
💝.....
💝.....
💝.....
Setelah dari toko buku Azkia pun membeli beberapa stel baju untuk kuliahnya nanti, harga yang cukup menguras tabungannya, tapi tak apa karena biaya kuliah sudah di tanggung tuan besar dan nyonya nya yang baik hati, Kia sengaja tak melakukan pembayaran dengan kartu sakti yang di kasih oleh nyonya nya tadi sebelum ia pergi.
"Maafin Kia ya mbak, udah repotin mbak ngikutin seharian Kia pergi keluar!" kata Kia pada Mira.
"Santai saja Kia, mbak seneng kok bisa cuci mata sekalian, he.. he.. he.. " sahut Mira.
"Mbak mau beli sesuatu gak buat anak mbak? biar Kia yang bayar, anggap aja tanda terimakasih Kia sama mbak karena udah mau nemenin Kia seharian."
"Gak usah Kia, mbak ikhlas kok, mbak nemenin kamu karena mbak mau bukan karena paksaan dari nyonya, atau kamu."
"Udah ayo mbak, kita cari baju buat anak mbak."
Mira pasrah begitu Kia menarik tangannya menuju toko baju anak.
"Ayo mbak jangan menolak, pilih aja buat anak mbak." kata Azkia saat sampai di toko tersebut.
"Tapi Kia.. " belum selesai Mira menyelesaikan apa yang mau di katakan sudah Kia potong.
"Pokoknya kalo mbak nolak, Kia gak bakal kenal sama mbak lagi." lagi Kia tak mau di tolak.
Mira pun pasrah memilih baju untuk anaknya, ia tak mau Kia memusuhinya, sedangkan mereka berada satu atap, akan berasa canggung tinnggal satu atap tak bertegur safa.
'Ya ampun bajunya mahal banget, apa gak papa ya Kia bayarin ini baju 1 aja udah 250rb, mending bilang nanti aja deh ke Kia jangan beli di sini, kalo di pasar kan bisa dapet 5 baju kaya gini.' gumam Mira saat melihat bandrol baju.
"Kia kita belinya di pasar aja yuk, di sini mahal banget, nanti nguras tabungan kamu, mbak gak mau di sini belinya." kata Mira berbisik pada Kia.
"Gak apa-apa mbak sekali-sekali ini, anak mbak pasti suka, yang ini kan mbak, ayo cari 1 lagi buat anak mbak yang besar."
Lagi Mira hanya bisa menghela napas panjang, karena tak bisa menolak keinginan Kia, yang ingin membelikan baju untuk anak-anak nya.
Akhirnya Mira dan Kia pun selesai memilih baju mereka pun langsung ke kasir membayar dan setelah nya mereka pun pulang.
"Halo mang Udin, Kia sama mbak Mira sudah beres, mamang bisa jemput sekarang?" kata Kia di sambungan telepon.
"Siap neng mamang meluncur sekarang."
__ADS_1
Di sisi lain Adrian, Andini, dan Darren baru saja sampai di Mansion tepat pukul 18.15 WIB.
"Selamat malam tuan besar, nyonya, dan tuan muda." sambut Bi Inah.
"Malam Bi, Kia udah pulang?" tanya nyonya Andini.
Sedangkan Adrian dan Darren hanya mengangguk, dan langsung melenggang masuk ke kamar masing-masing.
"Belum nyonya, katanya tadi sedang dalam perjalanan pulang." sahut Bi Inah.
"Ya sudah saya masuk dulu, makasih ya Bi."
"Apa nyonya mau makan malam?" tanya Bi Inah lagi.
"Tak usah Bi, kita sudah makan." sahutnya.
"Baik nyonya."
Andini pun menyusul sang suami ke kamar, sedangkan Adrian celingukan tak melihat Azkia menyusul dan menyiapkan keperluannya, menyadari itu Adrian pun keluar lagi dari kamarnya.
"Bi, Kia mana ya? kok gak nyusul saya buat siapin keperluan saya?" Adrian bertanya pada Bi Inah.
"Itu tuan, Kia belum pulang!"
"Itu nyonya yang suruh Kia pergi dengan Mira, saya pun tak tau, apa mau sama Bibi tuan?"
"Tak usah Bi, saya siapkan sendiri saja." Adrian pun meninggalkan Bi Inah.
'Maaf ya tuan Adrian, saya bohong karena nyonya yang menyuruh saya tak memberi tahu Kia ke mana.'
Setelah itu Adrian pun kembali ke kamarnya, ia pu manti tanpa berendam seperti biasa, karena terbiasa di sediakan jadi mandi pake sower aja lebih cepat dan singkat, hanya butuh 10 menit Adrian pun telah selesai mandi.
'Haaah... Kia kemana sih, mana ribet juga gak ada dia, nyari baju sendiri susah, mandi pun tak bisa berendam, apa Siska nanti mampu melayani ku seperti Kia, ah sudah lah, mikir apa sih aku ini.' gumam Adrian sambil mencari baju sendiri.
Adrian kewalahan nih gak ada Azkia, apa Siska mampu melayani Adrian kaya kerjaan Azkia sehari-hari?
Tak berselang lama Azkia pun akhirnya sampai di Mansion, lalu Mira lebih dulu keluar dari mobil dan di susul Azkia dari sisi lain Azkia turun, tak lupa mang Udin pun keluar dan membantu mengeluarkan barang belanjaan mereka.
"Mbak Mira, mbak bawa belanjaan mbak saja, belanjaan Kia biar Kia yang bawa sendiri."
"Tak apa Kia, masa iya mbak bawa kantong baju doang, sedangkan kamu bawa belanjaan banyak dan berat kan ada buku juga tuh."
__ADS_1
"Biar mamang saja neng yang beratnya, sekalian mamang mau ke dapur juga mau minum haus."
Mira dan Azkia pun tak berdebat lagi karena mang uding udah membawa belanjaan yang berat ke dalam melalui jalan samping, karena mereka tak mau masuk pintu utama.
"Makasih ya mang, udah ngerepotin."
Saat sampai di dapur Bi Inah yang baru saja menyelesaikan sholat maghrib, melihat mang Udin yang bawa belanjaan cukup banyak.
"Mang Kia nya mana?"
Baru menanyakan, muncul lah Mira dan Kia beriringan.
"Ini Kia Bi, maaf ya lama, tadi kejebak macet dan emang di salonnya yang lama."
Bi Inah melihat Azkia merasa melihat orang lain karena penampilannya yang berbeda.
"Ya ampun beneran ini Kia?" kata Bi Inah sambil memutar-putar badan Kia.
"Ya Alloh Bi pusing, kenapa di putar-putar sih?"
Mira dan mang Udin hanya senyum melihat Bi Inah yang pangling melihat penampilan Kia hari ini.
"Ini beneran Kia?" lagi Bi Inah bertanya.
"Iya Bi ini Kia, ada yang salah ya?"
"Gak ada yang salah tapi, Bibi pangling banget sama penampilan kamu yang sekarang, beda banget Kia."
"Masa sih Bi! kirain Kia aja yang ngerasa itu terjadi pada diri Kia."
Nyonya Andini yang baru keluar dari kamarnya dan melewati ruang makan dan dapur, ada keributan lumayan heboh, ia pun menghampiri ruang makan dan masuk ke dapur, karena takut ada keributan di antara sesama pelayanan yang bekerja untuk nya.
"Ya ampun ada apa ini ribut-rinut hemm.. ?" tanya Andini saat sampai di dapur, ia belum melihat ke arah Azkia yang membelakangi nya saat ini.
Mang Udin, Mira, Bi Inah, dan Azkia menoleh ke sumber suara nyonya mereka datang.
"Maaf nyonya, sudah membuat nyonya terganggu." sahut Bi Inah sambil menunduk.
"Maaf nyonya." sahut mang Udin dan Mira pun sama menunduk.
"Maaf nyonya ini semua salah saya, yang menyebabkan kehebohan." sahut Kia sambil menunduk juga.
__ADS_1
Nyonya Andini saat ini terbengong melihat penampilan Kia yang berbeda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...