Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 47


__ADS_3

💝.....


💝.....


💝.....


Setelah menyiapkan sarapan pagi ini, Azkia sudah bersiap untuk pergi ke kampus.


Akhirnya hari yang di tunggu Azkia datang juga, hari ini adalah hari di mana Azkia akan melakukan tes ujian seleksi masuk di kampus yang sudah di daftarkan oleh sang majikan baik hati, Azkia sangat bersyukur, karena di beri majikan baik hati tiada tara itu.


'Bismilah semoga tes ujian hari ini di mudahkan dan di lancarkan Aamiin.' gumam Azkia dalam hati saat keluar dari kamarnya pergi ke kampus tempat ia akan melakukan tes ujian masuk kampus.


Sebelumnya Azkia sudah mengabarkan pada ke dua orang tua nya, bahwa ia akan kuliah dengan di biayai oleh majikannya, reaksi orang tua nya sangat terharu bercampur bahagia, karena anaknya bekerja belum genap 6 bulan sudah di kuliahkan oleh sang majikan, sangat mulia sang majikan anaknya mau menyekolahkan sang anak.


Azkia pun keluar dari kamarnya, di ruang santai sang nyonya sudah menunggu Azkia yang sedang bersiap, Azkia pun menghampiri sang nyonya yang sudah menunggunya.


"Nyo.. eh Mah, Kia sudah siap." kata Azkia saat sampai di ruang santai.


Andini pun berdiri dari duduknya, saat mendengar suara Azkia. "Wah cantiknya anak Mamah," sahut Andini sambil memeluk Azkia.


"Mamah gak salah menilai sama kamu, kamu tuh cantiknya luar dalem, gak kaya pacar Adrian yang banyak kepalsuan." lagi Andini berucap sambil mendengus saat mengingat pacar sang anak.


"Udah mah, jangan begitu, mungkin mbak Siska punya alasan!"


"Hmm.. alasan apa pun, menipu itu tidak baik sayang, kamu tau kan?"


"Iya mah, Kia tau kok, berangkat sekarang yuk mah takut telat, nanti kesempatan Kia hilang."


"Iya sayang, ayo."


Mereka pun berangkat bersama, dengan tujuan berbeda, tapi searah, Kia pergi ke kampus, sedangkan Andini ada kumpulan bersama teman sosialita nya.


Dengan 1 jam perjalanan ke kampus akhirnya Kia sampai.


"Mah do'ain Kia ya, semoga tes ujian nanti hasilnya memuaskan, dan keterima Aamiin."


"Aamiin, pasti dong sayang, mamah pasti do'ain kamu, mamah yakin kamu pasti bisa sayang, semangat ya, nanti kalo kamu sudah beres, telpon mamah ya sayang."


"Siap mah, makasih udah baik banget sama Kia, Kia masuk dulu ya mah." sahut kia berpamitan tak lupa ia mencium tangan sang nyonya.

__ADS_1


"Iya sayang sama-sama, semangat."


Kia pun masuk ke area kampus dan menanyakan ke seorang security penjaga, di mana ruangan untuk tes mahasiswa/i baru.


"Pagi pak, maaf mau bertanya di mana ruangan tes buat mahasiswa/i baru?" tanya Kia.


"Oh.. neng mahasiswa baru ya? neng lurus dari sini nanti di ujung koridor belok kanan ada ruangan aula di situ tempatnya." sahut pak security menjelaskan.


"Baik Pak, terimakasih."


"Sama-sama neng, semoga berhasil."


Kia pun hanya mengangguk dan tersenyum manis menyahuti sang security.


'Wah cantik baik pula, pasti ini anak bakalan jadi primadona kampus angkatan baru.' gumam Pak security.


Di sisi lain Adrian pun baru sampai Ruangan nya, langsung di ikuti Nadia dan Bian masuk ruangannya.


"Apa jadwal ku hari ini Nad? ada meeting di luar?" tanya Adrian pada sang sekertaris.


"Hari ini jam 10 ada pertemuan dengan Buana Corp di Restoran Melati tuan, jam 2 nanti ada meeting di ruangan meeting bersama pengadaan dan keuangan." sahut Nadia.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


"Ya"


Setelah Nadia keluar ruangan, Adrian pun lanjut bertanya pada Bian yang sedari tadi menunggu gilirannya.


"Bi, apa kamu sudah menemukan sesuatu?" tanya Adrian.


"Belum ada yang mencurigakan tuan, saya masih berusaha mencari yang lain." sahut Bian.


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu Bi?" lagi Adrian bertanya dan mencurigai Bian dengan sikap nya.


"Tidak tuan tidak, saya tidak menyembunyikan apa-apa." sahut Bian dengan wajah tegang.


"Kamu gak bisa sembunyikan wajah berbohong mu itu dari ku, kita udah kenal lama Bi! ayo ceritakan, apa yang kamu tau?" lagi Adrian bertanya.


Bian menundukkan kepala sejenak, Adrian benar dia tak bisa bohong pada sang sahabat sekaligus bos, iya pun menceritakan tentang yang dia tau.

__ADS_1


"Maaf tuan, buan saya bermaksud berbohong tapi saya masih menyelidikinya karena belum yakin apa yang pacar tuan lakukan." sahut Bian.


"Apa yang Siska lakukan? apa memang Siska tak sebaik yang saya tau?" lagi Adrian bertanya.


"Maaf tuan, saya baru menemuka fakta bahwa nona Siska selingkuh dari anda, saya pernah melihat itu saat anda baru sebulan menjalin hubungan, mereka keluar dari hotel dengan mesra, saya yakin nona Siska tidak tulus mencintai anda!" sahut bian panjang lebar.


Kening Adrian berkerut saat mendengar pernyataan yang menyatakan bahwa sang kekasih selingkuh darinya, 'Apa yang membuat Siska selingkuh dari ku, aku kurang apa selama ini?' gumam Adrian dalam hati.


"Apa kamu yakin? kamu ada bukti? saya tak akan percaya kalau bukti itu belum sampai di tangan saya." lagi Adrian bertanya beruntun.


"Waktu itu saya sedang ada pertemuan klien di Hotel Anugrah, tuan ingat? saat itu kita sudah terlambat jadi buru-buru masuk untuk menemui klien kita." sahut Bian lagi.


"Ya saya ingat, kenapa kamu tak langsung bilang setelah pertemuan itu beres?"


"Maaf tuan, memang itu salah saya, tapi saya sekarang lagi berusaha menemukan bukti dengan menguntit nona Siska, anak buah saya yang di tugaskan baru hari kemarin dan hati ini dia mengikutinya, kemarin tak ada yang mencurigakan, siapa tau hari ini ada hasil yang bisa saya laporkan pada tuan."


"Oke, saya tunggu kabarnya secepatnya, kamu boleh kembali bekerja."


"Baik tuan saya permisi."


Bian pun keluar ruangan Adrian, sedangkan Adrian masih bertanya-tanya dalam hatinya apa yang menyebabkan sang kekasih menghianatinya.


'Ya Allah apa salah dan dosa ku sampai kekasih yang sangat aku sayangi dan cintai begitu mudah mendua, apa aku terlalu kaku karena setiap bertemu Siska selalu menolak ajakan melakukan hubungan terlarang? aku hanya ingin menjaga mahkota calon istri aku, aku gak mau merusaknya hanya karena nafsu ku saja, semoga Siska bisa menjaga mahkotanya sampai kita menikah aamiin.' kata Adrian dalam hati yang resah dan gelisah memikirkan segala permasalahan hati yang sakit setelah mengetahui sang kekasih berselingkuh.


"Hallo Tuan besar, maaf kan saya, saya tadi sudah mengungkapkan perselingkuhan tentang Siska pada Adrian, karena saya tidak bisa membohongi sahabat saya tuan." saat ini Bian sedang menelpon tuan Darren papah dari sang sahabat.


"Ya bagus tak apa, apa reaksi Adrian setelah dia tahu kelakuan pacarnya?"


"Expresi muka dia terlihat sedih dan kecewa, mungkin dia tak menyangka akan dikhianati."


"Ya mungkin, kamu pantau terus Adrian, jangan sampai dia jatuh, kamu harus kasih suport, saya percaya sama kamu Bian, karena kamu sahabat dan sekaligus asisten handal."


"Pasti tuan, saya akan menjaga Adrian dan mensuport nya."


"Ya sudah, saya tutup telpon nya, selamat bekerja Bian."


"Ya tuan."


Mereka pun memutus telpon, dan melanjutkan pekerjaan masing-masing.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2