
π.....
π.....
π.....
Hari demi hari berlalu Minggu pun berlalu dengan cepatnya sampai bulan pun tak terasa mereka lewati kebersamaan setelah menikah.
Adrian dan Azkia kini telah menunggu kehadiran anak pertama sang buah hati yang sedang Azkia kandang.
Ya tepat 9 bulan ini Azkia sudah harap-harap cemas saat-saat menunggu kelahiran sang buah hati tercinta mereka.
"Mas.." panggil Azkia dengan manja.
"Iya sayang apa sudah merasakan mulas hmm?" tanya Adrian saat sang istri memanggilnya.
"Bukan Mas tapi aku mau minum air kelapa muda yang di minum dengan batok kelapa nya." rengek Azkia dengan manja.
"Hah.. ini sudah malam sayang! Mana ada yang masih jualan?" lagi Adrian bertanya atas permintaan sang istri.
Bayangkan saja sekarang sudah jam 9 malam harus mencari tukang kelapa muda!
"Tapi boy pengen mas, katanya sebelum lahiran, ayo dong mas usaha dulu dong!" kembali Azkia merengek meminta keinginannya di penuhi oleh sang suami.
"Baiklah sayang, mas akan meminta mang Ujang yang mencarinya, mas gak mau meninggalkan kamu sayang, gak apa-apa kan?" sahut Adrian dengan lembut membujuk sang istri agar ia bisa tetap menemani sang istri.
Adrian khawatir akan keadaan sang istri kalau ia harus meninggalkan sang istri sendirian di waktu saat sekarang.
"Iya mas gak apa-apa kok yang penting aku bisa minum itu sekarang." rengek Azkia dengan manja.
"Ya sudah, mas panggil mang Ujang dulu ya sayang!" kata Adrian sambil bangkit dari duduknya di atas ranjang. Dan Adrian pun berlalu setelah berucap pada sang istri.
Adrian merjalan ke arah dapur dan menghampiri supir pribadinya.
"Mang.. Mang.. Ujang.." panggil Adrian sedikit dengan kencang.
Mang Ujang yang mendengar panggilan namanya ia bergegas menghampiri sang tuannya.
"Iya tuan saya! Ada yang bisa saya bantu?" tanya mang Ujang saat ia sudah di dekat sang tuan.
"Mang saya mau minta tolong belikan kalapa muda yang utuh, cari saja di mana yang masih buka yang menjual itu." kata Adrian dengan cepat dan jelas.
"Eh.. Iya tuan baik, saya akan mencarinya dengan menaiki motor biar cepat." kata mang Ujang.
__ADS_1
"Ya terserah mamang saja, ini uangnya beli saja beberapa." kata Adrian lagi.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu."
"Ya silahkan, semoga mendapatkannya ya mang." kata Adrian dengan sedikit berteriak karena memang mang Ujang sudah keluar dari pintu dapur menuju garasi.
Setelah melihat mang Ujang meninggalkan rumah, Adrian pun balik ke kamar mereka untuk menemani sang istri kembali yang masih on karena Azkia sudah mulai tak enak tidur karena perutnya yang membesar karena ulah sang suami, yang selalu menggempur sang istri setiap malam tanpa henti.
"Sayang, kamu kenapa hmm?" tanya Adrian saat masuk kamar melihat sang istri yang sudah tak enak duduk maupun posisi tidur.
"Hah.. Mas aku udah gak enak mau duduk sesak, tidur pun susah membulak-balik tubuhku yang berat." sahut Azkia.
"Apa kamu mau melahirkan sayang?" tanya Adrian dengan agak panik.
"Gak tau mas, rasanya sudah tak enak tidur semuanya rasanya serba salah." sahut Azkia lagi.
"Apa mas harus telpon Mama hmm?"
"Gak usah mas, sekarang kan udah malam, pasti Mama udah tidur."
"Terus mas harus bagaimana sayang biar kamu bisa enak tidurnya?" lagi Adrian bertanya agar Azkia tak gelisah.
"Usap-usap perutnya mas, kayanya anak kita maunya di manja sebelum ia keluar!" sahut Azkia lagi.
Akhirnya Azkia pun bisa memejamkan matanya dengan nyenyak ia pun bisa tidur dengan usapan tangan sang suami.
Adrian tak hanya mengusap perut sang istri, ia pun berusaha berinteraksi dengan calon anak yang tinggal meng hitung hari bahkan bisa saja tinggal menghitung jam menit atau detik, karena prediksi dokter suka meleset dari perkiraannya.
Mang Ujang pun pulang dengan membawa kelapa muda yang masih bentuk kelapa utuh, setelah 2 jam ia berkeliling mencari penjual yang masih membuka kiosnya.
Saat mang Ujang masuk rumah, ia melihat semua ruangan sudah padam hanya lampu redup yang masih menyala.
Mang Ujang pun meletakan kelapa itu di dapur, karena kalau memberikan kelapa itu pada sang tuan pasti mereka sudah pada tidur.
"Mang.." panggil Adrian saat ia merasakan haus ia pun gegas menuju dapur karena air yang di sediakan di kamar memang habis.
"Aduh.. Tuan." kaget mang Ujang saat ia di panggil sang tuan.
"Ha..ha..ha.. Mamang pasti kaget ya? Maaf mang! Bagaimana mamang dapat kelapanya?" tawa Adrian pecah saat melihat mang Ujang yang terlonjak kaget.
"Ya tuan Alhamdulillah dapet, mamang beli 5 sekalian saja, karena harganya 20 ribu satunya tuan." sahut mang Ujang.
"Ya sudah terimakasih ya mang, mamang istirahatlah, istri sayanya sudah tidur kok."
__ADS_1
"Iya tuan, kalau gitu saya pamit istirahat dulu." sahut lagi mang Ujang.
"Ya mang silahkan." sahut balik Adrian.
Adrian pun melanjutkan niatnya yang akan mengambil air minum, dan mengisinya untuk di simpan di kamarnya.
Setelah minum dan mengisi penuh tempat air yang memang khusus untuk di kamarnya.
Adrian bergegas kembali ke kamarnya, saat sampai di dalam kamarnya ia tersenyum senang melihat sang istri yang tidur pulas tanpa melihat kegelisahan yang tadi ia lihat.
Adrian pun dengan cepat bergabung dengan sang istri, sebelum ia memejamkan matanya ia mengusap perut sang istri kembali dan berkata "sayang jangan nakal ya, kasihan Mama kamu tersiksa, kalau kamu mau cepat keluar melihat dunia, kamu harus tetap tenang dan berjuang dengan Mama kamu ya sayang." bisik Adrian di depan perut buncit sang istri lalu ia menciumnya.
Akhirnya Adrian pun bisa bernafas lega dan bisa ikut membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
Setelah melewati malam yang lumayan melelahkan Adrian pun bangun di pagi hari lebih dulu, berbanding terbalik Azkia dia masih setia di alam mimpinya.
Adrian pun bergegas bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit berlalu Adrian pun menyelesaikan ritual mandinya, saat keluar kamar mandi ia tersenyum lebar melihat sang istri yang masih terlelap dengan nafas teratur.
Setelah memakai baju biasa Adrian pun keluar kamarnya hanya untuk mengecek dapur dan menanyakan sarapan apa sudah siap.
"Pagi mbak? Apa sarapan sudah siap?" sapa Adrian saat sampai di dapur dan melihat sang asisten rumah tangga nya sedang berkutat dengan wajan dan kompor.
Mira yang mendengar itu ia menoleh dan tersenyum lebar lalu ia menjawabnya "sebentar lagi, sarapan siap tuan!" sahut Mira.
"Nona belum bangun tuan?" tanya Mira karena tak melihat sang nona.
"Belum mbak, dia masih tidur. Kalau begitu nanti antar ke kamar saja ya mbak!" sahut Adrian.
"Baik tuan nanti saya antar ke kamar."
Saat Adrian membalik arah ke kamarnya suara lantang Azkia memanggil nya itu membuat Adrian panik dan langsung berlari ke arah kamarnya yang ada di lantai bawah.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Bersambung.....
Maafkan aku yang baru bisa up lagi karena terhalang RL ku βΊοΈπ
Terimakasih yang masih setia πππ₯°π₯°
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya baruku ya ya ππ₯°