelayan saat datang di hadapan Andini dan Azkia.
Andini pun berdiri lalu memilihkan gaun untuk sang anak.
"Sayang, coba gaun yang mamah pilih."
"Tapi mah.. "
"Ayo sayang, No tapi, bentar lagi kamu masuk kuliah loh?"
Akhirnya Azkia pun menurut saja, ia pun masuk ruangan pas dengan membawa gaun pilihan sang mamah.
"Sayang nanti mamah lihat ya?"
"Iya mah." dengan terpaksa Azkia pun memakai gaun pertama tanpa lengan dengan panjang selutut, Azkia pun keluar dari ruangan dengan malu.
__ADS_1
Saat Azkia keluar ruangan pas, Andini melihat kagum pada sang anak angkat, lalu mendekat pada sang anak.
"Sayang kamu cantik banget, cocok gaun ini, ayo coba yang lainnya." kata Andini kagum.
"Makasih mah." sahut Kia dengan malu saat dapat pujian dari sang mamah.
Azkia pun masuk kembali ke ruangan pas dan mengganti gaun yang lain sampai semua sudah iya coba bolak-balik kelua dan masuk ruangan pas, akhirnya mamah Andini borong semua gaun yang ia pilih untuk Azkia.
"Mbak bungkus semua yang sudah anak saya coba, saya tunggu di kasir ya!"
"Baik nyonya, kalau begitu saya akan membawa ke kasir." sahut sang pelayan.
Saat depan kasir, Andini bertemu dengan teman arisan nya.
"Loh jeung Andini lagi belanja?" tanya teman arisan Andini.
"Eh, jeng Rita, iya nih lagi belanja, jeng Rita juga belanja?" kata Andini sambil bertanya balik.
"Iya nih jeng, saya lagi cari gaun buat pesta perusahaan teman suami saya jeng, jeng Andini juga beli gaun kah?" tanya Rita.
"Iya jeng, sudah dulu ya jeng Rita saya mau bayar belanjaan saya sudah di panggil."
"Ah iya jeng silahkan."
Andini pun meneruskan langkahnya ke kasir, untuk membayar belanjaannya.
'Eh Andini sama siapa ya? kok aku baru lihat anak gadis itu? sudah lah mungkin pembantu nya.' gumam Rita, lalu ia pun masuk mencari yang ia butuhkan.
"Saya mau bayar belanjaan saya mbak, jadi berapa ya?" tanya Andini saat sampai kasir.
"Apa barangnya yang ini semua nyonya?" tanya sang kasir.
"Iya mbak." sahutnya kembali.
"Di tunggu sebentar ya nyonya, saya hitung dulu." kata sang kasir.
"Ya."
"Total semua belanjaan nyonya 155 juta rupiah." kata kasir.
Andini langsung memberikan kartu sakti nya, saat Azkia melongo mendengar nominal yang di sebutkan oleh sang kasir.
'Ya ampun, mahal banget, gimana aku balikin uang sebanyak itu?' gumam Azkia di dalam hatinya.
"Ayo sayang, nih bawa belanjaannya." kata Andini menyadarkan lamunan Azkia.
"Eh iya mah."
Mereka pun lalu keluar dari toko itu, lalu keluar dari mal itu menuju lobi, dan tak lupa menelpon sang supir.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung.....