Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM 36- Nenek Minta Cicit


__ADS_3


Nenek Minta Cicit



Tinggallah Celine dan Tuan Zack di ruangan itu.


"Celine, kenapa kau bisa bertahan dengannya? Tinggalkan saja Marvel yang tidak berguna itu," ucap Tuan Zack.


Celine mengepalkan tangan, ia tidak suka paman Zack mengatai suami tidak berguna.


Celine mengepalkan tangan, ia tidak suka mendengar paman Zack mengatai suaminya tidak berguna. Meskipun sikap Marvel terkesan arogan, tapi dia sangat berguna untuk keluarga ini. Bukan hanya Celine aja, bahkan hampir semua orang tahu bagaimana perjuangan Marvel menyelamatkan perusahaan dari ancaman pailit yang disebabkan paman Zack beberapa tahun yang lalu hingga bisa kembali bangkit dan mencapai kesuksesan seperti saat ini, sekarang bisa-bisanya adik ipar ayah Marvel mengatai keponakannya tidak berguna.


Paman Zack beranjak untuk mendekati Celine.


"Jangan habiskan sisa umurmu untuk hidup bersamanya." Zack tersenyum dan matanya memindai penampilan Celine hingga berhenti tepat di bagian dadanya. Celine mundur beberapa langkah menjauhinya. "Kau cantik dan sexy lebih baik tinggalkan Marvel dan bersenang-senangah di luar sana. Atau kalau kau mau kita bisa bermain-main di belakang, paman yakin kau pasti sangat menikmatinya nanti." Zack mengedipkan sebelah matanya, ia memandang Celine penuh na*su.


Kepalan tangan Celine semakin erat sekuat tenaga menahan emosi, perkataan paman Zack sudah sangat melecehkan dirinya.


"Aku bukan wanita seperti yang Paman pikirkan. Bisa-bisanya Paman bicara seperti itu kepadaku. Apa Paman lupa kalau aku ini istri keponakan Paman?"


Zack tertawa renyah.


"Istri katamu? Kau pikir aku tidak tahu bagaimana hubungan kalian? Aku yakin sampai saat ini Marvel belum menyentuhmu." Zack tersenyum mesum dan mengelus rahangnya. "Kau mau mencobanya denganku, hem...."


Wajah Celine memerah, hembusan nafasnya terasa berat. Ditatapnya Paman Zack dengan penuh amarah.


"Sekali lagi paman bicara seperti itu kepadaku, maka aku tidak akan tinggal diam. Aku pastikan Paman juga akan terhemas dari rumah ini untuk selamanya!"


"Kau berani mengancam Paman suamimu?" Keberanian Zack menggoda Celine sedikit memudar, jujur ia akui kalau selagi Celine menjadi istri Marvel maka dia memiliki kendali penuh atas rumah ini, tapi ia berusaha sembunyikan ketakutannya.


Celine tersenyum remeh. "Jadi, Paman sudah mengakui kalau aku ini istri dari keponakan Paman? Kalau aku mau aku bisa mengadukan kekurangajaran Paman kepada suamiku, tapi aku masih berbaik hati kali ini. Aku tidak tahu apa yang Paman lakukan di luar sana, tapi setidaknya ingatlah istri dan anak Paman di rumah. Apa Paman tidak takut kesenangan sesaat itu menghancurkan kebahagiaan keluarga Paman?"


Suara Celine terdengar bergetar, ucapannya mampu membuat Zack terdiam. Celine memilih pergi karena tidak mau terlalu lama berhadapan dengan laki-laki berotak mesum seperti paman Zack. Celine baru tahu kalau sikap ramah tamah yang ditunjukkan paman Zack selama ini hanya topeng saja.


"Wanita itu sombong sekali, kita lihat saja nanti, siapa yang bisa bertahan di rumah ini," geram Zack sambil memandangi punggung Celine yang semakin menjauh dari matanya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Celine cepat-cepat mengunci pintu kamar, sekujur tubuhnya bergetar hebat ditambah lagi lutut yang terasa lemah membuat kakinya tidak dapat lagi menopang tubuhnya, hingga akhirnya Celine terduduk di ubin dan memegangi dadanya yang masih berdebar karena amarah.


"Aku takut sekali, bagaimana kalau suatu saat nanti dia benar-benar berhasil melec ehkan aku?"


Bohong kalau Celine tidak takut, karena biar bagaimana pun juga ia seorang wanita.


"Pantas saja Marvel tidak pernah menghormati pamannya, ternyata dia memang tidak pantas dihormati. Rumah seperti apa yang kau tinggali ini, Marvel?" Celine menghapus air mata yang tiba-tiba jatuh membasahi pipinya.


Disaat itu juga seorang pelayan muda mengetuk pintu dan memanggil Celine. Pelayan muda itu mengatakan kalau nenek menunggunya di kamar nenek. Akhirnya, Celine terpaksa keluar kamar dan menui nenek.


***


"Nenek memanggilku?" tanya Celine kepada nenek yang saat itu duduk bersandar di tempat tidur.


"Aku di sini, Nek." Celine duduk di depan nenek dan memegang tangannya.


Seorang perawat yang menjaga nenek keluar dari kamar.


"Kau menangis?" tanya Nenek memerhatikan wajah sembab Celine.


"Tidak, Nek. Kenapa aku menangis?" Celine terpakasa berbohong, sebab ia tidak mau mengadukan apa yang dilakukan paman Zack tadi. Celine tidak mau menambah beban fikiran nenek.


Nenek tersenyum lega mendengarnya.


"Kau semakin cantik saja, Marvel pasti semakin mencintaimu." Telapak tangan yang sudah mengetiput itu mengelus pipi Celine.


"Nenek bisa saja," Celine tersipu malu, andaikan Marvel benar-benar mencintainya, tentu ia akan sangat bahagia. Tapi, Celine tahu ungkapan cinta yang pernah dilontarkan Marvel waktu itu hanya sandiwara.


"Dari tatapan mata Marvel, nenek bisa melihat kalau dia menyimpan cinta yang sangat besar untukmu. Hanya saja, dia masih enggan mengakuinya. Kau harus bersabar untuk itu."


Celine mengernyitkan dahi, tentu saja tidak percaya dengan perkataan nenek.

__ADS_1


"Nenek tidak tahu sampai kapan nenek bisa melihat kalian, tapi yang pasti nenek yakin kalau kau dan Marvel akan selalu diliputi kebahagiaan. Marvel sudah lama kesepian tanpa orang tua. Dia pasti akan berusaha semampunya untuk melindungi kelurgnya nanti. Tapi, nenek tidak tahu apa masih ada waktu untuk melihat anak kalian?"


"Anak?!" Celine tercengang mendengarnya, ia saja tidak kepikiran memiliki anak-untuk saat ini- tapi nenek malah membahasnya, lagi!


Nenek tersenyum. "Ambilkan ponselku, tolong hubungi Marvel, nenek mau memesan sesuatu padanya."


Perasaan Celine mulai tidak enak, tapi ia tetap melakukan perintah nenek. Ketika panggilan itu sudah terhubung, ia langsung berikan benda pipih itu kepada nenek.


"Marvel ... Nenek minta cicit!" ucap Nenek kepada Marvel di ujung sana.


"Nenek...." Celine terkejut dan panik, tapi ia hanya bisa protes karena tidak mungkin merampas handpone nenek.


.


.


.


.


.


"Nenek minta cicit?" pekik Marvel di ruang meeting, sontak semua yang ada di sana berbisik melihatnya.


๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด


Otw bulan madu di London, siapkan tiket untuk menjadi saksi๐Ÿคฃ


Eits, tapi tidak semudah itu, Marvel๐Ÿคฃ


Ini Celine, bukan wanita lain.


Marvel ๐Ÿ™„ : Dah lah, Viol diskip aja. Aku tak mau para emak-emak ini jadi saksi. Aku tak mau perjuanganku ditertawakan. Kabari saja kalau nanti benihku sudah tumbuh subur di rahim istriku.


๐Ÿ˜” Kenapa diskip? Kamu mau kita didemo emak-emak dan kakak-kakak yang udah punya KTP ini. Bestie kita kan nunggu ehhm bulan madu kalian.


๐Ÿ˜Ž Gak mo tau pokoknya lewati aja, tulis tipis-tipis aja atau-tau ke esokan harinya aja gitu.


Readers๐Ÿ˜๐Ÿ˜’๐Ÿ˜ค Alamatmu di mana, sih Vel? Belagu amat

__ADS_1


Aku yang ramah dan baik hati memilih langkah seribu. ๐Ÿคซ Kaboorrrrrr๐Ÿƒโ€โ™€๐Ÿƒโ€โ™€๐Ÿƒโ€โ™€


__ADS_2