
Za meraba dadanya yang terus berdegup kencang, ia tahu kehidupan rumah tangganya sudah berubah , apalagi saat ia tanpa pikir berucap akan melakukan apapun asal pria itu tidak menceraikannya. Za mengusap wajahnya berulang ulang , ia ragu apakah akan tetap mengenakan hijabnya lagi setelah dari kamar mandi.
za mencengkeram erat ujung kaosnya berharap penampilannya tidaklah terlalu buruk dihadapan Benny . Langkah kakinya terhenti saat kedua mata mereka beradu, rambut Za jatuh diatas bahunya, lurus dan setengah basah. Mata Benny berkedip perlahan, za memang cantik , sangat cantik malah baginya. Ingin sekali ia menyapukan jemarinya diantara rambut lembab istrinya , wanita itu berjalan sedikit gemetar didepannya.
Benny memutuskan masuk ke kamar mandi untuk menetralisir otak dan nafsunya , hubungan mereka , w memang baru saja membaik, 2 bukan berarti ia langsung menerjang istrinya dan mengajaknya bercinta . Membayangkan bercinta dengan istrinya , selalu membuat libidonya naik.
Benny pikir , mungkin Za sudah terlelap tidur saat ia keluar dari kamar mandi . Wanita itu mengubah posisi duduknya begitu melihat Benny hanya berbalut handuk di pinggangnya . Tetes air sisa mandinya masih tertinggal jelas di setiap lekukan tubuh atletis nya .
Za meneguk ludahnya kasar , seharusnya ia tidur saja tadi . Suasana ini benar benar sangat canggung , Za tidak pernah melihat tubuh pria sebelumnya .
Benny tersenyum , mencairkan suasana yang sejak tadi sangat kaku . Benny berjalan menuju dimana kopernya ia taruh kemarin , tapi benda nihil dan saat ia melirik keatas lemari benda itu sudah bertengger di sana . Kening Benny mengkerut dan melirik istrinya , wanita itu sibuk memainkan ponselnya .
" Sayang ..." Za menoleh gugup .
" I_iya ..?"
Benny menunjuk dimana kopernya berada " siapa yang meletakkan koperku diatas sana ..? "
" Aku ... Mas..." Jawab Za gugup .
Ekspresi wajah Benny menunjukkan rasa tidak senang , " seharusnya kau tidak perlu melakukannya ..."
__ADS_1
Za takut sekaligus kecewa , " maaf aku tidak tahu kau tidak menyukainya , aku pikir ingin mengemasi barang-barang mu kedalam lemari "
Benny berkacak pinggang tapi ekspresi nya berubah melembut , " bukannya aku tidak menyukainya , aku khawatir , benda itu tentu tidak lah ringan , sayang . Seharusnya kau meminta bantuan ku .."
Za terdiam , dia pikir Benny akan marah padanya tapi pria itu malah menghawatirkan keselamatannya . Za melirik lagi kearah suaminya pria itu tanpa malu memakai celana dalam dihadapan nya , sehingga Za tanpa sengaja melihat tubuh bagian belakangnya .
Jantung Za semakin berdebar kencang , seharusnya ia tidak mencuri pandang tadi , kenapa sekelebat bayangan bokong Benny yang seksi terus terbayang di kepalanya.
" Ada apa dengan mu , kenapa kau terus menggelengkan kepala ...?" Za sempat menahan nafasnya karena Benny sudah duduk di ranjang yang sama dengannya . Bertelanjang dada dan hanya dengan boxer ketatnya .
" Kenapa tidak memakai piyama ?" Tanya Za heran .
Dengan santai Benny merebahkan tubuhnya di ranjang mereka dan menaruh kedua tangannya dibelakang kepala ," piyama membuat ku gerah , kenapa ? Kau keberatan ? " Benny melirik istrinya yang terlihat sangat cantik malam ini .
Za tidur miring dengan gugup menghadap suaminya , ia tahu tidur membelakangi suaminya dapat menyakiti hati suaminya .
" Jangan khawatir aku tidak akan menyentuh mu malam ini.... hanya jika sampai kau siap " penegasan Benny membuat Za tenang sekaligus takut , entah sampai kapan ia akan siap .
" Tidurlah ..." Lirih Benny , Za mengikutinya memejamkan mata . Entah kenapa malam ini terasa sangat damai baginya .
🌃🌃🌃
🌄🌄🌄🌄🌄
__ADS_1
Belum terlalu siang saat Benny terpaksa membuka mata , ada sesuatu yang memenuhi wajahnya , rambut yang halus dan searoma bunga , sangat wangi . Sebuah tangan lembut melingkari pinggangnya , payudara lembut menyentuh dada bidangnya , satu kaki terbelit diantara selangkangannya . Satu pagi yang berat , entah siapa yang memulai , sehingga ia terjebak dalam kenikmatan yang menyiksa .
Benny menyapukan ujung jarinya di pipi halus milik istrinya , menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya . Wajah Za yang ayu dalam tidur nya membuat Benny ingin sekali mengecup lembut pipi istrinya , tapi jika ia melakukannya maka kaki Za akan sangat menekan ******** nya .
Za menggeliat merasakan kehangatan menyelimutinya , bukan selimut , tapi tubuh seseorang . Za membuka matanya , dada bidang suaminya menyambut penglihatannya . Tapi bukan itu yang membuatnya terpekik kecil dan terduduk seketika .
Benny ikut terperanjat melihatnya , " apa yang ...? " Bukannya menjawab tapi Za malah tersedu dan menangis.
" Kenapa bangun bangun malah menangis ...?"
Za mengusap air matanya ," kenapa kau melakukan nya ?" Tuduh Za lirih , Benny mengerutkan keningnya heran .
" Melakukan apa ?" Benny tidak tahu dimana letak kesalahannya .
" Kamu bilang tidak akan melakukannya sampai aku siap ? Tapi kenapa ....... kau ereksi didepan ku ?"
Benny tertawa , mendengar jawaban istrinya . Bangun dari ranjangnya dan menatap istrinya yang ada di sebrang ranjang .
" Maaf aku tidak sengaja ereksi sayang , lagi pula ini hal alami pria dipagi hari ..."
" Tapi kenapa kamu memelukku ...? " Tanya Za lagi .
" Aku memelukmu ? Maaf sayang , tapi kita sama sama saling memeluk , jika aku harus mengingatkan ...
__ADS_1
Lagi pula , apa salahnya , kau istriku "
Benny melangkah menuju kamar mandi , seperti nya pagi ini ia harus mandi dengan air dingin .