
💝.....
💝.....
💝.....
Setelah memilih Roti dan Chessee Cake, Adrian pun pergi ke kasir dan membayarnya, tak lupa Adrian pun membeli untuk orang tua Bian sebagai oleh-oleh.
Setelah membayar belanjaannya, Adrian pun kembali ke mobil yang terparkir di parkiran depan toko.
"Ayo Bi jalan kita pulang, oh iya ini buat orang tua mu."
"Baik tuan, wah terimakasih tuan, pasti Ayah dan Ibu ku senang." sahut Bian sambil tersenyum senang.
Bian pun melajukan kendaraan besi itu melaju kembali ke jalanan kompleks elit, yang berada di pusat kota J.
Tak butuh waktu lama Bian pun akhirnya sampai di Mansion Anderson, dan saat di depan gerbang security yang menjaga gerbang pun langsung membuka dengan remot yang selalu dia pegang, karena tak perlu ia keluar ke pos untuk membuka gerbang, dibpos sudah ada monitot untuk memantau CCTV keadaan luar gerbang Mansion dan sekitar halaman depan.
Begitu sampai di depan pintu utama, Azkia selalu sudah menyambut tuannya pulang.
"Selamat sore tuan, selamat datang." sapa Kia sambil memberi hormat pada tuannya.
"Sore Kia, ini tolong bawa Roti dan Cake nya, nanti kamu tanya sama Mamah mau di sajikan kapan!"
"Baik tuan."
"Bian! Kau mau masuk dulu?"
"Saya langsung pulang saja tuan, salam untuk tuan besar dan nyonya."
"Oke hati-hati Bi, jangan lupa salam juga buat orang tua mu."
"Pasti tuan, kalau begitu saya permisi pulang tuan."
"Ya."
Bian pun kembali masuk ke dalam mobil di balik kemudi dia pun langsung tancap gas untuk bergegas pulang, sedangkan Adrian masuk ke dalam Mansion saat melewati ruang santai terlihat ramai ada mbak Rina istri Rama dan anak-anaknya.
"Assalamualaikum, sore Mah, Mbak, hai anak-anak."
"Wa'alaikumsalam," sahut Andini dan Rina bersamaan.
"Kamu udah pulang sayang?"
"Sudah Mah, pesanan Mamah udah di bawa Kia, apa mau di sajikan sekarang?"
"Oh itu buat cemilan nanti malam saja, ini masih banyak kok, tadi Kia buat cemilan buat anak-anak banyak."
"Om Iyan ayo cini duduk kita nonton Upil Ipil."
"Iya sayang, Om mau mandi dulu ya! gerah pulang kerja."
"Ya udah Om, mandi yang wangi ya Om."
__ADS_1
"Iya sayang, Mah Mbak Iyan permisi dulu kekamar ya."
Andini dan Rina pun hanya mengangguk, Adrian pun berlalu ke kamarnya.
Saat Adrian masuk kamar, Kia baru saja keluar dari walk in closet sambil membawa baju ganti buat tuannya.
"Tuan air sudah siap, baju juga sudah semua, kalau begitu saya permisi tuan."
"Terimakasih Kia."
"Iya sama-sama tuan, ini sudah tugas saya, saya permisi." Azkia pun keluar dari kamar Adrian.
Adrian pun langsung menuju kamar mandi, membuka baju satu per satu yang melekat dengan sembarangan Adrian melemparkan baju ke keranjang baju kotor.
Azkia pun menuju dapur, dan menghampiri Bi Inah yang sedang mengupas sayuran.
"Bi, mana sayur yang di cuci?"
"Kia, bikin kaget saja!"
"Ya ampun, maaf Bi, Kia gak bermaksud."
"Iya tak apa Kia, ini sayuran dan dagingnya cuci dulu, Bibi mau kupas bumbunya."
"Siap Bi!"
Merka pun berkutat dengan semua bahan masakan dan saat tiba waktu magrib, Bi Inah dan Kia bergantian untuk beribadah.
Tepat jam 7 malam Masakan pun Sudah siap, mbak Mira pun datang untuk membantu menyiapkan makan malam di meja makan, Kia pun bergegas keluar dapur menuju ruang santai, disana semua keluarga Anderson berkumpul, termasuk Rama yang tadi pulang pas magrib berkumandang, datang bersama tuan Darren.
"Permisi tuan, nyonya, Makan malam sudah siap."
"Ah, tau saja kamu Kia, saya sudah lapar," kata tuan Darren dengan senyum.
"Ayo semuanya kita makan, yuk anak-anak."
"Ayo oppa."
Mereka pun beranjak dari duduk masing-masing, menuju ke ruang makan.
Setelah Azkia memberi tahu tuan dan nyonya nya, ia beranjak menaiki tangga ke kamar tuan mudanya.
Tok.. Tok.. tok..
"Tuan, makan malam sudah siap, tuan dan nyonya bersama keluarga tuan Rama sudah menunggu di ruang makan?"
"Ya, nanti saya turun."
"Sayang sudah dulu ya, aku sudah di panggil untuk makan malam!"
"Ya sudah kamu makan yang banyak ya, jangan lupa kita besok ketemu dan makan siang bersama!"
"Oke sayang Love You.."
__ADS_1
"Love you too.."
Ya Adrian sedang telponan dengan kekasih hatinya Siska.
Serelah menutup telpon, Adrian pun bergegas ke ruang makan.
Di ruang makan semua orang sedang menunggu Adrian yang belum berkumpul, karena memang adat dari keluarga Anderson pantang makan lebuh dulu kalau belum semua berkumpul.
"Mom Ica lapar, kapan acala makan nya di mulai?"
"Sabar ya sayang, tunggu Om Adrian dulu ya, sebentar lagi juga datang."
Tak lama Adrian pun datang.
"Malam semuanya, maaf sudah membuat semuanya menunggu."
"Ngapain saja sih kamu Yan? lihat tuh kasihan anak-anak sudah kelaparan!"
"Maaf Pah, tadi Iyan menerima telpon dulu,"
"Ya sudah kita mulai makan saja."
Mereka pun makan bersama dengan keheningan, hanya suara sendok dan garfu yang bersahutan.
30 menit berlalu makan malam pun selesai mereka semua pun kembali ke ruang santai, sudah kebiasaan keluarga Anderson sesudah makan, berkumpul di ruang santai.
"Tuan Nyonya, saya, istri, dan anak-anak izin pamit pulang ya, maaf sudah sering merepotkan nyonya karena anak-anak."
"Mau kemana? sudah kalian menginap lagi di sini, kasihan anak-anak kamu Rama?"
"Maaf nyonya, bukan saya melarang tapi Anak-anak harus sekolah, dan kalau berangkat dari sini jaraknya lumayan jauh, anak-anak aga susah kalau bangun pagi!"
"Oh astaga, iya saya lupa, ya sudah kalau kamu mau pulang, anak-anak besok kesini lagi ya sayang biar oma selalu betah di rumah kalau ada kalian!"
"Oke oma." sahut Raisa dan Rendy.
Rama, dan sang istri beserta anak-anak pun bergegas pulang, nyonya Andini dan tuan Darren pun mengantarkan mereka ke depan pintu utama, sedangkan Adrian melangkah kembali ke kamarnya.
Saat samapi di depan Mansion, Rama pun mengambil mobilnya terlebih dahulu yang terparkir tak jauh dari halaman depan.
Saat sampai di depan pintu Mansion mobil yang di kendarai Rama pun berhenti, Rina pun membantu anak-anaknya untuk masuk kedalam mobil, tak lupa Rina dan Rama pun berpamitan terlebih dahulu, setelah berpamitan, mobil Rama pun melaju menuju gerbang keluar dan melewati komlpeks lalu menembus jalanan yang sudah aga lenggang.
Setelah Rama, Rina dan anak-anaknya pulang, Andini terlihat sedih karena rumahnya sepi lagi tak ada canda tawa anak-anak.
"Mah, Mamah kenapa? muka Mamah kelihatan sedih begitu?"
"Mamah tuh sedih Pah, semenjak anak-anaknya Rama selalu ke sini, Mamah tuh merasa jiwa Mamah bebar-benar bahagia dan tak kosong lagi, tapi saat anak-anak pulang jiwa Mamah kosong lagi." sahut sang istri.
"Kalau begitu, kita lembur lagi yuk Mah, siapa tau dapet anak lagi." sahut sang suami sambil menaik turunkan alisnya.
"Papah..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1