
💝.....
💝.....
💝.....
Satu jam lamanya Azkia mengikuti serangkaian tes ujian seleksi masuk universitas negeri terbaik di salah satu daerah pusat kota J.
Akhirnya Azkia pun sudah menyelesaikannya lebih awal, tinggal menunggu hasilnya besok, saat Azkia akan meninggalkan ruangan, seorang wanita cantik menghampiri Azkia menyapa dan berkenalan.
"Hai, namaku Cindy, tak apa kan kita berkenalan?" kata Cindy dengan senyuman senang.
"Hai juga, namaku Azkia, senang berkenalan dengan mu." sahut Kia menyambut tangan Cindy.
"Wah aku juga senang berkenalan dengan mu Kia, aku gak salah nilai sedari awal, kamu baik dan juga cantik, tidak sombong, mau kan kamu berteman dengan ku?" kata Cindy dengan antusias.
"Ah kamu bisa aja, kamu juga cantik dan baik Cindy, sekarang kita berteman, ngomong-ngomong kamu ambil jurusan apa Cindy?"
"Terimakasih ya Azkia, sudah mau menjadi teman ku, sedari tadi aku mengajak kenalan yang lain setelah perkenalan mereka langsung pergi meninggalkan ku karena mereka sudah mempunyai teman masing-masing, tapi kamu gak begitu, akhirnya aku menemukan teman juga, aku ambil jurusan kedokteran, kamu sendiri ambil jurusan apa Kia?"
"Oh begitu ya Cindy! aku sedari tadi lebih menyendiri dari pada aku di cuekin, wah kita satu jurusan Cindy, mungkin ini takdir yang di atur allah, kita bertemu dan berteman, semoga kita bisa lulus tes dan bisa saling membantu kedepannya." sahut Kia dengan senyuman lebarnya.
Mereka pun tertawa bersama, lalu melanjutkan berbincagan mereka sampai mereka tak menyadari dari jarak 10 meter ada 2 cowok yang memperhatikan mereka.
"Den, lihat 2 cewek itu mereka cantik ya, kita samperin yuk, siapa tau mereka jodoh kita."
"Wah loe yon, kalo liat yang bening aja loe gercep banget, ya udah kita samperin."
Mereka pun menghampiri 2 cewek barusan yang mereka lihat.
"Hai cecan, beleh berkenalan? kenalin gue Dendi, dan ini teman gue Yono."
Dua cewek itu saling lirik satu sama lain, dan Cindy pun mengangguk, karena Cindy pikir tak masalah berkenalan toh berteman itu tak mesti harus sesama cewek kan, akhirnya Cindy yang menyambut uluran tangan Dendi.
Dengan senyum di wajahnya Cindy pun menjabat tangan Dendi. "Hai juga aku Cindy dan ini teman ku Azkia."
"Hai Cindy Hai Azkia, senang berkenalan dengan kalian, wanita cantik tapi tak sombong, seperti kebanyakan cewek cantik biasanya pada sombong tapi kalian tidak."
"Gue Yono, salam kenal, semoga kita bisa berteman atau lebih boleh."
"Ya semoga aku Cindy,"
Mereka pun berbincang dengan asik di taman kampus, dengan tawa bahagia mereka.
"Eh lapar nih, kita ke kantin yuk?" kata Dendi saat perutnya berbunyi.
"Iya nih sama, aku juga laper." sahut Cindy dan Yono.
Sedangkan Azkia sedang berbalas pesan dengan mamah Andini, saking asiknya Azkia tak menyadari ajakan temen-temen nya.
"Kia." kata Cindy sambil menepuk bahunya.
Azkia yang sedang asik berbalas pesan dengan sang mamah kaget. "Eh iya Cin, kenapa?"
__ADS_1
"Ya ampun Kia, kamu saking asiknya sama handphone, kita itu mau ke kantin, kamu mau ikut?" kata Cindy.
"Ah iya maaf Cin, aku lagi berbalas pesan dangan mamah ku, oh kalian mau ke kantin ya? ya sudah yuk, mamah ku masih 1 jam lagi buat jemput aku." sahut Azkia.
"Kirain sama pacar kamu, saking asiknya tak denger ajakan kami." celetukan Dendi.
Azkia hanya tersenyum saja saat mendengar penuturan Dendi.
Yono yang diam-diam sedari tadi memperhatikan Azkia, dia tersenyum kecil sampai tak bisa ada yang melihatnya, menyiratkan sebuah arti yang dalam, dan tak tau arti apa.
Mereka pun beriringan menuju kantin, tak membutuhkan waktu lama, mereka pun mencari meja kosong untuk mereka duduk.
Setelah mendapatkan tempat duduk, Dendi pun menawarkan iya yang akan pesan makanan.
"Kalian mau makan apa?" tanya Dendi.
"Aku mau soto ayam aja deh, minum nya teh hangat." sahut Cindy.
"Aku samain aja sama Cindy deh, eh apa gak papa ya kamu sendiri yang pesan makanan?" kata Kia tak enak hati.
"Enggak lah santai saja, masa iya cewek yang memesan nya, ayo yon kita pesan makanannya, masa iya gue bawa nampan sendiri?"
Dengan malas Yono bangun dari duduk dan lamunan yang sedari tadi fokus melihat kecantikan Azkia yang alami, berbeda dengan Cindy yang cantik dengan make-up agak tebal.
Dendi dan Yono pun berlalu memesan makanan untuk mereka.
"Kia, kamu nyadar gak sih sedari tadi Yono liatin kamu terus, kayanya dia suka deh sama kamu?"
"Hah, masa sih Cin?"
"He.. he.. maaf ya, mamah ku emang oper, karena takut anaknya kenapa-kenapa, karena aku baru di sini."
"Iya deh yang anak mamah, ha.. ha.. ha.. "
"Bukan gitu Cin, itu karena mamah ku sayang sama aku, makannya dia oper, padahal aku cuma anak angkat nya."
"Hah, beneran Kia? maaf ya Kia, aku gak maksud loh."
"Iya Cin, gak papa kok memang kenyataannya, aku cuma anak angkat mereka." sahut Azkia dengan senyuman lebar.
"Wah salut deh sama mamah angkat kamu, gak salah mereka mengangkat kamu sebagai anak angkat, karena bukan cantik luar saja tapi cantik hatinya juga." fuji Cindy.
"Kamu Bisa aja Cin."
Perbincangan Cindy dan Azkia pun berhenti saat Dendi dan Yono datang membawa nampan masing-masing di tangannya.
"Silahkan tuan putri makanan sudah siap." kata Dendi sambil tersenyum.
Yono tak bersuara dia hanya diam dan cuma tersenyum saja.
Mereka berempat pun makan bersama dengan nikmat dan tak ada percakapan saat mereka makan.
Setelah makan, mereka pun berbincang kembali membahas segala sesuatu berbagai macam topik mereka bicarakan, sampai akhirnya Azkia berpamitan.
__ADS_1
"Teman-teman maaf ya, aku duluan ya sudah di jemput mamah."
"Eh, kalau gitu aku juga pulang deh udah ngantuk juga nih." sahut Cindy.
"Ya udah yuk kita barengan aja pulang, kamu di jemput apa bawa kendaraan Cindy?" kata Dendi dan bertanya.
"Aku naik ojol aja Den." sahut Cindy.
"Ya udah bareng gue aja, kita kan searah Cindy, gue bawa mobil kok tenang saja."
"Eh gak ngerepotin nih Den?"
"Gak lah, kan kita searah."
Mereka pun berjalan bersama, sampai depan parkiran mereka berpisah.
"Kia kamu gak papa kan keluar sendiri kita belok ke parkir." Kata Dendi.
"Iya Den gak papa kok, aku bisa sendiri."
"Eh, gimana kalo aku nunggu di gerbang aja sambil anterin Kia juga, kasihan Kia sendirian."
"Ya udah kalo mau nya loe gitu, kamu tunggu di sana ya, gue ambil mobil dulu." kata Dendi.
"Iya Den, kalo gitu gue sama Kia duluan ya."
Mereka pun berpisah, Yono sedari tadi diam hanya memperhatikan, Azkia sedari tadi.
Dendi cowok ganteng, hambel, ramah pada semua orang.
Yono cowok ganteng, dingin, tapi dia baik aslinya, karena dia jarang ngomong.
Saat sampai di gerbang gedung kampus, Kia langsung melihat mobil mamah Andini.
"Sayang." panggil Andini pada Kia.
Kia yang melihat sang mamah, langsung menghampiri, Cindy pun mengebor Kia.
"Mah maaf ya, Kia lama, dari kantin lumayan jauh he.. he.. "
"Iya sayang tak apa, mamah baru sampai 5 menit lalu kok, eh ini siapa sayang?"
"Ah ini, teman ku mah, kenalin dia Cindy mah, teman baru Kia."
"Halo tente, kenalin aku Cindy, teman Kia."
"Wah seneng nya, baru masuk udah dapet temen, terimakasih ya udah mau temanan sama anak tante, tolong jagain Kia ya."
"Ih mamah apaan sih, emang Kia anak kecil harus di jagain."
Mereka pun tak lama berbincang, karena Dendi dan Yono sudah sampai di depan gerbang juga.
Mereka pun berpamitan satu sama lain.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...