Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
Wedding


__ADS_3

"Ben papa punya jodoh buat kamu, kamu ga boleh nolak lagi kali ini " Suara pak Agung mengagetkan Beny yg sedang sibuk dengan laptopnya .


" pa , Benny laki laki , papa tidak perlu repot , mencarikan . apa papa pikir , Benny ini tidak mampu mencari istri sendiri ? Please pa , Benny sudah dewasa , jangan main jodoh jodohan segala , what ever, Benny tidak suka "


" Justru karena kamu kelewat dewasa makanya harus segera dicarikan jodoh " tukas Agung , tak mau kalah . umurnya sudah tidak bisa lagi dibilang muda , dia ingin di masa tuanya , Agung bisa melihat kedua anaknya , segera hidup mandiri dan berkeluarga .


"Papa tidak usah cemas , suatu saat nanti Benny pasti menikah , tapi bukan dengan cara dijodohkan begini " kata beny panjang lebar .


" Mau sampai kapan,kamu mau jadi perjaka tua ?" Omongan papanya itu seketika membuat nya tersedak, padahal dia tidak sedang makan atau minum.


" Perjaka tua apaan ,beny baru 28 tahun pa , papa ini ada ada saja " beny menggeleng kan kepalanya sambil tertawa kecil.


" Papa ga mau tau pokoknya kamu harus nikah sama keponakan teman papa " pak agung menyodorkan sebuah foto kepada beny . Foto seorang wanita yang tidak asing lagi bagi nya.


Benny tak habis fikir dari mana papanya bisa mendapatkan foto ini , jadi ponakan teman papanya itu adalah khanza , oh my mimpi apa dia semalam , ini adalah kesempatan langka Benny tidak boleh menyiakan tiketnya untuk bertemu Za gadis impiannya .


Entah apa lagi yang diucapkan papanya,sudah tak dihiraukan lagi , perhatian nya kini tersita oleh sosok di foto itu.


Tanya pikir panjang lagi , Benny langsung mengiyakan permintaan Agung sanjaya , papanya " Pah beny setuju " oh my... Dijodohkan dengan khanza ?? Apa dia mimpi kejatuhan duren semalam ? Bahkan usahanya untuk bertemu gadis ini saja selalu nihil sejak bertahun tahun lalu .


" apa?!" Agung berteriak tidak percaya , baru beberapa menit yang lalu ia beradu argumen dengan putranya . dan jelas jelas pria itu menentang dan menolak habis habisan idenya soal jodoh anaknya .


" Beneran ni kamu ga lagi akting kan "


" Ga lah pa , ini foto nya buat Beny y" katanya sambil berlalu dari hadapan papanya. Meninggalkan papanya yg masih bingung kenapa tiba-tiba putranya berubah 180 derajat. Padahal jelas jelas tadi Beny menolak perjodohan nya.


Beny memandangi foto khanza di dalam kamar nya, dengan senyum tersungging . Dia tidak pernah membayangkan kalau akan dipertemukan dengan Za , dengan cara seperti ini .

__ADS_1


" Kamu semakin cantik " katanya sambil mengusap usap foto khanza.


****


Pagi harinya  di rumah saat sedang sarapan  keluarga sanjaya , Benny terus tersenyum dalam hati dan berbunga bunga , mengabaikan kedua orang tuanya yg awalnya berbincang santai sampai terheran heran melihat tingkahnya yg tidak seperti biasa.


" Ben kau baik baik saja ...?" Agung meletakkan sendoknya sambil mengangkat sebelah alisnya .


" Ben..." kali ini Finna yg ikut angkat bicara , ketika Benny bahkan tidak merespon pertanyaan dari suaminya .


" uh...eh...sorry ma , apa tadi?" Benny sedikit mencondongkan kepalanya kearah ibunya , seulas senyum ikut menghiasi bibirnya .


Finna menggeleng heran , entah apa yang terjadi dengan putranya , " papamu nanya , kamu kenapa ..?" ulang Finna .


Benny ber oh ria lalu mengelap bibirnya dengan tisu , jadwalnya hari ini padat , ia harus segera menyelesaikannya , mengingat dia harus berkunjung kerumah keluarga Za , di Pati . Hm...bahkan Benny baru tahu kampung Za tinggal , jadi disitu dia selama ini ...


" ponakan teman papa itu , apa mau dijodohkan sama Beny ?" Tanya beny memecah keheningan.


" why not  ? Purwo bahkan sudah kenal kau sejak dulu , dia bahkan yg mengusulkan untuk menjodohkan kalian berdua " Papanya menegaskan , yah Benny dan Purwo memang sudah saling mengenal dekat sejak beberapa tahun lalu saat ia memutuskan membangun sebuah minimarket di sekitar daerah Purwo tinggal , dan Ben tidak pernah menyangka kalau Purwo adalah kerabat dekat , jika tahu hal itu sejak dulu mungkin Benny sudah tancap gas duluan , berenang sambil menyelam , berkunjung sambil melirik gadis pujaan nya . Aaiisshhh....


"Bukan begitu , maksudku ....gadis itu , apa dia tidak keberatan dijodohkan dengan orang seperti 'ku'? " kata Benny sedikit ragu dan takut .


Kedua alis Agung saling bertaut saat ia merasa heran dengan pernyataan anaknya , " kenapa dengan mu kau pria yang baik  son , jangan terlalu merendahkan dirimu seperti itu , gadis itu bahkan sudah menyetujuinya sebelum kau berkata ' iya ' "


Oh benarkah ...?


" tenang sayang , papamu benar kau pria yang baik .." dan ikut menyentuh punggung tangannya seraya tersenyum .

__ADS_1


Yah benar dia memang sudah berubah sejak saat itu ..., mungkin benar tidak perlu cemas ...


*****


Benny tidak berkedip ketika melihat khanza duduk di hadapannya,tanpa menoleh kearahnya. Dia masih tetap cantik seperti dulu dan lebih dewasa  , tentunya . wanita itu bertransformasi menjadi bidadari ia rasa , cantik dan dewasa  .


" Khanza ..." Panggil mama Fina .khanza pun mendongakkan kepalanya mencari sumber suara. Ketika matanya bertemu dengan mata Benny . Benny seakan tak percaya sosok ini ada di hadapannya. Sosok yang selama ini dia rindukan , sosok yang ingin ia mintai maaf . Dia sangat menyesal sekali dulu pernah menyakiti hati wanita ini .


" Khanza Az-Zahra,apa kamu mau menerima pinangan Benny ? " Lama sekali khanza terdiam membuat Benny cemas . Dia tersenyum ketika khanza menatap matanya . Aku berjanji, akan membahagiakan mu kali ini, janji Benny dalam hati.


" Insyaallah saya menerima nya.." walaupun lirih, jawaban khanza sangat terdengar jelas di telinga Benny. Sontak dia pun mengucap syukur , kedua orang tuanya sampai terkekeh melihat tingkah anak nya itu.


*****


Dua Minggu kemudian....


Dengan lancar dan lantang Benny mengucapkan ijab qobul yang di iringi ucapan syukur dari semua orang .


Tidak lama khanza pun keluar di dampingi kakak iparnya, menghampiri nya . Benny begitu takjub melihat istrinya ini , begitu cantik dan anggun . Khanza meraih tangan nya dan di arahkan ke keningnya . Benny pun menyambut salam takzim istrinya dengan mendaratkan kecupan manis di kening khanza, sambil berbisik


" Aku janji akan membahagiakan mu sayang.." sontak membuat khanza memerah karena malu . Apalagi saat kedua keluarga mereka begitu riuh dengan ledekan dan suitan yang bersahut sahutan.


**"""


Jangan lupa vote and komen


__ADS_1


__ADS_2