Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM 53- Kejutan!!!


__ADS_3

53


Gedung dua tingkat tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil menjadi tempat tujuan utama Celine hari ini. Di lantai bawah digunakan sebagai tempat untuk melakukan transaksi jual beli kosmetik juga terdapat beberapa sofa tunggu di sana.


Sementara di lantai dua terdapat ruang kerja pribadi Jeje, ruang meeting dengan klient dan lab untuk menguji produk mereka sebelum dipasarkan.


Rooftof menjadi bagian favorit Celine dan Jeje selama mereka di sini, tempat teratas di gedung itu menyimpan banyak jenis tanaman yang bisa menyejukkan mata.


.


.


.


"Hai...aku sangat merindukanmu!" Jeje menyambut kedatangan Celine dengan pelukan yang sangat erat. "Aku pikir kau sudah melupakan aku."


"Heem...." Celine menghapus air mata yang tiba-tiba menetes tanpa permisi, ia bahagia melihat Jeje baik-baik saja, tapi di satu sisi ia mengutuk keadaan yang ia alami sekarang, kenapa bahagia dan sedih harus datang di saat yang bersamaan?


"Kenapa diam saja? Kau tidak merindukan aku?" Jeje melepaskan pelukannya. "Kau menangis?" selidiknya.


"Aku menangis karena tidak menyangka bisa memelukmu seperti ini, Je." Kali ini ia yang memeluk Jeje, air matanya tidak bisa dibendung lagi. Sungguh, Celine tidak bisa menyalahkan Jeje, tapi ia juga tidak bisa melihat Jeje bersama Marvel.


"Sudah jangan buat aku sedih." Jeje menghapus air mata Celine. "I have good news for you."


"Oh, ya? Kabar baik apa?" Tentu Celine sudah tau apa yang akan disampaikan Jeje padanya, sesuatu yang akan semakin menghancurkan hatinya. Beruntung, Celine sudah siap untuk itu.


Jeje menggandeng tangan Celine hingga mereka berdua duduk di sofa.


"Aku sudah bertemu dengan dia, pria yang selama ini sering aku ceritakan padamu. Kau tau ... semua tidak seperti yang aku takutkan, ternyata dia tidak marah padaku, bahkan kemarin dia mengajakku jalan-jalan.

__ADS_1


Deg!!!


Celine mengepalkan tangan, hatinya panas, ia mengumpat pada pria itu. Pantas saja pulang larut malam, ternyata asik kencan.


"Dia masih tidak banyak bicara, tapi meskipun begitu aku bahagia karena bisa menghabiskan waktu sepanjang hari berdua dengan dia. Aku senang sekali, Celine ... tidak ada yang aku inginkan selain itu."


Jeje tertawa riang, namun tidak dengan Celine, sudut bibirnya hanya terangkat sedikit saja.


"Aku ikut bahagia untuk itu, Je ...."


"Aku tau itu Celine, dan aku punya satu kabar baik lagi untukmu!"


"Kau memang penuh misteri, Je...."


Celine pura-pura penasaran, padahal ia sudah tau kalau si dia itu klien baru J kosmetik yang tidak lain suaminya sendiri.


"Heem...." Jeje tertawa. "Tapi nanti saja, ya!"


'Aku bahagia melihatmu bisa tertawa lepas seperti ini, Je ... tetap seperti ini. Aku tidak mau melihatmu terbaring di rumah sakit. Seperti dirimu yang sembunyikan penyakitmu dariku, maka aku juga akan sembunyikan statusku dengan dia ... priamu.' Celine membatin sambil menahan sesak.


Kedatangan Marvel sudah dikonfirmasikan, saat ini pria itu sudah berada di luar gedung. Jeje bergegas menyambutnya, sedangkan Celine tak acuh di tempatnya. Selama ini Marvel tidak tahu kalau ia pemelik J kosmetik yang sebenarnya, tapi mulai hari ini Celine akan berdiri tegak di depan pria itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Dari luar Marvel tampak mengamati


gedung yang ada di depannya. Kehadirannya menarik perhatian orang-orang yang ada di sana, terutama kaum wanita. Mereka bahkan berbisik mengagumi ketampanan Marvel.


Senyuman Jeny semakin mengembang saat melihat Marvel berdiri di sana, jika tidak ada karyawannya ia pasti sudah memeluk Marvel saat ini juga .


"Selamat datang, Tuan Marvel." Jeje sedikit membungkukkan badan. "Merupakan satu kehormatan bisa menyambut kedatangan orang penting seperti anda."


Marvel tersenyum. "Terima kasih, tapi tidak perlu berlebihan seperti itu."


Mereka menuju lift didampingi Harry dan asisten Jeje. Tidak ada hal pribadi yang mereka bahas sampailah mereka di ruang meeting untuk pertemuan siang ini.


Setelah Marvel dan Harry sudah duduk di tempat yang sudah disiapkan, Jeje mulai bicara.


"Sebelumnya saya minta maaf karena harus menjeda waktu kita sebentar saja. Ada yang ingin saya sampaikan kepada Tuan Marvel msngenai J Kosmetik."


"Iya, tidak apa-apa," jawab Marvel sambil mengetik pesan untuk istrinya.


"Jadi, sebenarnya bukan saya yang mendirikan J kosmetik ini, saya hanya membantu menghandle saja," lanjut Jeje sudah siap memerkenalkan Celine dengan klientnya.


"Tidak masalah, anda sudah cukup hebat, nona," ujar Harry dan Marvel pun mengangguk setuju.


"Jadi, apa meeting ini sudah bisa dimulai?" tanya Marvel.


"Tunggu!!"


Belum semat Jeje menjawab, suara dari ambang pintu mengejutkan Marvel dan Harry.

__ADS_1


"Kejutan," ucap Celine tanpa suara.


🍀 Bukan digantung, Mak-emak. Nanti lagi, ya🤭


__ADS_2