
💝.....
💝.....
💝.....
Pagi hari pun tiba, aktivitas seperti biasa Azkia selalu membangunkan tuan mudanya, tak ada yang berbeda karena itu sudah tugasnya.
Jam 7 pagi sudah siap berbagai menu sarapan, tuan dan nyonya lebih dulu datang ke ruang makan.
"Pagi Kia? ada menu sarapan apa hari ini?" tanya tuan Darren.
"Pagi tuan, nyonya, pagi ini saya masak nasi goreng seafood, sandwich, dan omlet, apa mau ada yang lain tuan nyonya?"
"Wah banyak menu nya, ini sudah cukup Kia." sahut tuan Darren.
"Baik tuan, kalau begitu saya pamit."
Mereka pun duduk, tak lama Adrian pun datang.
"Pagi Mah, Pah."
"Pagi juga sayang." sahut Mamah Andini.
"Pagi juga Yan." sahut Papah Darren.
"Tumben! kamu telat sayang?"
"Biasa mah hehehe.. "
"Ya, sudah kita sarapan."
Mereka pun sarapan dengan diam dan menikmatinya.
Tak butuh waktu lama, 20 menit sudah mereka pun selesai sarapan, Adrian pun pamit pergi bekerja, dan tuan Darren pun sama.
Ya tuan Darren memutuskan untuk pergi bekerja kembali, karena memang dia harus menangani satu proyek yang dulu dia kerjakan.
Mereka pun berangkat bersama tapi berbeda Mobil, Adrian mengemudi kendaraan sendiri, sedangkan Papah Darren di antar dengan supir.
Jalanan lumayan padat jadi perjalanan memakan waktu hampir 1 jam, untung saja masih ada waktu 10 menit ke jam masuk kerja, namanya atasan sangat tak bagus kalau datang terlambat.
Adrian pun langsung bergegas masuk lift khusus petinggi bersama Papahnya.
"Pah, memang proyek yang dulu Papah tangani ada masalah?" tanya Adrian.
"Iya tapi bukan apa-apa kok Yan, Rama dan Papah bisa tangani, kamu fokus proyek bersama tuan Andara saja."
"Baik Pah,"
__ADS_1
"Saat lift berhenti di lantai ruang CEO mereka pun keluar bersama, dengan arah yang berlawanan."
"Pah Iyan duluan ya."
"Iya Yan."
Mereka pun berpisah di depan pintu lift.
➖
Di sisi lain wanita cantik baru saja bangun dari tidurnya, dengan mata yang masih belum sempurna di bukanya karena silau matahari yang masuk dari celah jendela yang gorden sedikit tersingkap.
Karena ada pergerakan di sisi ranjangnya, pria yang tidur di ranjang bersama dengan wanita yang kini bangun dengan pergerakan meregangkan tubuhnya ia pun mengedipkan mata untuk membuka mata perlahan.
"Kamu sudah bangun sayang?"
"Hmmm, badan ku terasa remuk, ini karena ulah mu Rico, bermain sangat ganas!1 hari ini aku libur dari pekerjaan ku, tapi aku harus bertemu dengan Adrian."
"Sebentar lagi sayang, jangan dulu bangun aku masih kangen!"
"Hais! lepaskan Rico aku mau mandi, dan aku harus ke salon untuk mempersiapkan diri bertemu Adrian."
"Kita mandi bareng ya sayang, sekalian olahraga pagi." Rico pun bangkit dari ranjang dan langsung menggendong sang wanita ala bridal stayle agar tak ada penolakan.
"Aah.. Lepas Rico, aku mau mandi sendiri, apa belum cukup tadi malam kau minyiksaku?" bentak wanita itu dan sambil memberontak di dalam gendongan Rico.
"Aku tak pernah puas main bersama kamu sayang, sampai nanti kamu sudah menikah dengan Adrian pun, kamu tetap kekasih gelapku, sampai kamu membalaskan dendam ku terhadap orang tua Adrian."
Sambil berjalan menuju kamar mandi, Rico pun melancarkan aksinya menyentuh area sensitif leher sang wanita, dan saat sampai di depan pintu kamar mandi Rico langsung masuk dan melancarkan aksinya.
Ya wanita itu adalah Siska kekasih Adrian yang memang tak pernah mencintai Adrian, mendekati Adrian hanya karena untuk balas dendam demi kekasih asli tapi gelap, karena hubungan Siska dan Rico tak ada yang tau, meraka memang pandai menyembunyikan kisah mereka dari media.
Acara mandi pun menjadi lama karena Rico, Siska yang awalnya menolak tapi tetap terbuai dengan sentuhan Rico yang tak bisa ia tolak karena mulut dan akal sehatnya berbenturan, akal sehat yang sudah tenggelam dari gelombang badai yang tak pernah ia bisa menolak.
Satu setengah jam berlalu mereka pun belum keluar dari kamar mandi, tepat 2 jam berlalu akhirnya ritual mandi bersama pun berakhir, meskipun Siska sempat menolak tapi setelahnya dia menikmatinya, karena itu Rico tak mau melewatkan kesempatan itu.
"Rico aku pergi dulu, sudah telat 1 jam dari perjanjian yang aku pesan layanan kemarin di salon, ini gara-gara kamu huh.. !"
"Hahaha.. tapi kamu suka kan sayang, sampi kamu meminta lagi dan lagi."
"Aah.. sudah lah jangan bahas lagi, aku pergi dulu."
Siska pun pergi meninggalkan Rico di kediamannya, dan bergegas turun dari lantai 7 apartement Rico.
Saat sampai di lobby iya pun keluar dan masuk ke mobil yang sudah ia pesan tadi sebelum turun dari apartement Rico.
Sampai di salon, Siska pun langsung di sambut oleh pegawai salon yang memang langganan Siska.
"Siang say, ya ampun tumbenan yey telat dari yang di janjikan?" tanya pegawai salon yang memang cowok setengah cewek.
__ADS_1
"Hah.. biasalah ada urusan lain dulu, udah kamu jangan banyak tanya yok cepat aku cuma punya waktu 1 jam lagi, kamu harus menyelesaikan nya, kalau tidak aku gak akan kasih bonus sama kamu dadan."
"Ish, Dania panggil eike Dania," keselnya "Siap eike pasti tak akan mengecewakan pelanggan setia eike." Dania alias Dadan pun dengan lincah tangannya bergerak kesana kemari untuk menyelesaikan tugasnya.
"Hmmm.. " sahut Siska malas.
Siska pun melakukan make up, hair stylish, dan Medikyur Pedikyur.
Saat waktu menunjukkan pukul 11.20 WIB, ia pun mengirimkan pesan pada sang kekasih.
["Sayang jangan lupa nanti makan siang di tempat favorit kita." kirim pesan Siska pada Adrian.]
Adrian yang sedang asik bergelut dengan dokumen di tangannya, saat mendengar suara ponsel berbunyi, pandangannya beralih melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
Saat melihat nama pengirim pesan, atensinya pun langsung beralih ke ponsel nya, dan membaca pesan dari sang kekasih, setelah membaca pesan dari sang kekasih, Adrian pun langsung membalasnya dengan antusias.
["Siap sayang, setelah jam makan siang, aku segera menuju lokasi, apa kamu tak mau di jemput?"]
["Tak usah sayang, nanti malah waktu makan siang kita jadi sedikit, kita ketemu di tempat saja."]
["Ya sudah kalau itu mau kamu."]
["Sampai ketemu di sana sayang muach."]
["Iya sayang sampai ketemu juga, muach."]
Pesan berkirim pun berakhir, Adrian yang selalu senang saat akan bertemu dengan sang kekasih, Adrian melanjutkan mengerjakan pekerjaannya sambil tersenyum lebar.
Akhirnya waktu jam istirahat telah datang, Adrian pun langsung membereskan pekerjaannya, lalu bergegas akan pergi.
Bian yang saat itu akan menghampiri sang tuan, melihat sang tuan sudah keluar dari ruangannya.
"Tuan? anda mau makan siang?" tanya Bian dan Nadia bersamaan.
Adrian pun melihat mereka satu persatu di bagian berbeda.
"Wah kalian kompak ya? Jangan-jangan kalian jodoh." kata Adrian pada Bian sang asisten dan Nadia sang sekertaris. "Kalian makan siang bersama saja, saya akan makan siang bersama kekasih saya."
Mendengar perkataan sang tuan, Bian dan Nadia pun saling bertemu pandangan, lalu dengan salah tingkah Bian mengaruk bagian belakang kepalanya, sedangkan Nadia wajahnya seketika memerah dan memalingkan muka ke arah berlawanan.
Begitu sadar, Nadia pun mengingatkan tuanya bahwa setelah makan sian ada pertemuan di luar kantor bersama salah satu klien mereka.
"Tuan, jangan lupa jam 2 siang ada pertemuan dengan klien di Cafe Star! apa tuan akan pulang ke kantor lagi setelah makan siang?" tanya Nadia.
"Ah, hampir lupa, saya akan langsung ke sana, siapkan dokumen yang diperlukan, kita langsung bertemu di sana, kalian berangkat berdua, sudah saya pergi dulu, Bian kalau ada apa-apa telpon saya."
"Baik tuan." jawab Bian dan Nadia bersamaan.
"Wah benar nih dugaan saya pasti kalian jodoh, eits kalau kalian menjadi sepasang kekasih, tetap harus profesional oke, sudah saya pergi dulu."
__ADS_1
Adrian pun berlalu dari hadapan mereka, sedangkan mereka menjadi canggung setelah Adrian berkata itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...