
π.....
π.....
π.....
Waktu terus berlalu, tepat jam 8 pagi keluarga besar Anderson sudah bersiap untuk merapat ke ruangan ballroom hotel, di mana pernikahan Adrian akan di gelar.
Jam 9 pagi nanti akan di laksanakan akad dan dengan serangkaian acara adat yang nanti akan di laksanakan setelah prosesi ijab kabul berlangsung.
Saat waktu akad datang Adrian merasa syok melihat calon mempelai wanita yang notabene adalah maid pribadinya sekaligus adik angkatnya.
Ya calon mempelai wanitanya adalah Azka yang memang Adrian menaruh hatinya untuk Azkia, entah dari kapan rasa itu muncul. Yang pasti Adrian bahagia di hari pernikahannya.
Meskipun Adrian syok, dia malah menyunggingkan senyuman yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, ia hanya bersorak dalam hati.
''Papa emang pengertian sama anaknya, terimakasih Ma, Pa, kalian emang orang tua the best." gumam Adrian dalam hati.
Azkia pun syok saat ia masuk dan duduk di depan meja yang akan di laksanakan ijab qobul, di situ Azkia melihat sang Ayah yang akan menjadi walinya.
"Ayah.. Ibu.." lirih Azkia
Sang Ayah dan sang Ibu hanya menganggukkan kepala mereka tanpa bicara karena prosesi ijab qobul akan segera di laksanakan.
Prosesi ijab qobul pun di laksanakan dengan khidmat sekali tarikan nafas panjang Adrian berhasil mengucapkan ijab qobul di mana sekarang Azkia sudah sah menjadi istri seorang Adrian Anderson, pewaris utama dari perusahaan Anderson grup
Azkia yang terharu menitikkan air mata saat ijab qobul berlangsung dan sampai ada kata sah.
Andini dan Darren sengaja membawa orang tua Azkia diam-diam karena itu Azkia tak tau rencana apa yang Mama dan Papanya rencanakan. Azkia hanya mengikuti alur yang mereka buat. Alhasil ia benar-benar terkejut sekaligus bahagia saat ini.
Prosesi selanjutnya adalah sungkeman, setelah memasangkan cincin kawin yang bertatahkan berlian.
Prosesi sungkeman berlangsung haru biru semua keluarga tak ada yang menitihkan air mata.
Satu jam berlalu, serangkaian acara prosesi pernikahan Adrian dan Azkia akhirnya selesai. Sekarang semua keluarga serta semua kerabat memberikan selamat pada ke dua mempelai.
"Selamat ya, semoga menjadi keluarga samawa aamiin."
"Selamat ya, semoga cepat dapat momongan."
"Selamat ya, jangan lupa MP nya minum jamu biar kuat beberapa ronde."
Dan banyak lagi ucapan-ucapan yang di berikan pada pengantin baru tersebut.
Kita tinggalkan Adrian dan Azkia yang sedang berbahagia.
Kita beralih pada Siska yang menghilang entah kemana.
__ADS_1
Di sebuah gedung kosong yang sudah lama tak berpenghuni sepanjang manusia baru membuka mata mereka dari tidur nyenyaknya.
Karena tak ada pencahayaan sama sekali meskipun hari sudah siang tapi tak ada celah cahaya matahari maupun lampu yang menerangi di ruangan tersebut.
"Aaah... kok gelap, aku ada di mana?" iya meraba-raba tempat yang ia duduki.
"Aaah... Dingin sekali di mana aku, tolong... tolong... tolong..."
"Hais berisik banget siapa sih yang teriak-teriak, gak tau apa orang masih ngantuk juga!"
"Hah siapa itu, apa kamu Rico?"
"Siska! Kok gelap, kita ada dimana?"
"Aku gak tau, kenapa kita ada di satu ruangan sama yang gelap pula?"
"Aku gak tau, seingatku aku sedang tidur!"
"Sama aku juga,"
Ceklek...
Suara pintu terbuka dan cahaya pun masuk dalam ruangan tersebut.
"Aaah.. Silau!"
"Ka-kamu siapa?" tanya mereka berdua
"Kamu tak perlu tau saya siapa."
"Apa salah kami, kenapa kamu menyekap kami?" tanya Rico.
"Kalian mau tau kesalahan kalian?"
Brak...
Orang itu melempar semua berkas kehadapan mereka berdua.
Rico dan Siska langsung mengambil berkas itu dan mereka membacanya, saat tau isi dari berkas itu mereka syok dan bergetar ketakutan apa lagi Siska yang notabene perempuan, meskipun iya selalu bersikap angkuh tapi ia juga mempunyai rasa takut.
"Sudah tau kenapa kalian berada di sini?" kata suara bariton yang dari tadi melihat dengan tajam pada mereka.
"Ka-kamu dapat dari mana semua i-ini! Ini semua tidak benar..." teriak Siska dengan ketakutan yang dia sembunyikan.
"Saya sudah bilang kalian tak usah tahu siapa saya. Saya kasih kesempatan untuk kalian berdua untuk memilih." kata seorang pria yang berperawakan tinggi tegap berotot dengan suara yang bariton.
"Apa... Itu" kata Rico.
__ADS_1
"Dengan semua bukti itu saya bisa laporkan kalian ke polisi, dan kalian akan mendekam di penjara seumur hidup, atau kalian pilih pergi sejauh mungkin dari kota ini dan jangan pernah menampakan diri di hadapan orang yang kalian jahati."
"Aku gak mau, aku mau menikah dengan Adrian lepaskan aku sialan!" teriak Siska dengan berani iya lakukan.
"Saya kasih waktu buat kalian memikirkan semua itu, saya akan datang lagi satu jam kemudian, saya harap kalian sudah memutuskan apa yang harus kalian ambil, kalau kalian tak ada jawaban terpaksa saya akan ambil tindakan pilihan pertama." kata pria itu lalu keluar dari ruangan itu.
"Ya... Aku mau keluar dari sini..." teriak Siska lagi.
"Diam Siska ini semua karena kamu yang tak becus dengan rencana kita, sekarang kita harus memilih pergi dari semuanya." kata Rico dengan marah.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Kenapa jadi begini aaakkk..." teriak Siska lagi dengan histeris.
Kita tinggalkan mereka lagi, kita balik ke mereka yang sedang berbahagia yaitu Adrian dan Azkia.
Tamu undangan silih berganti mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Sayang, apa kamu bahagia? Maafkan Mama dan Papa ya yang membuat kamu harus terpaksa menikah dengan anak Mama yang dingin ini." kata Andini pada Azkia.
"Mama apaan sih, aku kan gak dingin tapi keren, iya kan istriku." kata Adrian dengan percaya diri.
"Percaya diri banget kamu Yan." kata sang Papa.
Azkia yang mendengar perdebatan mereka hanya tersenyum senang.
"Nak Adrian Ibu titip Azkia ya, jaga anak Ibu." kata Ibu Azkia dengan haru.
"Iya nak, Ayah percaya anak ayah sama kamu, jangan sampai anak ayah nangis."
"Siap Ibu, Ayah." kata Adrian dengan memberi hormat seperti sedang menghadap komandan.
"Tenang saja Bu, Pa, kalau anak saya menyakiti Azkia, saya akan usir dia dan pecat jadi anak." kata Darren dengan senyum mengejek.
"Papa..." teriak Adrian dengan kesal.
Mereka semua pun bahagia akhirnya Siska dan Rico memilih untuk pergi meninggalkan kota ini dan semua di urus oleh pria yang tadi menyekap mereka, ia adalah anak buah Rama yang sudah di beri tugas untuk membereskan semuanya tentang Siska dan Rico.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
***TAMAT***
Akhirnya cerita Adrian dan Azkia Tamat juga maaf karena baru bisa menyelesaikan ini π
Terimakasih buat para pembaca setiaku π₯°
Tunggu cerita ku yang baru ya π₯°
Se you next time all π₯°π
__ADS_1