Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 65


__ADS_3

πŸ’.....


πŸ’.....


πŸ’.....


Setelah makan dan berbincang, meskipun Adrian hanya menyimak saja, ia memang kesal dengan apa yang Azkia dan Yono bicarakan seolah hanya mereka berdua, Adrian pun ambil langkah untuk segera memisahkan mereka.


Sesaat Adrian mempunyai ide yang brilian, ia pun mengirim pesan pada sang mama agar ia bisa menghubungi Azkia untuk pulang sesegera mungkin.


Mama Andini yang mendengar suara motif di handphone nya dan iya melihat menerima pesan dari sang anak satu-satunya.


"Ma, telpon Azkia dong Iyan kesel nih, tau gak teman yang Azkia temui itu teman cowok, mama mau anak angkat kesayangan mama pacaran sama sembarangan orang?" begitulah isi pesan yang Adrian kirim lewat pesan aplikasi chat.


"Hah, kenapa aku tak tanya Kia sih sebelum mengijinkan nya pergi? gift."


Mama Andini pun langsung menekan icon panggilan ke nomor ponsel Azkia.


Azkia terkejut dengan dering ponselnya, tak lama pun ia langsung mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.


Saat melihat nama yang memanggil, Kia langsung mengangkat dengan cepat, karena ia takut sang Mama ada perlu sesuatu.


"Hallo Ma."


"Sayang masih dimana?"


"Masih di food court mall ma, apa Mama perlu sesuatu ?" tanya Azkia.


"Share lokasi ya sayang, Mama mau nyusul ada yang Mama mau beli juga."


"Oke Ma, Kia share lokasi sekarang."


Azkia pun share lokasi setelah mematikan panggilan mereka.


"Siapa Ki?" tanya Yono.


Adrian yang masih anteng dengan handphone nya tak menanyakan Azkia sedikit pun.


"Itu Mama ku Yon, katanya mau nyusul."


"Oh.. " jawab Yono ber oh ria.


Mereka tetap meneruskan perbincangan hanya antara Azkia dan Yono saja karena Adrian hanya sibuk dengan ponselnya sedari tadi, entah apa yang Adrian lakukan dengan ponselnya.


Tak lama berselang, Mama Andini pun datang dengan Papa Darren.


"Sayang," Safa Mama Andini.


"Eh.. Ma, Pa, duduk dulu, mau pesan makan atau minuman?" tanya Azkia.

__ADS_1


"Makasih sayang, Mama Papa gak ganggu kan?" lagi Mama Andini bertanya.


"Gak kok Ma, kita lagi berbincang aja, kenalin ini Yono teman Kia di kampus."


"Halo.. Tante Om, saya Yono teman Azkia."


"Ma, Pa, kok bisa nyusul?" tanya Adrian yang baru menyadari kedatangan mereka, saking fokus dengan handphone nya sedari tadi.


"Memangnya tak boleh kami menyusul kalian?" tanya Papa Darren.


"Bukan gitu Pa.. Tapi.. " suara Adrian terpotong.


"Sudah jangan berdebat lagi." kata sang Mama.


"Sayang pesankan minuman dong Mama haus nih! Iya kan Pa?"


"Iya Ma, tolong pesankan ya Ki!"


"Iya Pa, Ma, Kia panggilkan pelayan dulu."


Azkia pun memanggil pelayan dan memesan minuman.


Sedangkan Yono sedari tadi ia memperhatikan interaksi keluarga di depannya, dan tak lupa iya memperhatikan wajah mereka yang tak ada mirip-mirip nya dari sudut apa pun, sampai Yono pun memiliki pemikiran yang sedari tadi iya duga saat melihat kakak dari wanita yang ia cintai.


Sedangkan Adrian dia mulai was-was dengan kedatangan Mama dan Papa nya kesini, pasti mereka punya rencana lain.


Setelah Azkia pesan minuman untuk orang tua nya, tak lama minuman pun di sajikan.


"Terimakasih."


"Apa ada pesanan lain? Tanya sang pelayan.


"Tidak, nanti saja mbak."


"Baik, saya permisi kalo begitu." sang pelayan pun berlalu kembali ke tempat iya berdiri untuk menunggu pengunjung yang akan memanggil nya.


Yono yang melihat interaksi antara anak dan orang tua nya, yang begitu akrab tapi jauh berbeda dengan penampilan dan kemiripan dari mereka, tak ada yang sama.


Yono pun berpikiran yang tidak-tidak karena melihat dengan apa yang dia lihat, apa iya ada yang gak mirip dengan ayah dan ibunya ???


Di saat Yono sedang malamun, sampai tak menyadari kalau Papa Darren sedari tadi mengajak ia berbincang tapi tak ada respon.


Kia yang menyadari itu lalu berusaha membuyarkan lamunan Yono.


"Yon.. Yono.. " panggil Kia sambil menggoyangkan lengan Yono.


"Hah.. Maaf Ki, iya ada apa?" sahut Yono saat sadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa Yon, sakit? Itu Papa ku dari tadi ajakin ngomong kamu, tapi kamu nya malah bengong!" kata Kia.

__ADS_1


"Ah.. Maaf Om saya lagi memikirkan sesuatu, apa bisa di ulang apa pertanyaan yang Om ajukan?" sahut Yono.


"Ha.. Ha.. Ha.. Sudah tak apa, saya pun lupa dengan apa yang tadi saya ucapkan." sahut Papa Darren.


Adrian yang merasakan hawa yang mulai tak enak, iya pun izin untuk ke toilet dulu.


Tanpa sadar Mama Andini tersenyum kecil melihat sang anak semata wayangnya mulai gelisah dengan apa yang Papa nya pertanyakan pada Yono, Mama Andini tau bahwa san anak mempunyai rasa cemburu lumayan besar terhadap Azkia.


Yono yang mendengar tawa dari Papa Azkia, ia menjadi ikut tertawa agak canggung.


"Sayang kita belanja yuk, biarkan Papa dan kakak mu berbincang dengan teman mu, iya kan Pa?"


"Iya nak, kamu bersenang-senang lah bersama Mama mu, Papa masih mau di sini."


"Ya sudah ayo ma, Yon aku tinggal dulu ya."


"Eh.. Iya Ki."


Yono pun pasrah meskipun iya merasa kecewa dengan keadaan ini semua.


'Kenapa jadi begini sih, hais jadi kacau dah, mana gue bingung, Papa nya Kia bicara apa ya tadi, halah masa bodo lah gue ikuti aja lah skenario author gabut nih hmm.' kata Yono di dalam hati.


Lah ngapa jadi author yang di salahin sih Yon?


Azkia pun meninggalkan Yono dan Papa nya, iya mengikuti sang Mama ke mana pun, Adrian yang baru keluar dari toilet, melihat sang Mama dan Azkia meninggalkan meja yang sedari tadi mereka tempati heran dan bertanya-tanya.


''Mau kemana mereka? Kenapa meninggalkan meja, tapi kok cuma berdua? Apa aku susul saja ya? Eh tapi itu Papa masih di meja bersama teman Kia, haduh apa sih yang Mama Papa rencanain sih sebenarnya?'' kata Adrian.


"Yon apa kamu benar menyukai anak saya?" tanya Papa Darren saat setelah Azkia dan istrinya meninggalkan mereka berdua.


"I-iya Om, saya suka sama Kia dari awal ketemu, yang hanya sebatas mengagumi tapi lama kelamaan perasaan saya menjadi lebih." sahut Yono agak terbata.


Papa Darren mangut-mangut mendengar perkataan Yono yang menjawab pertanyaan nya dengan gugup tapi jujur, iya salut dengan laki-laki yang ada di hadapannya.


"Berapa lama kalian kenal?" lagi Papa Darren bertanya.


"Baru dua bulan Om." jawabnya.


Papa Darren pun mangut-mangut lagi sambil menyesap minuman nya sedikit demi sedikit.


"Dua bulan itu baru sebentar Nak, kamu masih muda untuk menjalankan percintaan, apa kamu yakin dengan Azkia?"


"Emm.. Sejauh ini saya sudah meyakinkan diri saya yakin."


"Wah anak muda sekarang semangat nya luar biasa, tapi kalo boleh Om kasih saran, kamu fokus dulu sama kuliah kamu selesaikan juga dengan nilai yang baik, sesudah itu kamu mencari pekerjaan dan menggapai kesuksesan, baru kamu memikirkan untuk keseriusan mu terhadap perempuan yang kamu yakin kan jodoh kami."


Yono agak terkejut dengan penuturan dari orang tua sang pujaan hati, iya masih mencerna dengan apa yang iya dengar dari perkataan yang barusan iya dengar.


...****************...

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2