
π.....
π.....
π.....
Pesta pernikahan Adrian dan Azkia berlangsung meriah, tak ada hambatan apa pun.
Tamu datang silih berganti sampai acara selesai pada pukul 7 malam.
Memang tamu undangan di bagi 3 sesi, pertama untuk keluarga, kedua untuk para teman dan sahabat dari Adrian dan orang tuanya, ketiga kolega bisnis.
Setelah selesai serangkaian acara, pengantin pria itu pun dengan cepat membawa sang istri ke kamar pengantin mereka.
Ya Adrian sudah gak sabar untuk menerkam sang istri yang dari awal sampai akhir sudah bikin prustasi, karena melihat kecantikan wanita yang sekarang menjadi istrinya.
Saat sampai di depan pintu kamar pengantin, dengan cepat Adrian membuka pintu dengan key card yang ia pegang.
"Ayo masuk!" bisik Adrian tepat di telinga Azkia yang langsung meremang seluruh tubuhnya.
"Mas..." lirih Azkia karena ia merasa geli dengan ucapan yang dikatakan di depan telinga nya.
Azkia berjalan pelan karena emang gaun pengantin yang Azkia pake bikin susah jalan.
Karena kesal melihat sang istri berjalan sangat pelan sedari tadi, Adrian dengan sigap menggendong Azkia ala bridal.
"Maas..." teriak Azkia cukup kencang karena kaget tiba-tiba melayang ke udara ulah Adrian yang menggendongnya ala bridal.
"Aku gemas dan udah gak tahan lahat kamu dari tadi pagi, aku udah cukup sabar sayang, jangan harap kamu malam ini bisa tidur nyenyak." bisik Adrian saat menggendong Azkia melangkah dengan cepat membawa sang istri ke atas ranjang.
Azkia terbelalak mendengar penuturan sang kakak angkat yang sekarang sudah resmi menjadi suami sah nya saat tadi pagi.
Saat sampai di ranjang, Adrian membaringkan sang istri dengan pelan dan dengan tak sabar Adrian langsung menindihnya.
"Mas jangan sekarang, aku gerah ingin mandi dulu." lirih Azkia saat mendapat serangan langsung dari predator nya.
__ADS_1
"Ayo kita mandi bersama sayang." sahut Adrian dengan semangat 45."
"Tapi mas!"
"Tak ada tapi-tapian, ayo kita mandi bersama."
Adrian langsung bangkit kembali diri atas tubuh Azkia dan ia langsung menggendong Azkia kembali menuju kamar mandi.
"Mas aku bisa jalan sendiri."
Lagi-lagi Azkia menahan malu, mukanya semakin merah seperti tomat matang yang segar kalo di makan siang-siang hihi.
"Kalau kamu jalan sendiri pasti sampai ke kamar mandi tahun depan, lama kamu jalannya sayang."
Azkia makin malu dengan bertubi-tubi kata yang Adrian layangkan padanya.
Azkia pun pasrah, membantah pun tak ada gunanya, akhirnya Azkia pun mengalungkan tangannya pada leher sang suami karena takut jatuh.
"Buka pintunya sayang!" bisik Adrian saat mereka sampai di depan pintu kamar mandi.
Adrian pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkan Azkia di atas closet.
"Mas riasan rambutku belum di buka!" kata Azkia lirih.
"Ah ****.." umpat Adrian.
"Aku akan membukanya dulu mas." kata Azkia sambil bangkit dari duduknya di tempat closet tadi.
Sebelum Azkia bangun, Adrian mencegahnya. "Kamu duduk saja, biar mas yang buka riasannya." kata Adrian lalu ia langsung membuka satu persatu riasan rambut Azkia dengan pelan, karena ia tak mau menyakiti Azkia.
"Auw.. Pelan-pelan mas sakit." lirih Azkia saat merasa rambutnya tertarik dari riasan yang Adrian ambil di atas rambut Azkia.
"Maaf sayang, mas akan lebih pelan lagi, tahan ya sayang." sahut Adrian cepat.
'Ah sial gara-gara riasan ini ritual mandi ku jadi lebih lama.' gumam Adrian dengan kesal karena harus mencabut satu persatu riasan yang ada di rambut Azkia.
__ADS_1
Dengan cekatan dan kesabaran yang ia tunjukkan berbanding terbalik dengan hatinya yang sangat dongkol.
Sekitar 15 menit Adrian dengan sabar membantu Azkia membuka satu persatu riasannya akhirnya selesai juga.
Saat selesai ia pun langsung meraih seleting gaun pengantin yang Azkia pake.
Azkia yang sadar gaunnya yang sudah agak longgar, ia pun mendongakkan kepalanya.
Al-hasil mereka berdua saling tatap tanpa jarak, Adrian yang melihat itu tak menyiakan waktu dan kesempatan yang ia punya, Adrian pun langsung menahan tengkuk sang istri lalu me-***** bibir manis sang istri.
Azkia yang tak siap dengan serangan langsung dari Adrian terkejut dengan perlakuan Adrian yang langsung menciumnya, sesaat Azkia masih bengong, tapi saat Adrian bersuara Azkia pun baru sadar dari keterkejutannya.
"Sayang buka mulut mu, kalau tidak membukanya aku akan menggigitnya." kata Adrian saat ia merasa tak ada respon dari sang istri.
Azkia dengan patuh membuka mulutnya tanpa ada penolakan dari sang istri Adrian tersenyum senang, ia pun tak menyiakan kesempatan itu.
Adrian melanjutkan aktivitas nya dengan tangan tak diam, ia pun melanjutkan membuka seleting gaun sang istri sampai gaun lengannya merosot, Adrian pun membukanya, dan ia menemukan benda kembar yang masih terbungkus setengahnya, karena memang tak sepenuhnya benda itu terbungkus.
Tak membuang waktu Adrian pun menyentuh aset sang istri, saat sentuhan pertama loloslah de-sahan Azkia dari mulutnya yang saat itu Adrian melepaskan tautan bibir mereka.
"Ah.. Mas." de-sah Azkia.
"Gunung kembar mu pas di tangan ku sayang, ini benar-benar indah."
Azkia makin merona mendengar kata vulgar yang di lontarkan sang suami.
Adrian yang melihat itu tersenyum senang, ia terus menerus menyelesaikan aksinya karena hasratnya sudah di ujung tanduk.
"Sayang kita akan mandi sekaligus pemanasan." bisik Adrian lalu mengajak Azkia menuju sower.
Entah kapan baju mereka terlepas, karena saat ini mereka sudah sama-sama naked.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Sudah dulu ya π€ gimana nih lagi panas-panas gini makin hareudang gak tuh π
__ADS_1
Sudah apa lanjut komen ya Jan lupa π₯°