
💝.....
💝.....
💝.....
Adrian masih sibuk dengan pekerjaan yang ia kerjakan, sampai tak sadar sudah masuk jam pulang kantor saat ponsel nya berdering.
Adrian pun langsung mengangkatnya saat melihat Icon yang menelpon sangat Mama.
"Hallo Mah! ada apa?"
"Hallo Yan, iya sayang Mama Minta tolong nanti kamu pulang jemput Kia ya sayang, Mama ada urusan lain, jadi Mama gak bisa jemput lagi."
Saat mendengar suara Mama nya di sebrang telpon, ia pun melihat jam di tangannya sudah menunjukkan 15.55 WIB berarti itu artinya 5 menit lagi jam pulang kerja sudah waktunya.
"Baik Ma, apa ada yang lain?" tanya Adrian.
"Gak ada sayang, makasih ya, maaf loh Mama selalu merepotkan kamu." kata Mama Andini dengan senyuman penuh arti.
"Iya Ma, selagi Iyan bisa, apa sih yang gak buat Mama." sahut Adrian.
"Ya sudah, kamu sudah siap-siap pulang kan?" lagi Mama Andini bertanya.
"Iya mah, ini baru mau siap-siap, ya sudah Ma, Adrian tutup dulu ya telpon nya."
"Iya sayang, hati-hati ya bawa Mobil nya, jangan ngebut-ngebut."
"Iya Mama sayang."
Andini yang dahulu mematikan panggilan nya, dia langsung tersenyum penuh arti, 'Semoga kedekatan mereka menumbuhkan benih cinta, jadi saat pernikahan sudah dekat tak ada kecanggungan dari satu sama lainnya.' gumam Andini.
Ya Mama Andini memang sengaja ingin mendekatkan mereka, agar cepat atau lambat mereka terbiasa dan akan ada rasa cinta tumbuh diantara mereka.
Balik lagi ke Adrian, setelah mendapat telpon dari sang Mama, Adrian pun bergegas membereskan dokumen yang sedari tadi menumpuk meskipun sudah ia cicil untuk di kerjakan, ia pun memasukkan dokumen yang masih menumpuk ke dalam tas yang selalu ia bawa.
Tak lama pintu ruangan Adrian di ketuk.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk." sahut Adrian tanpa menoleh ke arah pintu.
"Tuan, maaf sebelum pulang ada 1 berkas yang harus anda tanda tangan, tadi bagian administrasi yang memintanya." Kata Nadia saat ia masuk ke ruangan sang Bos.
"Dokumen apa? coba saya lihat?" sahut Adrian sambil mengulurkan tangan dan mendudukkan bokongnya lagi di kursi kebesarannya.
"Ini Tuan." Nadia pun menyerahkan dokumen itu.
Saat Adrian membacanya kening Adrian mengkerut ada yang aneh dengan dokumen tersebut.
"Besok saja bilang ke pak Anwar, saya buru-buru ada urusan jadi besok saja, dan kamu tolong kasihkan dokumen itu ke Bian, selidiki dokumen itu karena ada yang janggal." sahut Adrian.
__ADS_1
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi." kata Nadia.
Sepeninggalnya Nadia Adrian pun mendial nomor Bian, saat sambung telpon tersambung Adrian pun langsung mengutarakan niatnya.
"Tolong periksa dengan teliti dokumen Pak Anwar, ada yang tidak beres, Nadia sedang ke ruangan mu." selelah mengutarakan niatnya Adrian pun langsung menutup panggilan nya.
Bian hanya bisa melongo di depan ponsel nya, tak lama pintu ruangan Bian pun di ketuk.
Tok.. Tok.. Tok..
"Ya masuk Nad," shut Bian mempersilahkan masuk.
"Maaf Tuan Bian.. " belum selesai Nadia selesai berbicara sudah di potong.
"Ya saya sudah tau, sini dokumen nya."
Nadia tak terlalu terkejut karena nya, ia sudah biasa dengan semua itu, Nadia pun langsung menyerah kan dokumen itu pada Bian.
"Ya terimakasih, kamu langsung pulang saja atau kamu mau menemani saya lembur?" ya Bian tau kalo Adrian sudah berbicara begitu pasti ia akan kerja lembur.
"Eh.. apa Tuan membutuhkan saya? kalo iya saya akan membantu Anda Tuan." kata Nadia.
"Ya sudah kamu telpon pak Anwar dulu baru kamu ke ruangan saya lagi."
"Baik Tuan, saya permisi."
Adrian pun langsung keluar ruangan nya dan langsung menuju lift.
"Maaf Yon, menunggu lama?"
"Tak masalah, selama apapun kamu telat, aku akan menunggumu."
"Aih, kamu bisa gombal juga."
"Itu bukan gombal tapi usaha, kamu mau pesan minum apa Ki?" tanya Yono.
"Gak usah Yon, langsung aja deh kamu mau ngomong apa?"
"Jangan gitu dong Ki, minum aja ya, aku pesankan." kata Yono.
Azkia pun hanya mengangguk pasrah, menolak pun percuma.
Yono pun memesan minuman untuk Azkia dan juga dirinya karena minum yang tadi sudah tandas.
Tak lama pesanan pun di sajikan setelah memesannya.
"Ayo Yon, kamu mau ngomong apa? takut jemputan ku keburu datang." kata Azkia.
"Iya iya sabar, aku tarik nafas dulu nih." kata Yono dengan gugup.
"Ya ampun Yon, kaya yang mau pidato aja gugup gitu." kata Azkia sambil tertawa.
__ADS_1
"Ehemm.. gini Ki, gua sebenarnya... "
Tring.. tring.. tring...
Sebelum perkataan Yono selesai dering Hanphone Azkia berdering nyaring, Azkia pun melihat Icon nama pemanggil adalah sangat Tuan Muda, ia pun meminta izin untuk mengangkut telpon lebih dulu pada Yono.
"Maaf Yon, aku angkat telpon dulu ya!" sahut Azkia sambil meninggalkan meja tak jauh dari sana.
Yono hanya menghela nafas panjang, ia hanya mengangguk dan meminum minumannya.
Saat Azkia mengangkat telpon, belum ia menyapa sudah terdengar Adrian berbicara lebih dulu.
"5 menit lagi saya sampai, kamu harus sudah ada di depan gerbang, saya tak mau menunggu." kata Adrian dengan tegas dan dingin, lalu mematikan panggilannya.
Azkia pun menghela nafas panjang, dengan cepat Azkia bergegas menghampiri Yono kembali.
"Maaf Yon, yang jemput udah datang, aku pulang dulu ya, kamu ngomong lain waktu saja ya." kata Azkia lalu meninggalkan Yono dengan tergesa-gesa.
Yono melihat kepergian Azkia dengan sedih, ia menyesal karena tak mengatakan dengan cepat tadi.
Ia pun ikut meninggalkan tempat ia duduknya tadi tak lama dari Azkia pergi, dan tak lupa membayar pesanan nya tadi.
Saat Azkia telah menyebrang, mobil Adrian pun berhenti tepat di depan Azkia.
Azkia pun langsung masuk ke mobil Adrian, saat Azkia masuk Adrian langsung memberondong pertanyaan.
"Kamu habis dari mana? tadi saya lihat kamu habis menyebrang? apa kamu habis nongkrong bukannya belajar?" tanya Adrian beruntun.
"Ya ampun Tuan, satu-satu dong tanya nya." sahut Azkia.
"Tinggal jawab saja apa susahnya." sahut Adrian lagi.
Hah.. Azkia menghempaskan nafas panjang lalu menjawab pertanyaan sang Tuan 1 1.
"Iya tuan saya jawab, tadi tuh bukan nongkrong tapi nemuin temen yang ada perlu sama aku tuan, dan dia minta ketemu di Cafe sebrang." jawab Azkia dengan jujur.
Adrian pun menoleh ke arah Azkia sebentar lalu fokus kembali dengan kemudinya, lalu bertanya kembali.
"Teman apa teman? saya lihat ada yang nyusul keluar setelah kamu keluar dari Cafe, dan terus menatap kepergian kamu?" lagi Adrian bertanya beruntun.
"Masa sih tuan, saya tak lihat ada yang menatap saya, mungkin itu teman saya Yono yang tadi mau bicara dengan saya!" jawab Azkia.
"Hmm.. kamu bertemu berdua saja? apa sama yang lain?" lagi Adrian bertanya.
"Iya berdua, emang kenapa sih Tuan, kepo abis sama urusan saya?" kata Kia heran.
Tak ada jawaban dari Adrian, dan tak ada pertanyaan lagi yang di layangkan Adrian, mereka pun diam sepanjang perjalanan pulang sampai nyampai di kediaman Anderson pun tak ada kata dari Adrian maupun Azkia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
__ADS_1