
💝.....
💝.....
💝.....
Hari demi hari pun berlalu tak terasa hari ini hari yang di tunggu Siska untuk melancarkan aksinya, karena kelicikan yang ia miliki, tapi tanpa seorangpun tau termasuk asisten sekaligus sahabatnya yang sudah menemaninya dari awal karir ia menjadi model sampai sekarang.
Siska memang memiliki 2 kepribadian, dia bisa baik dan lugu di hadapan orang terkasihnya sedangkan di belakang mereka ia kerap kali menggila dengan sikap jauh berbeda dari yang di tampilannya.
Sampai ia bertemu Rico yang sama-sama mempunyai dendam terdahulu terhadap keluarga Anderson, maka mereka merencanakan membalas dendam mereka bersama-sama.
Saat ini Siska sedang menyusun rencana untuk nanti malam.
Ya, malam ini adalah hari di mana Siska akan merencanakan jebakan untuk sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
''Hah.. akhirnya beres semua rencana ku, Adrian pasti makin mencintaiku dan rasa bersalah ingin segera menikahiku, saat dia tau kita bangun di ranjang yang sama ha.. ha.. ha.. " monolog Siska yang sedang membayangkan rencana yang telah ia susun untuk nanti malam.
"Aku harus menelpon Adrian, untuk datang tepat waktu."
Siska pun mengambil handphonenya lalu mendial nama Adrian My Heart.
Panggilan pertama tak ada jawaban sampai mati kembali panggilan nya.
"Hah.. kemana sih Adrian ini kok telpon ku tak di angkat huh. " omel Siska saat tak dapat jawaban dari sang ke kasih.
"Aku coba lagi lah siapa tau dia lagi olahraga, biasa dia kalo pagi-pagi selalu berolahraga."
Siska pun mencoba kembali menghubungi Adrian sang kekasih.
Panggilan ke 2 ini di angkat saat dering ke 3 berbunyi.
"Ya Hallo, ada apa?" jawab Adrian saat menerima panggilan dari kekasihnya.
"Hallo sayang, kok gitu sih jawabnya ketus, kemana aja sih kenapa baru di angkat?" rengek Siska manja.
Adrian menghembuskan nafas panjang. "Maaf aku lagi nge Gym tadi ini baru selesai, ada apa?" terpaksa Adrian mengangkat telpon pun dengan malas-malasan.
"Nah kan aku udah duga sih, pasti kamu lagi Gym, terus sekarang udah selesai kah sayang?" lagi Siska bertanya.
"Sudah ini lagi istirahat, kamu ada apa nelpon aku sayang?"
''Cih rasanya aku ingin muntah menyebutnya sayang.'' sahut dalam hati Adrian.
"Ya udah istirahat dulu sayang, aku cuma mau ingetin biar kamu tak lupa, nanti malam acara dinner romantis kita sebelum pernikahan kita tiba sayang, nanti kamu jemput aku kan?"
"Ah.. iya oke nanti aku jemput, ya sudah aku tutup ya, ada lagi yang mau kamu sampaikan?"
__ADS_1
"Tidak, ya sudah selamat istirahat sayang muah."
Adrian tak menjawab ataw membalas ciuman dari sebrang telpon, ia sudah ingin cepat mengakhiri sandiwara ini yang makin muak melihat tingkat sang kekasih pengkhianat itu.
''Hah.. andai waktu bisa di putar kembali, aku tak akan mau mencintai orang seperti Siska, ya Allah tolong sabarkan hamba, biar hamba bisa melewati semuanya dengan hati yang sabar. Aamiin."
"Adrian kenapa sih selalu menutup telpon tanpa kata lagi hmm, apa Jangan-jangan... ah tidak mungkin iya tau, dia kan terlalu mencintai ku jadi dia tak mungkin menyelidiki ku kan? sudah lah aku harus segera bergegas pergi ke salon agar nanti malam Adrian makin klepek-klepek sama aku."
Dengan senyuman lebar nampak di bibir Siska yang melangkah menuju kamar mandi untuk bersiap pergi ke salon dan memanjakan diri untuk segala spa yang ia akan lakoni.
"Hah.. mending aku renang saja, lalu mandi dan sarapan, dari pada memikirkan dia huftt."
Ya memang hari ini masih menunjukkan tepat jam 06.30 masih ada waktu ke jam sarapan.
Adrian meninggalkan ruangan Gym yang berada samping kolam renang di halaman samping rumah yang luas, jadi Adrian tak butuh waktu lama untuk menuju ke kolam renang.
Azkia sedang sibuk di dapur, kebiasaan ia yang selalu bangun pagi tak pernah terlambat, ia pun di bantu sama mbak Mira seperti biasa.
"Mbak Bibi kok gak keliatan?"
"Iya, Ki mbak pun belum lihat sedari subuh."
"Oya? terus Bibi kemana apa masih di kamarnya?"
"Apa mbak lihat ke kamarnya dulu Ki?"
"Boleh mbak, aku khawatir takut Bibi kenapa-kenapa!"
"Siap mbak, biar Kia yang selesaikan."
Tak lama nyonya Andini datang menghampiri Azkia yang ada di dapur bersama Mira.
Mira yang hendak pergi berpas-pasan dengan sang nyonya.
"Selamat pagi nyonya." sapa mbak Mira.
"Pagi Mir, kamu mau ke mana?"
"Itu nyonya, saya mau ke kamar Bi Inah."
"Eh.. mau apa? Bi Inah semalam dia pamit izin pulang kampung karena anaknya sedang sakit, dia gak mau nunggu besok karena anaknya sedang di rawat di Rumah sakit karena demam berdarah, makannya kemarin malam mang Asep yang antar Bi inah." sahut nyonya Andini menjelaskan panjang lebar.
Azkia yang mendengar itu langsung menghampiri mbak Mira dan sang mama.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun, semoga anaknya Bi inah lekas sembuh ya ma, mbak, pantes aja aku khawatir semalaman ma."
Mira yang sedari tadi mendengar penjelasan sang nyonya kaget saat dia akan menyahuti sang nyonya keduluan oleh Kia yang datang dari belakang nya.
__ADS_1
"Astaghfirullah Kia kamu ngagetin mbak aja, baru mbak mau menyahut nyonya kamu malah mendahului."
"Eh.. he.. maaf mbak aku reflek Hi.. Hi.. " sahut Kia sambil nyengir kuda.
"Ya sudah kalian lanjutkan masaknya, kalian mau bikin apa?" tanya Andini.
"Ah.. iya ma, ini aku sama mbak Mira mau bikin salad buah dan sayur dengan nasi goreng seafood, apa mama mau yang lain?" tanya Azkia.
"Wah enak tuh, sudah lama tak makan salad, hmm mama mau di bikinin sandwich aja deh, masih ada stok roti kan?" tanya Andini.
"Masih ma, ya sudah mama mau nunggu di meja makan? apa nunggu di ruang santai?" lagi Azkia bertanya.
"Mama mau balik kamar dulu, mau urusin papa dulu, nanti setelah selesai mama balik sini lagi."
"Iya ma."
Andini pun meninggalkan dapur, sedangkan Azkia dan Mira melanjutkan memasak sarapan.
Di sisi lain Adrian sedang asik berenang, tanpa lelah ia terus memutar ujung ke ujung kolam renang ia kitari tanpa lelah.
Sampai merasa lelah Adrian pun menyudahi acara berenang nya, lalu ia memakai kimono yang sudah ia sediakan tadi sebelum berenang, lalu ia bergegas masuk ke kamar untuk mandi yang sebenarnya.
Telan jam 7 pagi sarapan pun sudah siap di meja makan, Andini dan Darren pun sudah datang ke ruang makan.
"Wah harumnya." kata tuan Darren saat masuk ke ruangan makan.
"Iya pa, bikin laper ya, he.. he.. "
"Silahkan Tuan, Nyonya kalo mau langsung sarapan." sahut Mira.
"Iya Mira makasih, Kia mana?"
"Kia sedang ke mbali ke kamarnya nyonya."
"Oh iya."
Beberapa saat Adrian turun di susul oleh Azkia di belakangnya.
"Pagi ma, pa. "
"Pagi sayang, ayo cepat duduk kalian lama sekali, mama udah kelaperan nih nungguin kalian."
"Lah kenapa gak duluan saja sih ma!"
"Sudah-sudah jangan debat, kalo debat kapan makannya."
Mereka pun akhirnya tertawa bersama lalu makan bersama.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....