Maid Pribadi Tuan Muda Anderson

Maid Pribadi Tuan Muda Anderson
BAB 38


__ADS_3

πŸ’.....


πŸ’.....


πŸ’.....


"Bian, Nadia! Adrian mau kemana?" tanya tuan Darren saat mereka bertemu di depan lift.


"Eh, siang tuan besar, tuan muda pergi makan siang bersama kekasihnya." safa Bian dan Nadia sambil memberi hormat, lalu Bian menjawab atas pertanyaan tuan Darren.


"Di mana mereka bertemu?"


"Mereka biasa di Cafe favorit mereka tak jauh dari sini tuan besar." sahut Bian.


"Oke, terimakasih infonya,"


Bian dan Nadia hanya mengangguk.


Tuan Darren pun masuk lift yang terbuka bersama Rama mengikutinya.


"Ayo masuk, kalian mau makan siang kan?"


"Eh iya tuan," Bian dan Nadia pun ikut masuk lift bersama tuan Darren dan Rama.


Saat sampai di lantai dasar, mereka pun berpisah.


"Permisi tuan kami duluan."


"Ya."


Setelah Bian dan Nadian berlalu, tuan Daren pun mengajak Rama makan siang di tempat Adrian bersama Siska makan bersama.


"Rama kita makan di tempat Adrian saja."


"Baik tuan."


Mereka pun naik mobil menuju tempat Adrian makan siang bersama makan siang.


Di sisi lain Adrian sudah datang di Cafe sambil menunggu sang kekasih, dia berinisyatif untuk memesan menu favorit mereka.


Setelah Adrian memesan makan siangnya, Siska pun datang.


"Hai sayang, maaf udah menunggu!" Safa Siska saat datang menghampiri Adrian dan mendudukkan pantatnya di kursi.


"Hai juga sayang, tak apa sayang aku belum lama kok." sahut Adrian.


Setelah Siska duduk, sambil menunggu pesanan datang mereka berbincang kecil, tak lama pesanan mereka pun datang.

__ADS_1


"Permisi Tuan, Nona, silahkan pesanannya." kata pelayan yang mengantarkan pesanan Adrian dan Siska.


"Terimakasih." sahut mereka berdua.


Mereka pun makan dengan hening, setelah habis makanan utama, mereka pun makan makanan penutup, setelah itu mereka pun berbincang kembali.


"Sayang, kapan orang tua mu dan orang tua ku bertemu?" tanya Adrian.


"Aku udah ambil libur 3 hari, buat mempersiapkan acara kamu melamar aku, maka dari itu, aku ajak kamu makan siang biar bisa membahas ini sama kamu! bagaimana menurut mu hmm..?" sahut Siska.


"Kalau begitu aku akan bicarakan hal ini pada mamah papah ku sepulang kerja! kamu libur hari apa sayang?"


"Jumat, Sabtu dan Minggu, kamu bisa pilih mau hari apa?"


"Kemungkinan hari Sabtu, nanti aku kabari lagi hari tepatnya."


Mereka pun lanjut mengobrol tentang masa depan mereka, tanpa mereka sadari ada yang mendengar dan mengamsti percakapan antara mereka berdua di belakang meja paling sudut.


"Rama, gimana perkembangan anak buah kamu yang di kasih tugas untuk mengawasi Siska? Saya mau bukti-bukti itu nyata, saat waktu yang tepat saya akan bongkar segala kebusukannya."


"Baik tuan, tadi pagi anak buah saya sudah mengirimkan bukti akurat ke email saya, saya belum sempat mencetaknya, nanti saya akan menyuruhnya untuk langsung mencetaknya."


"Terimakasih Ram, kamu memang asisten yang pintar, dan bisa di andalkan, ayo kita pulang, setelah ini aku akan memainkan peran ku, dan istri ku juga harus tahu."


"Baik tuan, mari.."


"Sayang, jam 2 siang aku ada pertemuan bisnis di luar, perjalanan dari sini ke tempat pertemuan itu lumayan jauh, jadi aku minta maaf tak bisa lama menemanimu di sini, aku akan pergi sekarang? apa kamu mau aku antar ke tempat mu? kebetulan searah?"


"Yah, padahal masih banyak yang aku mau omongin, tapi apa boleh buat punya calon suami yang super sibuk harus ku terima." sahut Siska sambil tersenyum lebar untuk menutupi kekecewaannya.


"Maafkan aku ya sayang, soalnya pertemuan ini aku tak bisa di geser ke jam lain atau hari lain, karena tak ada lagi waktu, maafkan aku sekali lagi ya sayang, jangan marah, kita lanjutkan malam di telpon oke!"


"Iya sayang iya, ya udah yuk kalau gitu kita pulang."


Mereka pun pulang, sebenarnya Adrian memanggil pelayan untuk meminta bil nya lalu membayar dengan kartu sakti yang Adrian punya, setelah membayarnya, mereka meninggalkan Cafe.


βž–


["Hallo mah!"]


["Iya pah, ada apa?"]


["Ada yang mau papah bicarakan, mamah nyusul ke Cafe Bulan Terang ya, minta supir antar mamah."]


["Emang harus sekarang ya pah, sampai harus mamah nyamperin papah?"]


["Ini pokonya penting pake banget, kalo mamah penasaran, ayo cepat susul papah, papah tunggu ya."]

__ADS_1


Setelah tuan Darren berbicara itu, dia pun menutup telpon nya, jadi bikin penasaran istrinya.


"Ish.. si papah main matiin aja telpon nya, aku kan belum selesai ngomong, huh.. ya sudah lah mending aku bergegas saja ganti baju." sahut Andini sambil menggerutu.


Setelah siap dengan baju dres berlengan pendek panjang hanya selutut berwarna cream yang di kenakan Andini, meskipun umur sudah berkepala 4 tapi masih terlihat cantik dan muda dengan dres yang ia kenakan saat ini, Andini pun keluar dari pintu utama dan memanggil sang supir pribadi.


"Mang antar saya ke Cafe Bulan Terang,"


"Baik nyonya, silahkan masuk."


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, sang supir pun segera mencuci dengan kecepatan standar.


25 menit perjalanan yang di tempuh, akhirnya sampai juga, saat mobil sampai di depan pintu masuk Cafe, Andini pun turun dari mobil yang telah di bukakan pintu mobil oleh security yang berjaga.


"Silahkan nyonya." kata security yang membukakan pintu mobil Andini.


"Terimakasih pak." sahut Andini.


Saat masuk pun Andini di sambut oleh pelayanan yang selalu stay menjaga pintu.


"Selamat siang nyonya! apa anda sudah memesan tempat atau mau bertemu seseorang?" tanya sang pelayan.


"Saya mau bertemu suami saya, tuan Darren namanya?" sahut Andini.


Sebelum pelayan itu mengantarnya, sang pelayan melihat catatan pengunjung, setelah menemukan nama yg di sebutkan tadi iya pun mempersilahkan masuk dan mengantar nya, "Silahkan masuk nyonya saya antar." pelayan itu pun mengantar ke ruangan privat yang memang sengaja tuan Darren pesan, agar saat sedang membicarakan sesuatu lebih privasi.


Saat sampai di pintu ruangan yang di dalam sudah ada tuan Darren sang suami dari nyonya Andini, pelayan itu pun mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Tok.. tok.. tok.. Ceklek.. permisi tuan saya mengantar istri anda! silahkan masuk nyonya," kata sang pelayan.


"Ya terimakasih," sahut Darren dan Andini bersamaan.


"Tolong bawakan buku menu untuk istri saya."


"Baik tuan," pelayan pun mengambil buku menu yang ada di sudut ruangan. "Silahkan nyonya buku menu nya."


"Saya pesan jus strawberry dan tiramisu cake."


"Baik nyonya, ada lagi?"


"Sudah cukup."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf kan Author yang sibuk RL nya


Saya akan usahakan up hari ini 2 bab tunggu bab selanjutnya ya β˜ΊπŸ™

__ADS_1


__ADS_2