Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 19


__ADS_3

πŸ’.....


πŸ’.....


πŸ’.....


Setelah mendapat telpon Adrian bergegas berangkat ke kantor, di perjalanan yang padat merayap, Adrian terus mengumpat pada setiap kendaraan yang selalu menghalangi jalannya, atau yang seperti terlihat laju kendaraan orang lain terasa lambat.


45 menit akhirnya Adrian sampai di perusahaan nya, yang sudah di sambut oleh Bian di depan pintu loby perusahaan Anderson Corporation.


Adrian pun bergegas menuju ruangannya, tak peduli dengan karyawan karyawan yang menyapa atau memberi hormat, dengan sikap Adrian yang biasa ramah, sekarang bersikap acuh membuahkan banyak pertanyaan pertanyaan setiap karyawan.


10 menit berlalu, akhirnya Adrian pun sampai di ruangannya, tanpa basa-basi Adrian meminta penjelasan pada Bian, setelah memasuki ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.


"Ada apa Bi? kenapa bisa terjadi? kamu harus cari dalangnya secepatnya?"


Bian menceritakan segala sesuatu yang sedang terjadi sedetail mungkin, tak mengurangi atau manambahkan satu kata pun.


"Oke, segera kamu temukan, jangan sampai Papah mendengar berita ini."


"Baik tuan, saya akan berusaha secepat mungkin untuk menemukan dalang semua masalah ini!"


"Kamu boleh pergi sekarang, dan tolong carikan sekertaris ke kepala HRD, agar kamu tak kewalahan Bi, dan juga saya tak harus kerja sendiri di saat seperti ini."


"Baik tuan, saya permisi."


Setelah kepergian Bian, Adrian hendak *******-***** kening yang terasa berat, karena mendengar masalah yang bucup serius.


"Hah.. ada-ada saja, kenapa masih ada orang seperti itu, apa ada mata-mata?"


βž–


"Tak biasanya, tuan Adrian pergi tak berpamitan?" gumam Azkia.


"Ah sudah lah Dia kan majikan, kanapa harus pamitan pada ku atau Bi Inah sih," Kia berusaha menghilangkan rasa aneh nya sambil menggelengkan kepalanya.


"Ayo Kia kita kerja aja, semangat!"


Azkia pun bergegas mengerjakan apa yang harus Dia kerjakan.


βž–


Di sisi lain, Tuan Darren dan Nyonya Andini masih menikmati masa liburannya, sudah 2 hari berlalu baru menjelajahi 2 Pantai Indah yang ada di Lombok, mereka menikmati dengan senang hati dan tanpa beban, tapi tiba-tiba tuan Darren merasa terganggu dengan suara yang terdengar dari ponselnya, tadinya Dia mengabaikan saja tapi dering ponsel itu tak berhenti berdering, akhirnya mau tak mau Dia pun mengangkat telpon itu, dan di lihat Nama ci pemanggil Asisten nya.


"Halo.. ada apa Ram!"


"..... "

__ADS_1


"To the poin aja Ram!"


"..... "


"Apa.....? terus kamu pantau saja Ram, kamu bantu diam-diam saja, saya ingin tahu apa Adrian mampu menangani nya, kalo Adrian dan Bian kesulitan baru kamu muncul dan membantunya, paham kan Ram?"


"Siap tuan, kalau begitu saya tutup telponnya, maaf sudah mengganggu Liburan anda tuan!"


Ya yang menelpon Tuan Darren ia adalah Rama Asisten Pribadi Tuan Darren, selama Tuan Darren liburan bersama sang Istri tercintanya, Rama lah yang bertanggung jawab atas segala masalah perusahaan Anderson Corp, untuk membantu Adrian dan Bian dari belakang layar, Rama yang sudah 20 tahun bekerja dengan Tuan Darren, sudah di anggap sebagai adik sendiri oleh tuan Anderson, karnanya Dia pun mempercayai Rama dalam segala hal, dengan kejujuran nya selama ini.


"Siapa Pah?" tanya Mamah Andini.


"Rama, Mah!" sahut Papah Darren.


"Ada apa? keliahatannya ada masalah?" tanya Mamah Andini lagi.


"Iya ada masalah sedikit di Perusahaan, tapi Mamah tenang aja Adrian udah pintar Dia dengan cepat menangani masalah, Rama yang pantau dan bantu diam-diam."


"Masalah apa emang Pah? apa serius? apa kita harus pulang?"


Rentetan pertanyaan dari Mamah Andini terlihat dari raut wajahnya yang panik, jadi pemandangan Indah untuk Papah Darren, karenanya terlihat menggemaskan di mata Papah Darren.


"Ha.. ha.. ha.. Mamah menggemaskan sekali sih!" sambil mencubit ke 2 pipi tembem Mamah Andini dengan gemas.


"Aw.. sakit Pah, Mamah lagi serius juga! Papah malah ketawa dan nyubit pipi Mamah, kan sakit Pah." dengan expresi cemberut.


"Habisnya Mamah lucu sih, jangan khawatir mah, masalah kecil saja kok, Mamah jangan pikirin masalah kerjaan Papah, di sini kita lagi liburan jadi kita harus Happy oke."


"Tanang Mah, ada Rama yang bisa meng-handle, Dia tau cara mengatasi orang yang sudah berkhianat sama kita, udah yuk kita makan siang, Papah laper nih, dari habis sarapan kita Jalan-jalan tak henti!"


"Semoga aja ya Pah, Rama emang bisa di andalkan, ya udah yuk Mamah juga lapar Pah. "


Mereka pun bergegas mencari tempat makan khas Lombok.


βž–


Azkia masih asik dengan pekerjaannya, dengan tak lupa earphone selalu menempel di telinganya dengan Lagu-lagu dangdut yang selalu menjadi semangat nya dalam bekerja.


***PERPISAHAN WALAU SEMENTARA


BEGITU BERAT BETAPA MENYIKSA


TANPA KAMU ADA SAMPINGKU


SEPI PUN MELANDA BAGAI KEHILANGAN


TERNYATA TAK BISA JAUH DARI DIRIMU DARI CINTAMU

__ADS_1


TERASA KAMU SUNGGUH BERARTI DALAM HIDUPKU***


***JAKARTA HONGKONG HATI TAK TENANG


TERBAYANG WAJAHMU OH SAYANG YANG KU TINGGALKAN


JAKARTA HONGKONG ANGAN MELAYANG


MENARI DI MATA SAAT KAU LAMBAIKAN TANGAN


JAKARTA HONGKONG HATI TAK TENANG


TERBAYANG WAJAHMU OH SAYANG YANG KU TINGGALKAN


JAKARTA HONGKONG ANGAN MELAYANG


MENARI DI MATA SAAT KAU LAMBAIKAN TANGAN


PERPISAHAN WALAU SEMENTARA


BEGITU BERAT BETAPA MENYIKSA


TERNYATA AKU TAK BISA JAUH DARIMU DARI CINTAMU


TERASA KAMU SUNGGUH BERARTI DALAM HIDUPKU


JAKARTA HONGKONG HATI TAK TENANG


TERBAYANG WAJAHMU OH SAYANG YANG KU TINGGALKAN


JAKARTA HONGKONG ANGAN MELAYANG


MENARI DI MATA SAAT KAU LAMBAIKAN TANGAN


JAKARTA HONGKONG HATI TAK TENANG


TERBAYANG WAJAHMU OH SAYANG YANG KU TINGGALKAN


JAKARTA HONGKONG ANGAN MELAYANG


MENARI DI MATA SAAT KAU LAMBAIKAN TANGAN***


Begitulah Azkia tak bisa jauh dari earphone yang selalu menempel di telinga dan lagu-lagu dangdut kesukaannya, karena itu satu-satunya penyemangat dalam bekerja, meskipun begitu, kalau ada yang memanggilnya Kia masih bisa mendengarkan nya, tak pernah memasang volume besar, asal Kia mendengar untuk diri sendiri, selain itu tak baik untuk kesehatan telinganya.


Tak terasa sore pun datang, Azkia pun sudah membereskan segalanya, sekarang Kia bergegas membersihkan diri lalu menyiapkan makan malam dan menyambut tuannya pulang.


Di sisi lain Adrian dan Bian masih sibuk mengumpulkan bukti kecurangan karyawan yang sudah berkhianat.

__ADS_1


Sedangkan Rama masi memantau nya lewat CCTV di ruangan Adrian tanpa sepengetahuan sang mpunya ruangan, CCTV khusus yang Papah Darren pasang untuk mengawasi Putranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2