
π.....
π.....
π.....
Ke esok kan harinya, seperti kemarin Kia berangkat setelah sarapan, hari ini Kia tak bersama nyonya Andini, karena ia ada keperluan beda arah, jadi Kia pergi di antar mang udin.
Adrian yang baru akan berangkat, melihat Kia dari kaca spion yang baru keluar dari arah pintu samping.
Adrian yang sudah masuk di balik kemudinya, keluar lagi untuk mengajak Kia berangkat bersama, karena kantor Adrian dan kampus Azkia satu arah.
"Kia.. ? kamu mau ke kampus?" panggil Adrian.
"Ah, iya tuan saya mau ke kampus, ada yang bisa saya bantu tuan?" sahut Azkia dan bertanya balik.
"Ayo berangkat bersama kebetulan kita searah." sahut Adrian.
"Eh.. ta-pi saya di antar mang udin tuan! apa tuan gak repot berangkat bersama saya?"
"Gak, ayo tak ada penawaran ke-2 Kia." sahut Adrian sambil masuk kembali pada mobilnya.
Kia bingung melihat ke arah mang udin hanya mengangguk, karena menurut Adrian lama Adrian pun menyalakan klakson mobil guna untuk mempercepat keberangkatan mereka.
Tin.. Tin..
Azkia pun berlari menghampiri mobil sang tuan muda lalu masuk di jok belakang.
"Heh.. ngapain kamu duduk di belakang, emang saya supir kamu apa, cepat pindah ke depan."
"Eh iya maaf tuan." Azkia pun langsung keluar dari pintu belakang dan masuk ke pintu depan.
"Pakai seat belt nya." Adrian pun langsung tancap gas, tanpa menunggu Azkia yang kesusahan memasang seat belt.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, tak ada percakapan apa pun.
Sebenarnya Azkia ingin memulai pertanyaan tapi karena Adrian bersikap dingin sedari tadi, ia pun mengurungkan niatnya.
30 menit perjalanan akhirnya sampai di kampus Azkia, tempat di mana Azkia yang akan menimba ilmu pengetahuan untuk cita-citanya.
"Sudah sampai." kata Adrian saat berhenti tepat depan gerbang kampus.
"Makasih tuan, atas tumpangannya."
"Hmmm.. "
Azkia pun keluar diri mobil, tapi sebelum keluar Adrian mencegahnya.
"Kia? nanti pulang jam berapa?" tanya Adrian
"Hah.. eh itu tuan saya belum tahu pulang jam berapa, karena hari ini tes selanjutnya setelah melihat hasil tes awal, memangnya kenapa tuan? sahut Azkia dengan gugup.
"Hmm.. ya sudah, kalo pulang sore nanti saya jemput lagi pulangnya, hubungi saya kalo pulang cepat."
"Ba-baik tuan, nanti saya kabari."
__ADS_1
Adrian hanya mengangguk atas jawaban dari pertanyaan Azkia, Azkia pun keluar lalu masuk ke dalam gedung luar yang bertingkat 3 itu.
Adrian pun langsung melaju kendaraannya kembali.
β
"Kia.. " panggil Cindy dan melambaikan tangannya dari jarak sekitar 5 meter.
Azkia pun membalas lambayan tangan Cindy, lalu menghampiri teman barunya.
"Hai Cin, kamu udah lama?"
"Belum kok, aku sengaja nungguin kamu di sini biar kita sama-sama melihat hasilnya di papan pengumuman, ayo kita kesana."
"Ayo Cin."
Mereka pun melengang pergi dari taman tempat Cindy menunggu Azkia, karena mereka sebelumnya sudah menukar pesan dan saling menunggu.
Saat sampai di sana sudah banyak calon mahasiswa/i baru melihat papan pengumuman, di sana pun sudah ada Dendi dan Yono lebih dulu melihat papan pengumuman.
"Hai Cin, Kia, kalian baru datang ya?"
"Iya nih Den, kamu udah lihat pengumuman? gimana hasilnya? kalian luluskan?" tanya Cindy beruntun.
"Wow satu-satu dong neng nanya nya, iya gue udah lihat, alhamdulillah kita masuk, dan gue juga lihat nama kalian ada, selamat ya."
"Wah, benarkah? jadi penasaran deh."
"Ayo Cin, kita lihat apa benar perkataan Dendi tadi, takutnya dia cuma bohong."
"Hehehe.. maaf Den, bukan maksud menuduh, tapi saya mau membuktikannya sendiri."
"Hmm... "
Azkia dan Cindy pun menerobos dari kerumunan orang-orang yang sedang melihat pengumuman di papan pengumuman.
Saat sampai di depan papan Azkia dan Cindy langsung melihat apa ada nama mereka atau tidak, saat menemukan namanya, mereka pun saling melirik dan langsung menautkan tangan mereka dan berjingkrak di keramaian.
"Kia kita masuk tes selanjutnya, aku seneng deh."
"Iya Cin, aku juga senang kita bisa masuk tes selanjutnya, semoga tes selanjutnya juga kita lulus dan di terima bersama, Aamiin."
"Aamiin, iya Kia semoga di mudahkan ya, ayo kita ke kantin sambil menunggu waktu jam tes selanjutnya."
"Ayo."
Mereka pun menuju kantin bersa ma dengan Dendi dan Yono.
β
Di kantor Adrian sedang sibuk dengan tumpukan kertas dokumen dan Laptop nya.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk."
__ADS_1
Masuk lah Nadia dengan membawa dokumen baru.
"Permisi tuan, ini ada dokumen yang harus di tanda tangani segera." kata Nadia saat masuk ruang sang bos.
"Dokumen apa Nad?"
"Dokumen untuk pengajuan anggaran proyek bersama dengan Andara Crop."
"Oh itu, coba saya lihat."
Nadia pun memberi kan dokumen pada tuannya, dan Adrian pun membacanya lalu menandatangani nya.
"Ini sudah Nad, ada lagi?"
"Tidak tuan, saya permisi."
Setelah Nadia keluar dari ruangannya, Adrian melanjutkan pekerjaan yang menumpuk.
Tiba-tiba iya teringat Azkia, dia pun mengambil ponselnya di dalam saku jaz lalu mencari nama Azkia, dan mengetik pesan.
"Apa hasil tesnya lulus?" begitu lah isi dari pesan Adrian pada Azkia.
Azkia yang sedang bercengkrama bersama teman-teman nya, mendengar suara ponsel berdering pun Kia langsung mengambil ponselnya dari tas.
Saat melihat pesan masuk dengan nama sang tuan, Kia pun tersenyum dan langsung membuka pesan dan membalasnya.
"Alhamdulillah tuan, saya lulus dan sedang menunggu tes selanjutnya setelah makan siang." balas Azkia.
"Syukur alhamdulillah kalo kamu lulus, belajar terus jangan lupa berdoa juga, semoga kamu lulus tes ke 2 dan masuk universitas."
"Aamiin, terimakasih tua doanya."
"Ya sama-sama."
Acara balas pesan pun berakhir, Azkia masih memancarkan senyum bahagia, dan di lihat oleh Cindy, Dendi, dan Yono.
"Hayo dapet pesan dari pacar ya? hahaha... " kata Cindy.
"Iya nih senyum-senyum bahagia gitu!" kata Dendi.
"Kamu sudah punya pacar Kia?" tanya Yono dengan nada dingin dan menampilkan air muka yang tak terbaca.
"Eh.. bukan kok, itu tadi pesan dari kakak ku kok."sahut Azkia dengan tanpa ragu karena dia tak mau bilang di depan Dendi dan Yono status aslinya, cukup Cindy saja yang tau.
"Oh kakak loe, kirain pacar loe, soalnya dari senyum loe, kaya yang dapet pesan dari seorang pacar." kata Dendi.
Cindy dan Yono hanya mengangguk saja mendengar Dendi yang menyahuti Azkia.
"Masa sih, gak ah biasa aja, emang aku tuh kalo senang ya begini."
Mereka pun percaya saja apa yang Kia bilang, lalu mereka pun melanjutkan perbincangan mereka tentang pelajaran yang nantinya akan mereka pelajari di kampus ini, setelah beberapa waktu berlalu akhirnya jam tes ujian selanjutnya akan di mulai, mereka pun beranjak dari tempat duduk masing-masing.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Bersambung....
__ADS_1