
💝.....
💝.....
💝.....
Setengah jam perjalanan, dari Mansion Anderson ke salon langganan nyonya Andini, saat kuda besi yang di kendarai oleh mang udin sampai tujuan, Azkia dan Mira pun turun dari kendaraan kuda besi itu.
"Mang udin makasih ya udah anterin Kia sama Mbak Mira kesini." kata Kia saat kendaraan itu berhenti tepat di depan pintu masuk salon, setelah mengatakan itu baru Kia pun keluar dari mobil.
"Iya neng sama-sama, kalo udah beres telpon mamang saja ya neng." sahut Mang Udin.
"Siap mang, kalo gitu Kia masuk dulu."
"Iya neng."
Selelah itu Kia pun masuk dan di sambut dengan karyawan salon langganan nyonya Andini.
"Selamat siang Nona Azkia kan?" tanya sang karyawan salon.
"Siang juga, iya mbak saya Kia yang di suruh nyo.. eh Mamah Andini." sahut Azkia.
"Mari ikut saya." kata karyawan salon itu.
Azkia dan Mira pun mengikuti sang karyawan salon, saat sampai di ruangan khusus ada seorang laki-laki tapi berpenampilan seperti wanita.
"Permisi Miss, ini tamu yang Miss tunggu sudah datang."
"Yah suruh dia duduk di kursi biasa nyonya Andini duduk, dan kalo sudah kamu boleh pergi," kata sang lelaki setengah wanita itu.
'Ya ampun kenapa nyonya suruh aku di layani cowok jadi-jadian sih!' gumam Kia dalam hati.
"Silahkan Nona duduk dulu, nanti yang layani Nona langsung sama pemilik salon Miss Irna." kata sang karyawan yang membuyarkan lamunan Azkia.
"Aah.. iya terimakasih mbak."
"Sama-sama Nona, oh iya mbaknya boleh menunggu silahkan duduk di sofa sebelah sana." kata sang karyawan itu lagi.
"Iya mbak terimakasih." sahut mbak Mira.
__ADS_1
Karyawan itu pun tersenyum, dan meninggal kan ruangan khusus tamu VIP.
Miss Irna masih asik dengan kegiatannya yang lagi merias diri, saat dia selesai lalu ia membalikkan badan meng hadap Kia.
"Ya ampun, yey benar anak dari nyonya Andini? cantik dan polos, padahal yang ku tau nyonya Andini hanya punya anak cowok yang ganteng itu loh!" kata miss Irna sambil melangkah menghampiri Kia dengan jalan khas model lenggak lenggok di atas Catwalk.
"Eh.. emm.. A-aku.." kata Kia terbata dan bingung harus menjawab apa, belum selesai sudah di potong oleh Miss Irna.
"Sudah-sudah yey gak usah jawab, eike udah tau kok, yey calon menantu nya kan?"
''Aku hanya senyum, karena bingung mau bilang iya tapi belum resmi, kalo tidak nanti sang nyonya pasti memarahiku, jadi aku lebih baik diam.'' kata Kia dalam hati.
"Ya ampun yey manis bener ini kalau senyum begitu, pasti tuan Adrian bakalan klepek-klepek deh, eike aja liat senyum yey terasa berdebar kencang haha.. "
"Sudah Miss, ayo ini gimana saya mau di anggurin aja?" kata Kia bertanya karena cewek jadi-jadian di hadapannya malah mengoceh tak henti sedari tadi.
"Yaelah sabar napa cin, yuk yey ikut eike duduk di tempat keramas dulu kita mulai dari rambut yey, oke." sahut Miss Inra.
Miss Irna pun me-make over Azkia dari mulai rambut, wajah, padi medi, dan semua perawatan Kia jalani, ini semua atas perintah nyonya Andini.
Di sisi lain Adrian dan ke dua orang tuanya, akhirnya sampai tujuan juga setelah menempuh perjalanan dua jam menuju rumah sang pujaan hati.
"Apa sudah sampai mang?" tanya Andini pada sang sopir.
"Sudah nyonya, ini alamat yang tuan muda kasih pada saya!" sahut sang sopir.
"Iya Mah ayo kita turun." kata Adrian.
"Ya udah kita turun Mah." sahut sang suami membuyarkan dari peredaran mata sang istri yang memindai kediaman calon menanti tapi tak akan pernah terjadi.
"Eh iya Pah." sahut sang istri.
Adrian sudah turun dahulu dan menurunkan bawaannya di bagasi mobil bersama sang sopir.
Tak lama Siska dan ke dua orang tuanya keluar rumah, untuk menyambut kedatangan sang kekasih Siska, atau untuk orang tua Siska sang menantu idaman mereka.
Kedua orang tua Siska, menyambut sang besan dengan sangat senang, pasalnya dia akan mendapatkan keuntungan besar dari sini, secara sang calon besannya itu orang kaya ke 2 dari kotanya metropolitan, pengusaha kaya dengan kekayaannya tak akan habis sampai 7 turunan pun.
Adrian dan kedua orang tuanya pun masuk ke halaman rumah Siska yang luasnya 2 meter dari gerbang pagar rumah ke pintu utama.
__ADS_1
"Selamat siang Tante, Om, sayang, maaf ya rumah orang tua saya kecil." sambut Siska pada kedua orang tua Adrian dan Adrian.
"Selamat siang tuan, nyonya, nak Adrian, silahkan masuk, maaf rumah nya kecil dan sumpek." sambut ayah dari Siska.
Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah itu, lalu di persilahkan duduk di sofa biasa di ruang tamu kecil itu.
"Silahkan duduk, maaf kalau sofanya tak nyaman untuk di duduki." kata Ayah Siska.
Adrian dan kedua orang tuanya pun duduk tanpa menyahut perkataan dari ayah Siska, hanya senyuman saja sedari tadi yang mereka keluarkan.
Tak lama mereka duduk, ibu Siska datang dengan nampan berisi minuman dan cemilan untuk sang besan, ya saat tadi menyambut sang besan setelah masuk ibu Siska pergi ke dapur untuk membawakan minum dan cemilan.
"Silahkan di minum, maaf cuma air teh dan kue kampung yang bisa kami suguhkan." kata ibu Siska.
"Terimakasih ini sudah cukup, tak usah repot-repot." sahut Papah Adrian.
"Terimakasih Bu, tak usah repot-repot." sahut Adrian.
"Iya Bu terimakasih, ini juga sudah cukup." ini sahut Mamah Adrian.
"Silahkan di minum dan di cicipi kue nya." kata Ayah Siska.
"Iya Tante, Om, Sayang, silahkan di cicipi." kata Siska.
"Terimakasih saya cicipi kue dan minuman nya." sahut Adrian dan kedua orang tuanya.
"Silahkan silahkan." kata Ayah Siska.
Mereka pun menikmati jamuan dari sang calon besan yang tak akan pernah terjalin sampai kapanpun.
Adrian yang sedari tadi mencuri pandang pada sang kekasih, tatapannya tak lepas sedari awal datang sampai sekarang, Andini yang melihat sang anak begitu memuja Siska, ada sedikit hati tak tega memisahkan anaknya kelak, tapi ini yang terbaik untuknya dan masa depannya.
"Pah lihat anak kita, mamah jadi kasihan sama Adrian, apa reaksi dia yang tau kebusukan kekasihnya." bisik Andini pada sang suami.
"Iya mah, papah juga lihat Adrian begitu memuja Siska ci rubah betina itu." sahut Darren berbisik juga pada sang istri.
"Mamah jadi tak tega, gimana nanti reaksi Adrian, pasti sakit hati dan terpukul."
"Iya mah, tapi itu tak akan lama, pasti Adrian bakal bahagia bersama Azkia, papah yakin itu, meskipun di awal tak ada cinta Adrian untuk Azkia."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...