Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM60. Penagih Hutang


__ADS_3

60


Kepergian Jenyka beberapa hari yang lalu masih meninggalkan duka. Ozan bahkan selalu mengunjungi makam Jeje, wanita yang dicintainya itu pergi membawa hatinya yang kini telah membeku. Ozan tidak yakin jika ia bisa membuka hatinya untuk wanita lain seperti yang diinginkan Jeny.


Jika Marvel menjadi cinta terakhir untuk Jenyka, mungkin Jenyka akan menjadi cinta terakhir untuk Ozan.


Sementara Celine, ia mengambil alih J kosmetik dan menjalankan kerja sama dengan perusahaan Marvel. Marvel akan memperluas bisnis Celine sampai ke negara mereka juga. Kepergian Jeje masih membuatnya terpukul, demi menghibur dirinya, ia bahkan lebih banyak menghabiskan waktu di kantor seakan merasakan kehadiran Jeje di sana.


Celine dan Marvel akan bersikap provesional jika menyangkut pekerjaan, tapi untuk urusan pribadi Celine masih enggan membahasnya, ia butuh waktu sendiri dan merenungkam semua yang terjadi, mereka akan saling bertatapan muka bila ada agenda pertemuan membahas kerja sama, setelah itu Celine akan kembali ke hotel dan Marvel pulang ke penginapan mereka.


"Tuan, Nona Celine tidak kembali ke hotel." Harry diam-diam mengikuti Celine yang kini sudah masuk ke rumah panti asuhan yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Sudah beberapa hari ini ia ditugaskan untuk menjaga Celine dari jauh .


Sebenarnya Marvel sendiri yang ingin melakukannya, tapi ia sudah berjanji kepada Celine untuk tidak menemuinya sampai istrinya itu benar-benar sudah memaafkannya.


Harry melihat dua orang pria merusak taman dan beberapa orang lagi tampak membuang barang-barang dari dalam rumah itu. Harry yang tidak mendengar percakapan mereka hanya bisa melapor dan menyebutkan alamat panti itu kepada Marvel.


---

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu, cepat kosongkan rumah ini sekarang juga!" Bentakkan pria itu membuat anak-anak menangis ketakutan, sebagian dari mereka memeluk kaki para pengurus panti yang sedari tadi tidak berhenti memohon agar diberikan waktu sampai mendapat tempat yang baru.


"Dasar tidak tau malu, harusnya kalian yang pergi dari rumah ini!" Kehadiran Celine menarik perhatian semua orang yang ada di sana, sebagian anak-anak itu berlari mencari perlindungan dengan bersembunyi di balik punggungnya.


"Kakak, mereka mengusir kami." Ethan mengadu ketakutan.


"Tenanglah anak-anak, kalian tidak akan pergi kemanapun."


"Huh, siapa lagi dia? Pergilah Nona jangan cari masalah denganku!" Pria bertato melemparkan guci ke dinding sampai pecah dan berserak di sekitar mereka, ia layangkan tatapan tajam kepada Celine.


"Kau tidak berhak mengusir kami dari sini, sebaiknya kalian pergi sebelum aku melaporkan kalian kepada polisi!" Celine tidak gentar, ia menggiring anak-anak ke ruangan yang lebih aman untuk mereka.


"Jangan buang waktumu dan jangan buat kesabaran kami habis, Nona! Aku peringatkan untuk yang terakhir kali, kosongkan rumah ini atau kalian akan tau akibatnya!" ancamnya sambil melemparkan vas bunga ke atas meja hingga pecah.


"Pergilah, nak ... mereka bisa melukaimu." Ibu panti menarik lengan Celine, ia tidak mau Celine terluka.


"Aku tidak akan pergi sebelum mereka pergi! Orang-orang tidak punya hati seperti mereka tidak pantas ada di sini!"

__ADS_1


"Hahahahah!" Suara gelak tawa mengisi ruangan itu. "Kami bekerja pakai otak, bukan pakai hati! Pemilik panti ini meminjam uang kepada bos kami dan tidak bisa membayarnya, hari ini juga kami akan menyita tempat ini!"


Celine terhenyak mendengarnya, sungguh ia tidak tahu kalau ibu panti meminjam uang kepada rentenir.


"Beri kami waktu, aku akan lunasi semua hutangnya!"


"Tidak, Nak. Kau tidak perlu melakukan itu. Ibu akan bawa anak-anak ini pergi dari sini." Ibu panti tidak mau melibatkan Celine lebih dalam lagi, hingga ia mengalah dan memutuskan untuk pergi.


"Anak-anak sudah nyaman di tempat ini, Bu. Semua kenangan mereka ada di sini. Aku tidak akan biarkan mereka berkeliaran di jalanan lagi!"


"Waktu kalian sudah habis! Kau mau bayar atau ... tinggalkan rumah ini!" Pria itu memberikan kertas bertuliskan angka hutang yang harus dibayar. "Lunasi detik ini juga."


Celine tercengang melihatnya, saat ini ia tidak punya uang sebanyak itu. Setiap bulannya, uang yang dihasilkan J kosmetik selalu ia donasikan untuk mereka yang membutuhkan, sisa gaji yang ada di tabunganya ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, kartu sakti yang pernah diberikan Marvel ia tinggal di atas meja rias, kini Celine harus memutar otak.


"Besok, aku akan membayarnya!"


"Harus detik ini juga, Nona!"

__ADS_1


"Apa kalian pikir di rumah ini ada pohon uang sampai kami harus memetiknya di depan mata kalian saat ini juga?" sentak Celine sambil melemparkan kertas yang menurutnya tidak masuk akal. Untuk apa ibu panti meminjam uang sebanyak itu?


__ADS_2