Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM57- Pengakuan Marvel


__ADS_3

57


Dua dokter ahli dan tiga perawat tampak serius menangani pasien yang semakin lemah di ruang ICU. Alat bantu pernafasan mereka kencangkan untuk membantu pernapasan pasien yang tumornya semakin menyebar dan semakin sulit ditangani.


Ozan, Marvel dan Celine gelisah di luar ruangan. Ozan menatap nanar pintu itu tanpa berniat sedikitpun masuk ke dalamnya, ia tidak sanggup menerima kemungkinan buruk yang akan terjadi.


Celine masih menangis di pelukan Marvel, ia tidak perduli bagaimana orang-orang menilainya saat ini, ia juga tidak perduli apa pandangan Ozan pada dirinya dan Marvel, ia butuh tempat sandaran yang bisa menenangkannya dan itu ia dapatkan dari Marvel.


Marvel memeluk erat istrinya, berulang kali ia hapus air mata yang selalu membasahi wajah Celine, jujur ia terkejut saat dokter mengatakan kalau Jeny menderita penyakit serius, tapi ntah mengapa ia malah lebih mengkhawatirkan keadaan Celine saat ini. Celine menolak makan, menolak minum, tidak banyak bicara seperti tadi, tatapannya kosong hanya tangisannya yang terdengar pilu.


"Jeje tidak mau mendengarkan aku, padahal aku sudah memeringatkannya untuk tidak terlalu banyak berfikir, tapi ...." Ozan menghela nafas berat, menyandarkan kepala di dinding. "Dia tidak perduli."


"Semua ini salahku, Ozan ... harusnya aku tidak membebaninya dengan urusan J kosmetik," ucap Celine merasa bersalah dan Marvel semakin mendekapnya.


Ozan berulang kali menghembuskan nafas panjang.


"Tidak Celine ... ucapanku yang sudah mengganggu pikirannya." Ozan melihat Marvel dan Celine. "Aku bilang padanya untuk tidak membuang waktu percuma, aku tidak suka dia memikirkan orang lain dan mengabaikan kesehatannya. Aku tidak suka dia menaruh harapan yang tidak akan bisa digapai. Aku tidak bisa menyiakan waktuku bersamanya, Celine...."


"Ozan ...." Celine mendekati Ozan, ia mengusap punggung Ozan. "Apa kau--

__ADS_1


"Iya, aku mencintainya. Sangat ...." Ozan tertunduk dalam. "Tapi, dia mencintai pria lain yang fotonya ada di handpone dan kau pasti tahu siapa orangnya 'kan?"


Celine menelan ludah lalu melihat Marvel. "Aku--


"Dia suamimu?" tebak Ozan yang kini sudah melihat Marvel.


"Kau bilang apa?" Celine kembali bertanya.


"Iya ... aku suaminya!" Marvel bicara dengan lantang, ia tidak mau membuat masalah yang ia hadapi dengan Celine bertambah rumit. "Aku mengkhawatirkan kondisi Jeny, tapi aku tidak akan menutupi pernikahan kami dari siapapun lagi."


"Marvel diamlah," pekik Celine. "Jangan dengarkan dia Ozan...."


"Tidak Celine, aku sudah mendengarnya hari itu, saat kita bicara di handpone waktu itu, aku mendengarnya. Aku sudah lama mengenalmu, Celine. Tidak mungkin sepagi itu kau bersama pria sembarangan, ternyata benar kau sudah menikah dugaanku semakin kuat saat aku melihatmu bergandengan tangan dengannya, dia suamimu'kan?"


Celine tidak bisa mengelak lagi.


"Hem ... aku menikahi pria yang dicintai temanku, Ozan." Celine memukul dadanya. "Aku harus bagaimana?"


Marvel mendekati Celine. "Tidak akan ada yang berubah, Celine ... berhenti menyalahkan dirimu sendiri."

__ADS_1


"Tapi, Jeny mencintaimu, bagaimana kalau di--


"Tapi aku mencintaimu ... hanya mencintaimu, percayalah padaku!" pungkas Marvel. "Kemarin aku bersamanya untuk memastikan perasaanku. Tapi ternyata dugaanku selama ini benar, sudah tidak ada tempat untuk Jeny di hati ini. Hatiku tidak bergetar saat bersamanya, aku tidak merasa nyaman di dekatnya, pikiranku tidak bisa fokus karena hanya tertuju padamu. Hanya kau Celine ... hanya kau saja!"


"Aku tahu aku salah, tapi perasaanku tidak salah... perasaanku kepada Jeny tidak seperti dulu lagi. Sudah tidak ada cinta untuknya! Bagaimana caraku meyakinkanmu? Ya ... aku harus mengatakannya pada Jeny juga 'kan?"


"Jangan memperburuk keadaan, Marvel." Celine tidak setuju.


"Justru akan lebih buruk lagi kalau kita menutupinya dari Jeny. Sampai kapan kau mau menutupinya? Kau mau berbohong sampai akhir hidupnya?"


"Tapi, perasaannya bisa terluka, aku tidak mau menyakitinya."


"Dia akan terluka kalau tahu kau sudah membohonginya!"


Perhatian Celine teralih pada pintu yang baru dibuka. Para medis keluar menunjukkan wajah sendu saat melihat Ozan, salah satu dari mereka menepuk bahu Ozan seolah menyemangati seniornya.


"Masuklah, dia sudah sadar...."


Marvel dan Celine saling mengunci pandangan, sementara Ozan menunduk dalam.

__ADS_1


Marvel menggandeng tangan Celine menuju ruangan Jeny di rawat. Sementara Ozan mengikuti dari belakang.


__ADS_2