Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM66


__ADS_3

66


Celine begitu terkesiap saat mendengar prnjelasan Marvel kenapa mengusir Elma dan Daisy dari rumahnya, ia hampir tidak percaya kalau adiknya itu bisa sangat jahat padanya, Daisy tega memfitnah kakaknya tanpa ampun dan Elma ... hanya karena harta dia bersilat lidah menciptakan kebohongan besar. Pantas saja Marvel sangat marah saat itu, setelah kejadian itu juga Daisy tidak pernah menghubunginya. Harus ia apakan adiknya itu?


"Apa kami ... kami yang berasal dari kalangan bawah, dari kalangan rakyat jelata tidak pantas berdampingan dengan orang seperti kalian yang merupakan keturunan sultan?"


Tidak ... Celine tidak merasa terhina, hanya saja ia kecewa karena ternyata masih banyak orang memandang segalanya dari harta, sebelumnya ia sudah tahu kalau Elma dan ibunya malu jika semua orang tahu kalau Marvel menikahi wanita yang berasal dari kalangan biasa yang tidak setara dengan mereka, tapi Celine tidak ambil pusing. Namun, lain halnya ketika ia membahas masalah ini dengan Marvel.


"Apa aku, memang tidak pantas menjadi istrimu?" Celine mendadak menjadi tidak percaya diri.


Marvel menarik bahu Celine untuk ia peluk.


"Jangan pernah berfikir seperti itu, Sayang ... harta bukanlah menjadi penentu segalanya, justru aku yang merasa tidak ada apa-apanya denganmu, kau seperti air yang bisa memadamkan bara api dalam diriku, aku yang sudah terbiasa menentang nenek menjadi tidak bernyali karenamu, menikah denganmu membuat hidupku menjadi lebih baik dan sesempurna ini. Celine ... apa aku tidak pantas menjadi suamimu?"


Celine menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita diciptakan, disatukan Tuhan dalam ikatan suci pernikahan untuk saling melengkapi satu sama lain."


Marvel tersenyum dan mengelus rambut Celine.


"Celine, aku akan pertimbangkan apapun keputusanmu. Tapi, aku tidak mau masalah Elma dan Daisy mempengaruhi janin yang ada di kandunganmu. Lagipula, apapun yang dialami Elma dan Daisy saat ini, itu tidak seimbang dengan kejahatan yang sudah mereka lakukan. Jadi, sebaiknya biarkan mereka menikmati hasil dari kejahatan yang sudah mereka lakukan selama ini."


Percakapan mereka berakhir saat Ethan datang membawa hadiah yang tadi dititipkan Marvel kepada Harry. Ethan terlihat sangat antusias menjalankan mobil-mobilan dengan sebuah remot canggih di tangannya. Anak laki-laki itu berulang kali berterimakasih kepada dua orang dewasa yang sudah mengadopsi dan membuat hidupnya menjadi lebih berwarna.


***


"Ayah ... aku ikut ke rumah kakak, ya." Daisy memelas kepada ayahnya yang saat itu sudah bersiap untuk pergi ke rumah keluarga kakaknya, sejak ayahnya mendengar pembicaraannya dengan ibu mengenai Marvel melarang bertemu kakaknya, ayahnya sangat murka padanya, bahkan mengurungnya di rumah dan merampas ponselnya, Daisy benar-benar seperti seorang tawanan.


"Aku sangat menyesal, ayah. Aku minta maaf secara langsung kepada kakak." Namun, ayahnya tetap masuk ke dalam mobil. "Ibu ... tolong bujuk ayah agar mau mengajakku, Bu."


Nyonya Marry mengusap lengan Daisy. Ya, meskipun pada awalnya ia tidak menginginkan Celine menikah dengan Marvel tapi akhir-akhir ini ia ikut mendoakan kebahagiaan untuk Celine yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.

__ADS_1


"Ikuti saja apa kata ayahmu, nanti ibu akan sampaikan permohonan maafmu kepada kakakmu." Segera menyusul suaminya masuk ke mobil.


Daisy kehabisan kata-kata saat ini, ia tak tahu sejak kapan ibunya itu berpihak kepada Ceine. Bahkan, rencananya yang pernah disusun untuk mendekati Harry, membuat pria itu menyukainya agar ia bisa masuk ke rumah Marvel pun tidak terwujud, sebab tidak ada cela untuk dirinya bisa keluar rumah.


"Aku baru menyadari kalau kau sangat berarti,kak ... maafkan, aku." Mungkin, penyesalannya sudah terlambat. Selama ini meskipun ia sering melawan dan bicara ketus kepada Celine, namun kakaknya itu tidak pernah menaruh dendam padanya. Tapi, kali ini Daisy menyadari kesalahannya sudah terlalu fatal. Celine pasti sangat membencinya.


***


Tidak ada lagi barang-barang mahal yang melekat di badan Elma, tidak ada uang untuk dihamburkan cuma-cuma, juga tidak ada kendaraan mewah yang bisa ia gunakan untuk jalan-jalan. Sejak saat itu, ketika Marvel mengusirnya hidupnya benar-benar berubah.


Elma duduk termenung di atas tempat tidur yang tidak seempuk tempat tidur miliknya sendiri. Daun pintu yang diketuk dari luar menarik perhatiannya.


"Masuklah, bik...."


Pintu terbuka sempurna.

__ADS_1


"Elma, ini selimutnya sudah kering. Sepertinya malam ini lebih dingin dari biasanya, sebelum tidur jangan lupa tutup jendela kamarmu." Wanita paruh baya yang dipercaya mengurus ratusan domba milik Marvel di desa yang jauh dari pusat kota, meletakkan selimut yang sudah disetrika di atas tempat tidur. Sebenarnya, ia tidak enak hati memanggil Elma tanpa embel-embel nona seperti dulu, tapi mau bagaimana lagi? Perintah untuk tidak memanjakan dan mengistimewakan Elma seakan tertulis di mana-mana membuatnya tidak berani melanggarnya.


4 bab lagi tamat💓


__ADS_2