Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
kau istri ku


__ADS_3

  


Za meraba dadanya yang terus  berdegup kencang,  ia tahu kehidupan rumah tangganya sudah berubah  , apalagi saat ia tanpa  pikir berucap akan melakukan apapun asal pria itu tidak menceraikannya. Za mengusap  wajahnya  berulang ulang  , ia ragu apakah  akan  tetap  mengenakan hijabnya lagi  setelah  dari  kamar mandi. 


   za mencengkeram erat ujung kaosnya berharap penampilannya tidaklah terlalu  buruk  dihadapan Benny  . Langkah kakinya terhenti saat kedua mata  mereka  beradu,  rambut  Za  jatuh diatas bahunya,  lurus  dan setengah basah.  Mata Benny  berkedip perlahan,  za memang cantik  , sangat cantik malah baginya.  Ingin sekali ia menyapukan jemarinya diantara rambut lembab istrinya  , wanita  itu berjalan sedikit gemetar didepannya. 


Benny  memutuskan  masuk ke kamar mandi  untuk  menetralisir otak dan nafsunya  , hubungan mereka , w memang  baru saja membaik,  2 bukan berarti ia langsung  menerjang istrinya dan mengajaknya bercinta  . Membayangkan bercinta dengan istrinya  , selalu membuat libidonya naik.


Benny pikir , mungkin Za sudah terlelap tidur saat ia keluar dari kamar mandi . Wanita itu mengubah posisi duduknya begitu melihat Benny hanya berbalut handuk di pinggangnya . Tetes air sisa mandinya masih tertinggal jelas di setiap lekukan tubuh atletis nya .


Za meneguk ludahnya kasar , seharusnya ia tidur saja tadi . Suasana ini benar benar sangat canggung , Za tidak pernah melihat tubuh pria sebelumnya .


Benny tersenyum , mencairkan suasana yang sejak tadi sangat kaku . Benny berjalan menuju dimana kopernya ia taruh kemarin , tapi benda nihil dan saat ia melirik keatas lemari benda itu sudah bertengger di sana . Kening Benny mengkerut dan melirik istrinya , wanita itu sibuk memainkan ponselnya .


" Sayang ..." Za menoleh gugup .


" I_iya ..?"


Benny menunjuk dimana kopernya berada " siapa yang meletakkan koperku diatas sana ..? "


" Aku ... Mas..." Jawab Za gugup .


Ekspresi wajah Benny menunjukkan rasa tidak senang , " seharusnya kau tidak perlu melakukannya ..."

__ADS_1


Za takut sekaligus kecewa , " maaf aku tidak tahu kau tidak menyukainya , aku pikir ingin mengemasi barang-barang mu kedalam lemari "


Benny berkacak pinggang tapi ekspresi nya berubah melembut , " bukannya aku tidak menyukainya , aku khawatir , benda itu tentu tidak lah ringan , sayang . Seharusnya kau meminta bantuan ku .."


Za terdiam , dia pikir Benny akan marah padanya tapi pria itu malah menghawatirkan keselamatannya . Za melirik lagi kearah suaminya pria itu tanpa malu memakai celana dalam dihadapan nya , sehingga Za tanpa sengaja melihat tubuh bagian belakangnya .


Jantung Za semakin berdebar kencang , seharusnya ia tidak mencuri pandang tadi , kenapa sekelebat bayangan bokong Benny yang seksi terus terbayang di kepalanya.


" Ada apa dengan mu , kenapa kau terus menggelengkan kepala ...?" Za sempat menahan nafasnya karena Benny sudah duduk di ranjang yang sama dengannya . Bertelanjang dada dan hanya dengan boxer ketatnya .


" Kenapa tidak memakai piyama ?" Tanya Za heran .


Dengan santai Benny merebahkan tubuhnya di ranjang mereka dan menaruh kedua tangannya dibelakang kepala ," piyama membuat ku gerah , kenapa ? Kau keberatan ? " Benny melirik istrinya yang terlihat sangat cantik malam ini .


Za tidur miring dengan gugup menghadap suaminya , ia tahu tidur membelakangi suaminya dapat menyakiti hati suaminya .


" Jangan khawatir aku tidak akan menyentuh mu malam ini.... hanya jika sampai kau siap " penegasan Benny membuat Za tenang sekaligus takut , entah sampai kapan ia akan siap .


" Tidurlah ..." Lirih Benny , Za mengikutinya memejamkan mata . Entah kenapa malam ini terasa sangat damai baginya .


🌃🌃🌃


🌄🌄🌄🌄🌄

__ADS_1


Belum terlalu siang saat Benny terpaksa membuka mata , ada sesuatu yang memenuhi wajahnya , rambut yang halus dan searoma bunga , sangat wangi . Sebuah tangan lembut melingkari pinggangnya , payudara lembut menyentuh dada bidangnya , satu kaki terbelit diantara selangkangannya . Satu pagi yang berat , entah siapa yang memulai , sehingga ia terjebak dalam kenikmatan yang menyiksa .


Benny menyapukan ujung jarinya di pipi halus milik istrinya , menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya . Wajah Za yang ayu dalam tidur nya membuat Benny ingin sekali mengecup lembut pipi istrinya , tapi jika ia melakukannya maka kaki Za akan sangat menekan ******** nya .


Za menggeliat merasakan kehangatan menyelimutinya , bukan selimut , tapi tubuh seseorang . Za membuka matanya , dada bidang suaminya menyambut penglihatannya . Tapi bukan itu yang membuatnya terpekik kecil dan terduduk seketika  .


Benny ikut terperanjat melihatnya , " apa yang ...? " Bukannya menjawab tapi Za malah tersedu dan menangis.


" Kenapa bangun bangun malah menangis ...?"


Za mengusap air matanya ," kenapa kau melakukan nya ?" Tuduh Za lirih , Benny mengerutkan keningnya heran .


" Melakukan apa ?" Benny tidak tahu dimana letak kesalahannya .


" Kamu bilang tidak akan melakukannya sampai aku siap ? Tapi kenapa ....... kau ereksi didepan ku ?"


Benny tertawa , mendengar jawaban istrinya . Bangun dari ranjangnya dan menatap istrinya yang ada di sebrang ranjang .


" Maaf aku tidak sengaja ereksi sayang , lagi pula ini hal alami pria dipagi hari ..."


" Tapi kenapa kamu memelukku ...? " Tanya Za lagi .


" Aku memelukmu ? Maaf sayang , tapi kita sama sama saling memeluk , jika aku harus mengingatkan ...

__ADS_1


Lagi pula , apa salahnya , kau istriku "


Benny melangkah menuju kamar mandi , seperti nya pagi ini ia harus mandi dengan air dingin .


__ADS_2