Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM 63


__ADS_3

Jangan lupa jempolin.


63.


Sebelum meninggalkan London, Marvel membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi ibu panti, ia sengaja menyewa pengacara untuk mengurus sengketa tanah beserta bangunan yang sempat menjadi rebutan beberapa hari yang lalu. Sementara Celine meminta sekretaris kepercayaan Jeje menghandle J kosmetik untuk sementara waktu. Saat ini Marvel dan Celine sudah dalam perjalanan kembali ke negara mereka, waktu cepat berlalu, tidak terasa sudah satu bulan lamanya mereka mentap di London mengurus pekerjaan sekaligus berbulan madu.


Memaafkan, tapi ntah mengapa Celine tidak bisa melupakan kesalahan Marvel, tapi meskipun begitu ia tidak mau pernikahan mereka hancur begitu saja, bodoh memang, tapi cintanya untuk Marvel sangat tulus dan lebih besar dari amarah yang bersarang di dada, Celine sudah memutuskan untuk menerima masa lalu Marvel dan merentangkan tangan menyambut masa depan mereka.


"Kakak, apa suatu hari nanti aku bisa bertemu dengan teman-temanku, lagi?" Ethan memandang ke luar jendela, ia merasa awan dan langit berada tepat di sisinya, Ethan merasa sudah terbang jauh sampai tidak yakin bisa kembali ke London lagi.


"Bisa, Sayang ... nanti kalau kau sudah dewasa dan menjelma menjadi pemuda yang sukses, kau bisa mencari mereka. Kau tidak perlu khawatir kehilangan jejak teman-temanmu, karena kakak akan selalu memantau teman-temanmu di panti." Ya, Celine dan Marvel sudah sepakat mengadopsi Ethan dan telah mendapatkan ijin membawa Ethan ke negara mereka.


"Kenapa kau sedih?" Marvel merangkul Ethan yang memang duduk di sampingnya. "Jadilah laki-laki yang kuat dan tangguh, jangan biarkan keadaan mempengaruhimu, kau harus fokus pada tujuanmu sampai kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau, nanti."


Wajah Ethan yang semula muram menjadi cerah, ia mengangkat dagu melihat Marvel. "Jadi, aku bisa dapatkan apa yang aku mau 'kan?"


"Belum tentu." Celine protes tidak setuju. "Jangan keras kepala seperti pria dewasa yang ada di sampingmu itu, Ethan. Kau tidak boleh egois, mengerti?"


"Hm, ya ...." Marvel mengalah dan membisikkan sesuatu di telinga Ethan. "Satu yang harus kau ingat, kau tidak boleh membantah apapun yang dikatakan istriku, jika tidak ... habislah, kau. Istriku ini cerewet sekali."

__ADS_1


Melihat Marvel dan Ethan terkekeh, Celine mendadak tidak bertenaga untuk mendebat mereka, kepalanya tiba-tiba terasa pusing, perutnya pun seperti diaduk-aduk. Celine memilih bersandar dan memejamkan mata.


***


Setelah berjam-jam di pesawat, akhirnya mereka tiba di rumah utama. Ethan sangat takjub melihat bangunan megah yang akan menjadi tempat tinggalnya yang baru, bibirnya berulang kali mengucapkan terimakasih kepada Celine dan Marvel karena sudah mengadopsinya.


Para pelayan menyambut kedatangan tuan dan nona muda rumah itu, kehadiran bocah kecil diantara Marvel dan Celine menimbulkan tanda tanya, namun mereka hanya menyimpan pertanyaan di dalam hati saja.


"Cucuku sudah pulang, nenek sangat merindukan kalian." Meskipun hampir setiap hari ia menghubungi Celine, tapi tetap saja wanita renta yang duduk di atas tempat tidur itu sangat merindukan cucu menantunya.


"Nenek ... aku senang bisa memeluk nenek seperti ini lagi." Celine sangat berterima kasih kepada nenek yang sudah mendukungnya dari awal, ya meskipun awalnya Marvel menentang perjodohan mereka, tapi pada akhirnya Marvel mencintainya juga.


Ethan bergantian melihat Marvel dan Celine sebelum mendekati wanita renta namun sangat ramah menyambutnya.


"Siapa namamu?"


"Ethan, Nek," jawabnya pada nenek yang sudah mengelus lengannya.


"Anak pintar, rumah ini sudah menjadi rumahmu juga, jadi kau tidak perlu sungkan tinggal di sini." Nenek meminta palayan menyiapkan kamar untuk Ethan beristrahat.

__ADS_1


Mata Erthan berkaca-kaca, ia tidak menyangka nasibnya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tapi, ia mulai merindukan ibu panti dan teman-temannya.


Setelah Ethan menghilang dari pandangan mata, salah seorang pelayan wanita memberikan kotak yang sebelumnya sudah disiapkan nenek untuk Celine dan Marvel.


"Nenek punya sesuatu untuk kalian berdua." Nenek menyerahkan kotak yang ukurannya sangat kecil.


"Apa ini, Nek?" Celine dan Marvel penasaran.


"Buka, lah ...."


Marvel dan Celine saling melirik sesaat setelah melihat isi di dalam kotak tersebut. Sebuah taspack merek ternama kini sudah ada di genggaman Celine.


"Nanti kalau sudah tidak lelah, kau bisa mencobanya, sayang. Sekarang istrahatlah," ucap nenek tidak sabar mendengar kabar baik seolah waktu menunggu telah habis.


Celine menelan ludah, benda yang ada ditangannya ini berhasil menggantikan lelahnya dengan was-was yang luar biasa.


"Kenapa tidak terfikirkan olehku?" Marvel juga ikut antusias. "Cobalah sayang, siapa tahu sudah ada anak kita di dalam sini." Ia mengelus perut Celine.


Wajah Celine memerah, ia tidak tahu harus apa. Bagaimana kalau ternyata hasilnya mengecewakan?

__ADS_1


Jangan lupa jempolin


__ADS_2