
55
Marvel begitu terkesiap mendengarnya, ia bahkan berulang kali mengusap wajah gusar. Penuturan Celine berhasil membuatnya kehilangan kata-kata. Jangankan untuk bicara, untuk melihat wajah Celine saja rasanya berat, bukan takut karena sudah tertangkap basah, tapi berat karena merasa sudah gagal menjaga hati wanitanya. Sungguh ia tidak berniat sedikitpun menyakiti hati Celine. Tidak seperti itu adanya.
"Celine apa yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan." Ia meraih tangan Celine, tapi Celine menepis tangannya seolah tidak mau disentuh. Celine hanya diam melihatnya.
"Aku tahu kau kecewa padaku, tap--
"Sudahlah," pungkas Celine. "Kau tidak perlu menjelaskan apapun Marvel." Sesak yang menyelimuti dada membuat Celine terpaksa menjeda ucapannya, ia berusaha meredam perasaan hancur untuk yang kesekian kali. "Aku tahu hubungan ini tidak ada artinya untukmu!"
"Jangan menghakimiku seperti itu kalau kau tidak tahu yang sebenarnya, kau harus tau kalau kau sangat berarti untukku, Celine ... mengertilah!"
"Lalu mengapa kau menutupi semua ini dariku? Kau mau bilang kalau kau tidak membalas ciumannya 'kan? Mengapa kau tidak menolaknya? Apa aku harus mengerti dan memaklumi semua itu?" Celine memukul dada Marvel seolah menumpahkan semua kekesalannya di sana. "Apa salahku?"
"Kau tidak salah...." Meraih tangan Celine menggenggamnya di depan dada. "Aku minta maaf karena aku tidak jujur padamu. Tapi, aku tidak ada niat untuk mengkhianatimu sedikitpun. Aku hanya menunggu waktu tepat untuk bicara." Marvel berusaha menjelaskan alasan yang membuatnya tidak berterus terang kepada Celine.
"Mengunggu sampai hubungan ini hancur, begitu? Jika aku tetap bungkam dan pura-pura tidak tahu apa yang sudah kau lakukan di belakangku, aku yakin kau pun tetap diam!"
"Ya Tuhan ... bagaimana caraku meyakinkan dia?" Marvel benar-benar frustasi saat ini, ia tidak menduga Celine akan salah paham padanya. Tapi, ia tidak menyerah untuk menjelaskan apa yang terjadi di hari itu.
__ADS_1
"Ok, aku memang menghabiskan waktu dengannya, tap--
PLAK!!!
"Enyahlah kau, Marvel!" Satu tamparan ia layangkan di pipi Marvel. Ternyata mendengar pengakuan langsung dari mulut Marvel terasa lebih menyakitkan dari apa yang ia dengar dari Jeny sebelumnya.
Marvel sejenak menutup mata, ia tahu tamparan ini sebagai pertanda kalau Celine sangat kecewa padanya.
"Selamat untukmu yang sudah mematahkan hatiku untuk yang kesekian kali, Marvel...."
Marvel menggeleng dan berucap lirih, "No ... please belive me!" Mengiba agar Celine tidak melanjutkan kata-katanya, tapi sepertinya Celine tidak perduli.
Celine bergegas pergi, telinganya seakan menuli saat Marvel berulang kaki memanggil namanya.
"Akkkhhhhh!" Marvel memukul udara, bukan hanya Celine yang terluka atas pertengkaran mereka, tapi dirinya pun tersiksa.
"Bodoh! Bodoh! Bodoh kau, Marvel!" Ia menjambak rambutnya frustasi, ia yang awalnya terkejut atas kemunculan Jeny yang tiba-tiba membuatnya tidak bisa memikirkan hal lain, tindakkan Jeny yang menyatukan bibir mereka begitu saja membuatnya terbodoh di tempat, ia mengira itu pasti mimpi dan tidak nyata, tapi belum sempat ia menoak Jeny siapa sangak kalau ternyata Celine malah melihatnya.
Soal kencan itu, yang terjadi sebenarnya adalah....
__ADS_1
"Nona mau ke mana? Biar saya antar."
Suara Harry membuyarkan ingatannya tentang hari itu saat dirinya bersama Jeny.
"Kau bukan supirku, Harry. Urus saja Tuan kesayanganmu itu, kalian berdua sama saja." Celine masih belum bisa mengontrol emosinya.
Harry menggaruk rambut yang tidak gatal, ia tidak tahu harus bagaimana meyakinkan Celine kalau dirinya memang tidak bersekongkol dengan Marvel.
"Nona masih marah padaku? Padahal aku sudah menurut untuk tidak mengatakan apapun kepada tuan Marvel. Tapi, Nona sendiri yang mengakuinya."
KEPLAK!!!
Marvel memukul kepala Harry sampai pria itu mengaduh. "Jadi, kau tahu kalau kemarin Celine ada di resto dan melihat semuanya?" Matanya ingin menguliti Harry saat ini juga.
Harry menelan ludah, sepertinya suami istri ini benar-benar sudah membuat hidupnya semakin rumit saja.
"Iya, tapi--
"HARUSNYA KAU KATAKAN PADAKU!!!"
__ADS_1
Marvel mencengkram kerah kemeja Harry lalu memojokkannya di dinding, ia marah kepada Harry karena menutupi kehadiran Celine siang itu. Seandainya Harry bilang padanya, pasti ia dan Celine tidak akan bertengkar seperti tadi.