
💝.....
💝.....
💝.....
Ke esokan harinya, sepasang pengantin baru itu masih setia dengan selimut tebal dan masih berpelukan di bawah selimut tebal dengan keadaan polos dua-duanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, suara handphone pun berdering dari 5 menit lalu tapi tak satupun mendengar suara handphone mereka yang berbunyi nyaring.
Karena di telpon tak ada sahutan, akhirnya Mama Andini menghampiri kamar pengantin baru itu.
Tok... Tok... Tok...
Lama Mama Andini mengetuk pintu kamar dan memencet bel pun tak ada sahutan sama sekali.
"Hais ini anak, apa mereka bertempur sampai pagi, jam sarapan sudah akan lewat mereka masih belum bangun! Huh.." gumam Mama Andini yang sedari tadi berusaha membangun kan sepasang pasutri baru itu.
Tak lama Papa Darren dan kedua orang tua Azkia pun menghampiri Mama Andini yang sempat memperlihatkan kejengkelannya dari gestur tubuh.
"Ma, sudah lah biarkan mereka, kalau lapar mereka pun akan bangun dan makan, kaya gak pernah jadi pengantin baru aja hmm.." kata Papa Darren.
"Iya jeng, biarkan anak-anak istirahat mungkin mereka semalaman bertempur membuat cucu buat kita." kata Ibu Azkia.
"Ha.. Ha.. Ha.. Nah bener tuh Ma yang di katakan oleh Ibunya Azkia, kita biarkan mereka berusaha untuk membuat cucu untuk kita!" tawa Papa Darren pun lepas saat mendengar kata cucu.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya meninggal kan pintu kamar Adrian dan Azkia dengan senyuman mengembang dari bibir mereka.
Pagi ini semua keluarga Anderson dan keluarga Azkia pun berkumpul dan sarapan pagi, setelah selesai sarapan pagi mereka bersiap-siap meninggalkan hotel karena acara pernikahan Adrian sudah selesai.
Pukul 10 pagi menjelang siang Azkia pun mengerjapkan matanya guna untuk membuka mata yang sudah terkena cahaya matahari yang menyusup dari celah gorden jendela di kamar pengantin itu.
Saat Azkia sudah membuka matanya dengan sempurna ia melihat sekeliling tempat dan ia merasakan berat di badannya seperti ada yang menindihnya.
"Aaakh..." teriak Azkia nyaring saat ia melihat ada seseorang yang memeluk badannya dengan keadaan dua-duanya polos tanpa mengenakan sehelai benang pun hanya ada selimut yang menutupi tubuh mereka.
Adrian yang mendengar itu perlahan ia membuka matanya dan melihat sang istri yang polos tanpa sehelai benang pun itu terlihat panik.
"Kenapa sayang kamu teriak-teriak hmm." tanya Adrian saat membuka matanya yang masih mengantuk.
"Ma-mas ke-kenapa ki-kita," kata Azkia terbata belum menyadari bahwa mereka sudah sah menjadi suami istri sah.
Azkia yang mendengar itu iya baru sadar, ia sudah menjadi seorang istri seutuhnya karena ia sudah menjalankan kewajibannya semalaman sampai ia benar-benar tak berdaya.
Rona pipi Azkia pun memerah seperti udang rebus, karena ia memikirkan permainan sang suami yang gagah tanpa lelah dan bisa-bisanya ia lelah lebih dulu karena sang suami membuat ia berkali-kali mendapatkan pelepasan yang tak pernah ia dapatkan selama ini.
Hal itu membuat Azkia semakin merona di wajahnya yang memang kulit Azkia putih mulus.
"Mas udah ah aku mau mandi gerah, udah siang mana lapar juga." kata Azkia sambil beranjak.
"Aaw.. Shh.." ringis Azkia saat ia mau turun dari atas ranjang.
__ADS_1
Adrian yang mendengar itu, ia langsung bangun dari rebahan nya, meskipun ia masih enggan untuk bangun.
"Ayo kita mandi bersama sayang, mas akan gendong kamu, sesudah mandi kita akan memesan makan." kata Adrian sambil menggendong Azkia ke dalam kamar mandi dengan tubuh sama-sama polos.
"Ah.. Mas." teriak Azkia saat badannya di angkat oleh sang suami, dan refleks tangannya langsung mengalung di leher kokoh sang suami.
"Jangan sekarang sayang, nanti di dalam kalau kamu mau berteriak kaya semalam, mas masih sanggup kok, buat kamu melayang." kata Adrian dengan cengiran nakalnya.
Bugh..
"Ish mas, apa belum puas semalam udah buat aku tepar, sekarang aku pun tak bisa jalan gara-gara mas." kata Azkia sambil mendelik.
"Tapi kamu suka kan, karena kamu semalam selalu teriakin nama mas dan minta lagi kan kan." kata Adrian menggoda sang istri sambil mengangkat angkat halisnya.
Azkia makin menyembunyikan wajahnya di sela lengan kekar sang suami.
Saat sampai di kamar mandi Adrian mendudukkan sang istri di closed lalu Adrian menyalakan ceran untuk mengisi air ke dalam bet-up dengan air hangat, lalu ia campur dengan beberapa aroma terapi kedalamnya.
Setelah terisi cukup untuk berendam, Adrian pun menggendong kembali sang istri untuk masuk ke dalam bet-up.
Mereka pun merendam bersama, Azkia begitu pasrah pada sang suami yang sedang menggosok seluruh tubuhnya seperti bayi.
Azkia sebenarnya malu, tapi ia tepis kan segala rasa malu itu.
Iya bersyukur karena mempunyai suami yang benar-benar pengertian meskipun jauh dengan sikap yang dulu saat ia menyandang status sebagai maid pribadinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai sini masih mau lanjut kah??