
💝.....
💝.....
💝.....
Sepanjang jalan pulang Adrian melamun, Bian yang menjadi supir hanya menatap sekilas pada arah penumpang sang sahabat yang sedang melamun, Bian prihatin atas pengkhianatan kekasih sahabatnya.
"Yan, loe jangan terpuruk dong, loe harus bangkit, dan balas apa yang udah Siska lakukan pada loe! gue tau loe pasti syok dan terpuruk atas kejadian ini, tapi loe harus bangkit, dan perlihatkan pada pengkhianat itu."
Adrian tetap melihat ke arah luar jendela dan fokus pada jalanan.
Bian pun menghela nafas panjang, melihat melihat sang sahabat begitu terpuruk seperti itu, ia pun bingung harus bagaimana.
"Yan? loe mau mampir ke toko kue langganan loe gak?"
"Gak Bi."
"Gak apa nih?"
"Gak usah mampir?" geram Adrian.
"Hmmm... loe gak mau gitu beliin buat nyokap loe? tau sendiri nyokap loe suka sama kue dan roti di toko langganan loe!"
Adrian melirik ke arah Bian, lalu memalingkan kembali sambil menghela nafas panjang.
"Ya sudah mampir dulu."
Bian pun tersenyum kala sang sahabat bisa ia alihkan dari pikirannya.
Saat akan sampai, Bian pun membelokan ke toko langganan Adrian dan mamahnya.
"Yan, udah sampai, mau di temenin gak?"
"Hah.. udah sampai ya?" tanya balik Adrian ke Bian.
"Iya, makannya loe jangan melamun aja?"
"Gue pusing Bi, hah.. "
"Udah lah Yan, loe gak usah mikirin pengkhianat itu, mending loe pikirkan bagai mana cara membalas sakit loe sama dia."
"Hah, otak gue buntu Bi, mikir pun tak bisa."
"Loe mending langsung temuin papa loe?"
"Hmm.. ya tar gue coba."
Adrian pun keluar dari mobil lalu masuk ke toko kue langganan nya.
"Selamat sore tuan, silahkan ini keranjang nya."
"Terimakasih."
Adrian pun memasukan kue dan roti yang biasa ia beli, setelah itu ia pun ke kasir untuk membayar belanjaannya.
"Nih buat ayah ibu loe Bi, yuk pulang!"
"Wah Makasih Yan, loe emang bos dan sahabat yang baik."
__ADS_1
"Wes udah udah jangan peluk-peluk bau keringat loe!"
"Dih, mana ada bau keringat, masih wangi juga, loe tuh yang bau ingus abis mewek."
"Enak aja loe, gue gak mewek ya, huh.. " Adrian pun mendengus sebal.
"Hahaha.... loe kaya anak kecil yang merajuk lucu."
"Enak aja, udah ah loe turun aja sana, udah deket juga gue bawa mobil sendiri!"
"Wah, jangan dong, tar gue balik pake apa?"
"Bebas, terserah loe."
"Loe taga bener sama sahabat loe sendiri!"
"Makannya jangan ngeledekin gue mulu, mau gue potong gaji loe?"
"Wes jangan bos jangan, ampun ya bos."
"Makannya loe tutup mulut loe, ayo cepat anter gue pulang!"
Bian pun dengan cepat tancap gas, karena gak mau pulang dengan kendaraan umum.
Sesampainya di rumah, Adrian pun langsung di sambut Azkia yang sudah menunggu sang tuan.
"Selamat sore tuan." sambut Azkia sambil menundukkan badannya.
"Ya sore, bawa ini, hidangkan setelah makan malam biasa dengan teh kesukaan Mamah."
"Baik tuan."
Sesampainya di kamar sang tuan, Azkia pun langsung menuju kamar mandi menyiapkan air hangat untuk mam di sang tuan.
"Tuan airnya sudah siap."
"Ya terimakasih Kia." sahut Adrian langsung beranjak dari duduknya dan menaruh ponsel nya di atas meja nakas.
Azkia pun langsung bergegas membereskan kamar sang tuan dan menyediakan baju gantu untuk sang tuan, setelah itu Azkia kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Sore Bi?"
"Sore juga Kia, kamu dari mana?"
"Biasa Bi, habis nyiapin air mandi tuan muda, Bibi udah siapin apa saja?"
"Baru ngeluarin lauk doang, tinggal kamu keluarin sayuran nya."
"Siap Bi."
Mereka pun berkutat dengan bahan masakan untuk makan malam.
Di sisi lain tuan Darren dan nyonya Andini sedang berbincang di kamar mereka setelah tuan Darren mandi.
"Mah, Adrian sudah tau semua tentang Siska loh!"
"Wah benar pah? terus reaksinya bagai mana?"
"Kata Bian, Adrian syok mah, kasihan dia terpukul banget mah, tapi masih bisa meredam amarahnya sendiri, untung Adrian tak berbuat macam-macam mah."
__ADS_1
"Mamah jadi penasaran pah, pingin lihat anak kita, takut dia nekat!"
"Tenang saja mah, anak kita tak sebodoh itu, hanya karena seorang wanita, dia itu anak taat pada agama, jadi mamah tak usah khawatir."
"Iya pah, mamah percaya sama Adrian, dia itu memang anak yang baik dan soleh, tak sia-sia mamah mendidik dia dari kecil memupuk pelajaran agama."
"Iya mah, papah bersyukur punya istri soleha dan anak soleh seperti kalian."
Waktu terus berlalu, jam makan malam pun tiba, setelah berbincang dan melaksanakan shalat berjamaah, tuan Darren dan nyonya Andini pun keluar kamar menuju ruang makan.
"Selamat malam tuan dan nyonya, silahkan makan malam sudah siap." sambut Azkia saat sang tuan dan nyonya datang.
"Ya ampun sayang, kenapa kamu masih formal aja panggil kita? kan mamah udah bilang apa coba?" sahut nyonya Andini.
"Ma-af mah, Kia belum terbiasa kadang suka lupa." sahut Kia gugup.
"Ya sudah kamu harus sering membiasakan panggilan kamu sama Mamah, dan Papah, oke!"
"Siap Mah, Pah." sahut Kia dengan senyuman lebar.
Tak lama Adrian pun datang, lalu menyapa orang tuanya.
"Malam Mah, Pah."
"Malam sayang."
"Malam juga Yan."
"Sudah lengkap, makanan sudah siap, ayo kita makan, Kia cepat duduk sayang, ayo kita makan."
"Baik Mah, ini tinggal makanan penutup, Kia ambil dulu."
Kia pun berlalu mengambil makanan penutup ke dapur, yang sudah siap tinggal di sajikan.
Setelah Kia mengambil dan menaruh makanan penutup, mereka pun makan malam bersama.
➖
Di sisi lain Siska sedang menyusun rencana bersama Rico sang kekasih sebenarnya tapi gelap.
"Apa rencana mu sayang? waktu mu tinggal 20 hari ke pernikahan mu?"
"Aku sudah merencanakan bertemu makan malam romantis bersama Adrian, di Restoran Hotel bintang 5 di pusat kota, aku akan menjebak dia dengan obat tidur, kamu harus membantu ku nanti!"
"Apa kamu sudah membicarakan ini sama Adrian sayang?"
"Besok aku akan bertemu dengannya, dan membicarakan rencana ku mengajak Adrian untuk makan malam."
"Bagus, kamu harus bertindak cepat, agar nanti saat waktunya tiba, kau bisa tinggalkan dia dan kembali pada ku."
"Iya sayang, itu pasti, setelah aku bisa mengalahkan semua aset yang Adrian punya untuk ku, aku akan kembali padamu."
'Hmm, mimpi saja kau Rico, aku tak mau membaginya dengan mu, dan aku akan melenyapkan mu lalu Adrian, aku akan menguasai semua sendirian hahaha... ' ocehan Siska di dalam hati.
Siska dan Rico berbincang terus untuk mematangkan rencana mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung.....
__ADS_1