
💝.....
💝.....
💝.....
Dua jam berlalu akhirnya Azkia, Cindy, Dendi, dan Yono pun akhirnya menyelesaikan tes ujian tahap dua, mereka pun keluar ruangan bersama.
"Alhamdulillah ya selesai juga tes nya, semoga saja kita semua lulus, Aamiin." kata Cindy saat mereka keluar ruangan.
"Aamiin ya robbal alamin." jawab berbarengan.
"Kita ke kantin dulu yuk sebelum pulang laper dan haus nih setelah mikir selama 2 jam." Kata Dendi.
"Nah ide bagus tuh Den, yok lah sama nih aku juga haus." sahut Cindy.
"Iya ayo, aku sambil nunggu di jemput juga." sahut Azkia.
"Emang yang jemput loe siapa?" kini Yono yang bertanya.
"Oh itu kakak ku lagi, dia benter lagi pulang dari kantor katanya." sahut Kia.
"Hmm.. " sahut Yono.
"Wah kenalin dong Ki, sama kakak kamu?" sahut Cindy antusias.
"Eh.. iya deh tar tapi jangan sekarang, takutnya nanti kamu syok, karena kakak ku aga dingin orangnya." sahut Azkia.
"Yah.. gagal deh, ya udah lah gak papa." sahut Cindy lagi.
Mereka terus berbincang selama perjalanan dari ruangan tes ke kantin, tak lama mereka sudah sampai di kantin dan mereka pun mencari bangku kosong untuk di duduki.
"Itu di sana kosong, kalian kesana tempatin dulu takut nanti sama orang lagi, kantin udah pulai penuh tuh, kalian mau pesan apa?" kata Dendi.
"Oke Den, aku pesan es kelapa muda aja deh." sahut Cindy.
"Aku juga samain aja sama Cindy Den." sahut Azkia.
"Oke kalian duduk dulu gue pesen dulu, ayo Yon" sahut Dendi.
Azkia dan Cindy pun menghampiri meja kosong yang tadi Dendi tunjuk, saat mereka baru mendudukan pantatnya, ada 3 orang cewek datang menghampiri mereka.
"Hei.. ini tempat kami kalian anak baru kan? cepat pergi kalau tidak mau terjadi sesuatu." kata satu cewek yang menghampiri Azkia dan Cindy.
"Hah.. tapi kita yang duluan sampai sini?" timpal Cindy.
Brak.. "Kamu tau, aku ini senior di sini, dan tempat ini tempat kami, tak ada yang pernah bereni memdudukan diri di tempat kami!" suara lantang itu memenuhi kantin.
Suara riuh berbisik pun mulai ramai, tak lama Dendi dan Yono datang.
__ADS_1
"Ada apa ini?" suara serak Yono dan menggema terdengar ber wibawa.
Ke tiga cewek senior itu menoleh ke arah sumber suara, saat mereka menoleh melihat wajah Yono bak dewa Yunani, mereka pun sesaat terpesona dengan kegantengan wajah Yono yang di atas rata-rata.
"Ehem... jangan ikut campur, ini masalah cewek, kalian pergilah." kata cewek yang sedari tadi mengoceh pada Cindy dan Azkia.
"Yon, mereka tadi mengusir kita dari tempat kita duduki dari awal." adu Cindy.
"Kenapa kalian mengusir mereka, memang tak ada tempat lain? lihat sebelah sana masih ada meja kosong?" lagi Yono bertanya.
"Heh aku tau, tapi ini meja tempat kami, dan dari dulu tak ada yang berani duduk di tempat kami, dengar anak baru, kalian pergi sekarang atau kalian akan tau akibatnya, cepat..." teriak nya.
"Ayo kita pindah saja, sebelum masalah semakin rumit." kata Azkia akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Tapi Ki.. " kata Cindy terpotong.
"Sudah Cin, benar kata Kia, kita lebih baik mengalah, kalau meladeni mereka, berarti kita sama gilanya." kini Dendi yang bersuara.
Wanita yang sedari tadi mengusir Azkia dan Cindy, menggeram karena mendengar perkataan Dendi.
"Hei, siapa yang kau sebut gila hah!" suara cewek itu membentak.
"Pikir saja sendiri." sahut Yono dengan melenggang meninggalkan ke tiga cewek itu bersama ke tiga teman barunya.
"Brengsek.. awas kalian... " teriaknya.
➖
"Alhamdulillah lancar tuan, hasilnya besok untuk penentuan di lulus atau tidak." sahut Azkia.
"Syukur lah semoga kamu lulus."
"Aamiin, terimakasih tuan atas doanya."
Setelah berbincang sedikit di awal perjalanan menuju Mansion, mereka pun diam sampai masuk ke pekarangan Mansion.
"Terimakasih tuan atas tumpangannya." Azkia pun turun dari mobil sang tuan dan bergegas menuju pintu belakan.
"Kia kamu mau kemana?" tanya Adrian.
"Eh, saya mau masuk lewat belakang tuan!"
"Masuk lewat depan bukakan pintu untuk ku seperti biasa, jangan lupa siapkan air mandi untuk ku." lagi Adrian berkata dan mendominasi Azkia.
"Ba-baik tuan, silahkan tuan, saya akan menyimpan tas saya dulu ke kamar."
"Ya cepat, saya tunggu kamu di kamar."
Mereka pun berpisah setelah di ruang tengah.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah pulang? apa kamu yang mengantarkan dan menjemput Kia ke kampu?" tanya Mamah beruntun.
"Ah, iya mah, karena kita se arah jadi aku menawarkan diri untuk mengantarnya." sahut Adrian sambil menghampiri sang mamah dan tak lupa mencium punggung tangannya.
"Terimakasih ya sayang, kemarin Kia di antar mamah, tapi hari ini mamah tak bisa mengantarkan dia."
"Iya mah, tak usah berterimakasih, Iyan ke kamar dulu ya, gerah mah."
"Iya sayang."
Tak Azkia pun datang melewati ruang santai.
"Sore nyonya permisi." kata Kia sambil membungkuk.
"Kia? bagai mana hasil tes nya?" tanya sang nyonya.
"Alhamdulillah lancar, tinggal besok menunggu hasil akhir nyonya."
"Syukur lah, semoga kamu lulus ya! kenapa kamu masih memanggilku nyonya? padahal kita hanya berdua?"
"E-eh iya mah, Kia lupa, maaf belum terbiasa."
"Ya sudah, tak apa, kamu mau ke kamar Adrian kan? kamu harus bisa memikat anak mamah ya Kia, ingat nasihat mamah waktu lalu, ayo kamu pasti bisa sayang."
"Baik mah, Kia permi dulu."
"Ya sayang, semangat."
Azkia pun berlalu menuju kamar sang tuan muda, dengan gumaman di dalam hati.
'Ya allah apa aku harus melancarkan rencana yang mamah bilang, tapi ini terlalu cepat, hah tapi ku coba saja deh dari pada nanti mamah bertanya, yang penting mencoba saja dulu.' kata kia di dalam hati sepanjang jalan menuju kamar sang tuan muda .
Tok.. tok.. tok..
"Ya masuk."
Azkia pun masuk, "permisi tuan." kata sopan saat melewati sang tuan yang sedang memainkan ponselnya sambil tersenyum.
"Hmm.. " hanya gumaman yang menyahut Azkia.
Azkia pun masuk dalam kamar mandi dan menyiapkan kan air hangat di dalam bathup dan tak lupa menuangkan aroma terapi ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Azkia masih terdiam di dalam kamar mandi sambil memikirkan apa yang menjadi pikirannya sedari tadi.
"Apa harus aku melakukan itu?" gumam Kia dalam hati.
Di saat Kia larut dalam pikirannya Adrian yang sedari tadi memanggilnya tak menyahut, akhirnya Adrian pun masuk ke dalam kamar mandi, saat masuk, Adrian melihat Kia yang sedang melamun sambil memegang keran air, Adrian pun memanggilnya dengan berteriak, dan Azkia sadar.
Aaaaaaaa.....
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....