
π.....
π.....
π.....
'Hais kenapa mulut tak bisa di rem sih, melihat Kia yang sedih karena tuduhan ku, hati ku merasa ikut sakit, ada apa dengan hati ku ini?'
"Tuan, tuan, tuan baik-baik saja kan?"
"Hah.. " Adrian pun sadar dari pikirannya. "Iya Nad, saya baik-baik saja, ada apa?"
"Saya akan baca kan jadwal hari ini tuan!"
"ya katakan."
Nadia pun membacakan jadwal meeting dan pertemuan dengan klien.
"Oh iya tuan, hari jumat besok tuan harus survei lokasi di luar kota karena ada kendala dengan para pekerja yang katanya tak di bayar full oleh pemborong!"
"Apa? hari besok saya tak bisa, biar Bian saja yang kesana, dan kamu temani dia Nad, nanti Saya yang bicara pada Bian, apa ada lagi yang belum kamu sampaikan Nadia?"
"Baik tuan, tidak ada, saya sudah semua infokan, kalau begitu saya pamit."
"Ya, tolong panggil Bian."
Nadia keluar ruangan sang tuan, lalu memanggil Bian di ruangannya yang berada di sebelah ruangan Adrian.
Tok.. tok..
"Masuk."
"Permisi tuan, tuan Adrian memanggil anda ke ruangannya!"
"Ah.. ada apa?"
"Mungkin soal kerjaan yang ada di luar kota itu yang sedang bermasalah."
"Ya sudah terimakasih Nad, nanti saya ke sana, tanggung sedikit lagi kerjaan ku kelar."
"Kalau begitu saya permisi."
5 menit berlalu Bian pun beranjak dari kursi kebesarannya, lalu keluar dan masuk ke ruangan sang bos yang tak lain sahabatnya.
Tok.. tok.. Ceklek
"Tuan anda memanggil ku?"
"Ya, masuk."
Bian pun masuk dan mendudukan di kursi depan meja sang tuan.
"Ada apa?"
"Ada masalah proyek yang berada di Surabaya, kamu tolong handel bersama Nadia, aku ada urusan dengan Siska, ngomong-ngmong bagai mana perkembangan penyelidikan kamu Bi?"
"Baik tuan, oh soal itu anak buah ku belum menemukan yang lebih, tuan."
__ADS_1
"Ya sudah, kalau sudah menemukan sesuatu, cepat infokan."
"Baik tuan, ada lagi yang bisa saya bantu?"
"Tidak, sementara itu saja, kamu boleh kembali bekerja."
"Baik, saya permisi tuan."
"Hmmm.. "
Bian pun keluar dari ruangan Adrian, kembali ke ruangan sendiri.
β
"Aaaaa.... Kia kita lulus lihat sini ada nama kita, akhirnya kita akan bersama selamanya." seru Cindy kegirangan saat menemukan nama dia dan Azkia di papan pengumuman kelulusan di terima di Universitas ternama di kota J.
"Alhamdulillah Cindy, apa kita saya yang di terima? Yono dan Dendi bagaimana? apa kamu menemukan nama mereka juga?" seru Azkia dengan pertanyaan.
"Ah... aku lupa belum mencari nama mereka, aku akan melihat nya sekali lagi, kamu juga ya Ki, biar cepat menemukannya."
"Baik, ayo kita cari."
Mereka pun mencari nama teman laki-laki nya yang dari awal bertemu dan menjadi sahabat.
Tak butuh waktu lama akhirnya Azkia yang menemukan nama sahabat laki-laki mereka, dan ternyata Dendi dan Yono pun sama dengan nya dan Cindy, lulus dengan hasil nilai yang cukup tinggi.
"Cindy, aku menemukan nama mereka, dan mereka pun sama dengan kita yang lulus mendapat nilai tinggi, ayo kita ke kantin sambil menunggu Dendi dan Yono di sana, aku haus nih." seru Azkia.
"Wah akhirnya kita bisa bersama-sama dan bisa mengerjakan tugas bersama, ayo Ki aku akan menghubungi Dendi, dan kamu menghubungi Yono oke?"
Mereka pun berlalu dari tempat pengumuman hasil tes menuju kantin, dengan handphone di tangan masing-masing sambil mengetik pesan pada teman mereka.
Sampai di kantin Azkia dan Cindy langsung memesan es kelapa jeruk lalu duduk di meja kosong.
"Kia, kita harus buat WEG biar komunikasi kita berempat lancar, gimana menurut kamu?"
"Aku sih ngikut saja Cin."
"Ya sudah, ku anggap kamu setuju ya Ki!"
"Iya Cindy... "
Tak lama es kelapa jeruk pun datang, langsung di sambar Cindy dan Azkia.
Tak lama juga Dendi dan Yono akhirnya datang, mereka memang sengaja datang terlambat.
"Hai, kalian udah lama?" seru Dendi saat sampai di meja yang Cindy dan Azkia duduki.
"Kalo di kantin sih baru beberapa menit, lalu masuk gedung ini sudah setengah jam yang lalu! kenapa kalian baru datang?" seru Cindy panjang lebar.
"Gue, tadi ada hal penting yang tak bisa di tinggal, dan Yono dia ikut gue."
"Oh begitu? oh iya aku dan Azkia tadi udah lihat pengumuman, dan alhamdulillah kita berempat lulus dengan nilai yang lumayan tinggi."
"Wah benarkah Cin?" seru Dendi dan Yono.
"Benar, tanya saja Kia, kalo kalian tak percaya."
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau kita lulus jadi kita bisa selalu bersama." seru Dendi.
"Iya Den, aku udah usulin pada Kia, kita akan buat WAG, apa kalian setuju?" seru Cindy mengutarakan idenya.
"Wah bagus dong, gua setuju Cin, loe gimana Yon?"
"Gua ngikut saja."
"Fix ya, sekarang aku langsung buat WAG."
β
Sore harinya Adrian pulang sendiri, karena Azkia pulang setelah makan siang, bersama teman-teman barunya.
"Selamat sore tuan?"
"Hmm.. gimana tadi hasilnya?"
"Alhamdulillah saya lulus tuan."
"Syukur alhamdulillah, semangat belajar ya, maaf untuk perkataan pagi tadi."
"Tak apa tuan, wajar tuan menuduh saya yang tidak-tidak, saya pun tak menyangka dengan takdir yang Alloh kasih pada saya."
"Ya sudah kamu siapkan air mandi buat saya."
"Baik tuan."
Azkia bergegas menyiapkan segala kebutuhan sang tuan muda seperti biasanya, setelah sudah siap semuanya, ia pun keluar kamar dan langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam seperti biasa.
Makan malam pun tiba, Azkia yang sudah di ultimatum oleh sang nyonya agar makan bersama, setelah hari itu.
"Sayang? kapan kamu mulai masuk kuliah?"
"Senin depan Mah, karena hari esok sampai sabtu masa MOS dulu, maka dari itu Kia mau bilang selama 3 hari Kia akan berangkat lebih awal dan pulang pun sore Mah, Pah."
"Tak apa sayang yang penting kamu semangat ya belajarnya, benar kan Pah?"
"Iya mah, papah juga tak keberatan kok, Kia kamu harus semangat, awas jaga kondisi kamu ya Kia?"
Belum sempat Kia menjawab, Adrian baru saja datang dan bergabung untuk makan malam.
"Malam mah, pah, Kia, kenapa kalian belum mulai makan?"
"Malam juga sayang, kan kita nunggu kamu? gimana sih? tumben kamu lama?"
"Maaf mah, pah, tadi ada telepon dulu, ada masalah kantor." sahut Adrian dengan raut wajah yang menyesal.
"Ya sudah kita makan dulu saja, nanti di bahasnya setelah makan." sahut Darren.
Mereka pun makan dengan keheningan seperti biasanya.
Setelah makan malam mereka pun beralih ke tempat santai seperti biasa dengan di temani teh dan cemilan yang selalu Azkia buat setiap harinya.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Bersambung.....
__ADS_1