
💝.....
💝.....
💝.....
"Duduk lah Kia, ada yang akan saya bicarakan sama kamu!" kata nyonya Andini.
"Hah.. A-ada apa nyonya? apa saya punya kesalahan patal?" kata Kia gugup dan bukannya duduk tp masih berdiri karena takut.
"Bukan, duduklah dulu." sahut suami istri yang duduk di sofa.
"Ba-baik nyonya." lagi Kia menjawab dengan gugup.
Setelah Kia duduk barulah perbincangan di mulai.
"Begini Kia, saya dan suami saya, berniat untuk menyekolahkan mu, dan nanti hari senin kamu harus mengikuti tes dahulu, maka dari itu kamu belajar lah dengan giat." kata nyonya Andini.
Azkia syok dan tak menyangka, akan di kuliahkan oleh majikannya, bermimpi pun tidak, dia mencoba mencubit lengannya sendiri, guna untuk menyadarkan diri dalam mimpinya.
"Aaaaaawww... " terik Kia yang tersadar dari kebimbangannya dan yang di sangka semua yang di katakan nyonya Andini mimpi atas berita yang terdengar dari sang majikan.
"Astaga Kia, kamu itu tidak sedang mimpi! sakit bukan?" kata nyonya Andini.
"Saya harap, kamu tak mengecewakan, saya dan istri saya, saya tulus membantu kamu agar kamu bisa melanjutkan cita-cita kamu yang mulia itu, tapi!"
"Ta-tapi apa tuan? apa yang harus saya lakukan?" Kia langsung menyadarinya saat tuan besarnya bilang kata tapi, pasti ini semua tak gratis.
"Kamu harus, membuat anak saya jatuh cinta sama kamu, dan nanti pada saat waktunya datang, kamu harus siap sedia, menikah dengan anak saya! kamu mau kan?" kata tuan Darren.
Kini Kia lebih syok dari pada hal yang pertama, bayangkan saja, tuan besar dan nyonya nya mau menguliahkan tapi ada syarat untuk bikin tuan muda jatuh cinta padanya, memikirkannya saja, tak sanggup, apa lagi menjalankan apa yang tuan besar dan nyonya bilang, bahkan mereka akan menikahkan mereka saat waktunya datang? sederetan pertanyaan di pikirkan Kia, akhirnya Kia bertanya pada tuan besar dan nyonya.
"Tuan besar, tapi kenapa saya? saya hanya seorang pembantu di rumah ini kenapa tuan besar dan nyonya malah menyuruh saya untuk membuat tuan muda jatuh cinta sama saya? lalu maksud dari, pada saat waktunya datang saya harus siap menikah dengan tuan muda?" serentetan pertanyaan kebingungan Kia semua ia keluarkan.
__ADS_1
Suami Istri itu malah saling melihat satu sama lain sebelum menjelaskan apa yang mereka rencanakan.
"Pah, kamu saja yang jelaskan!" bisik sang Istri.
"Iya mah," sahutnya lirih.
"Begini Kia, kamu dengarkan rencana saya." sahut tuan Darren.
Tuan Darren pun menjelaskan apa yang membuat nya memilih Kia sebagai pengganti menantunya kelak, dengan penuh kesabaran tuan besar dan nyonya menjelaskan semuanya.
'Aku mengerti apa yang di jelaskan kedua orang itu, tapi aku masih ragu dengan rencana mereka, apa mungkin sang tuan muda akan suka padaku? tapi kenapa tuan besar dan nyonya nya malah memilih dirinya yang hanya dari kalangan bawah dan seorang pembantu di kediaman mereka, padahal aku sering menonton TV bisanya orang kaya akan menjodohkan anaknya dengan anak rekan bisnis mereka, tapi nyonya dan tuannya malah ingin menjodohkan aku yang seorang pembantu dengan anak semata wayangnya.' gumam ku dalam hati.
Lamunan Azkia pun tersadar saat sang nyonya memanggil namanya.
"Kia jangan takut dengan rencana kami, kami akan menjamin segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, kamu mau kan Kia?" tanya nyonya Andini dengan cemas takut Kia akan menolak rencana mereka.
"Eh.. I-iya nyonya sa-saya benar-benar takut nyonya, tuan muda akan marah terhadap saya!" sahut Kia dengan gugupnya.
"Kamu jangan takut Kia, saya akan ada di belakang kamu kalau anak saya memarahi kamu, kamu harus sering memberi perhatian pada Adrian, agar Adrian bisa melirikmu, dan satu lagi nanti saya akan mengubah penampilanmu sebelum kamu pergi untuk melakukan test untuk masuk kuliah." kata nyonya Andini meyakinkan Kia.
"Hei.. jangan menangis?" kata nyonya Andini.
"Biarkan saja mah, Kia pasti masih sangat syok, kita tunggu Kia tenang dulu." kata Darren pada sang istri.
"Iya pah, sebenarnya mamah kasihan sama Kia, tapi mamah juga sayang sama Kia, mamah udah anggap Kia sebagai anak mamah, papah tau sendiri kan?"
"Iya mah papah tau, makannya papah berencana menjodohkan Kia dengan anak kita."
Suami istri itu berbincang sambil berbisik karena tak mau mengganggu Kia yang sedang meluapkan rasa syok dan di campur haru.
Setelah di rasa cukup, Kia pun menghentikan tangisnya, hening dalam beberapa menit, Kia pun mulai mendongakan kepalanya, menatap nyonya dan tuan besarnya yang berada di depannya.
"Tu-tuan, nyonya terimakasih atas segala kemurahan hati kalian, maafkan Kia karena Kia nangis bahagia, tapi..!" belum selesai Kia bicara sudah di potong oleh nyonya Andini.
__ADS_1
"Tapi apa Kia?" tanyanya.
"Kia.. tak tau caranya, buat tuan muda Adrian bisa jatuh cinta sama Kia!" kata Kia.
"Ha.. ha.. ha.. kalau itu kamu tenang saja sayang, mamah akan bantu kamu, dan kamu harus panggil saya mamah saat kita berdua atau bertiga seperti ini, kamu mau kan Kia?"
"Hah.. ta-tapi nyonya!"
"Tak ada tapi Kia, panggil saya papah juga ya!"
"Ba-baik tu.. eh pah, mah,"
Suami istri itu tersenyum saat Kia memanggilnya pah, mah ada rasa aneh di hati keduanya yang membuncah, dari dulu mereka ingin memiliki anak perempuan tapi apa boleh buat Allah tak berkehendak untuk memiliki anak lagi, meskipun mereka sudah berusaha apapun yang di sarankan dokter tapi tetap Allah yang punya kuasa.
"Nah gitu dong, nanti kita bicara lagi, sekarang sudah malam kamu istri ya, ingat pesan mamah dan papah ya Kia."
"Iya mah pah." sahut Kia sedikit bergetar.
"Jangan canggung begitu dong sayang, nanti hari minggu kita jalan-jalan, dan merubah penampilan kamu, oke!"
"Iya mah, pah, kalau gitu Kia pamit dulu, selamat istirahat mah pah."
"Iya sayang, selamat istirahat juga."
Mereka pun melihat punggung Kia sampai lenyap dari balik pintu.
"Pah, akhirnya kita bisa punya anak perempuan, mamah benar-benar tak menyangka dengan semua ini." kata Andini sambil terisak dan memeluk sang suami.
"Iya mah, sudah jangan menangis lagi, kita harus bersyukur atas kedatangan Kia, itu pasti rencana Allah yang membuat kita berpikir agar membantunya dan juga kita bisa mempunyai anak perempuan yang baik dan pintar seperti Kia."
"Iya pah, kita kekamar juga yuk pah, mamah sudah lelah."
"Iya ayo mah."
__ADS_1
Mereka pun keluar dari ruangan kerja, menuju ke kamarnya, ruang kerja dan kamar mereka bersebelahan, maka dari itu mereka tak harus berjalan jauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...