Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM 50- Kejutan Mengejutkan


__ADS_3

50.


Ntah sudah berapa kali Celine memanggil Marvel, namun tidak ada suara apapun yang terdengar di sana. Berhubung sudah sampai di depan restoran, ia simpan benda pipihnya di dalam tas. Siang itu matahari sangat cerah, secerah hati dan wajahnya saat ini. Senyum ceria selalu menemani setiap langkahnya, wanita bergaun baby blue ini tidak sabar memberikan kejutan untuk kedua orang terkasih itu.


Pintu besar berbahan kaca terbuka lebar seolah menyambutnya, mata hazel yang ia miliki berkilau memindai semua orang yang ada di sana. Tapi apa yang ada di depan mata tidak sesuai harapan. Meskipun hanya melihat dari samping saja, namun Celine bisa mengenali dua orang yang sedang berpelukan itu.


Wanita itu adalah Jeje teman dekatnya, pria itu adalah Marvel suaminya. Meskipun berpelukkan antara pria dan wanita di negara ini lumrah terjadi, tapi kenapa gestur tubuh keduanya tampak berbeda?


Melihat bibir kedua orang itu saling bersentuhan membuat air matanya lolos tanpa permisi, sekujur tubuhnya lemas seperti tidak bertulang, hatinya teriris melihat suaminya tidak menolak wanita itu.


Kenapa? Kenapa harus dia? Ada apa dengan mereka?


Celine membekap mulutnya sendiri, ia berusaha menahan tangisannya, satu tangannya ia gunakan memukul dada yang terasa sangat sesak. Celine tergugu di tempatnya. Jika wanita itu bukan Jeje, ia akan maju dan melabrak wanita itu. Tapi sayangnya, wanita itu temannya sendiri yang pernah berbagi cerita dan makanan dengannya.


Satu detik....


Dua detik....


Tiga detik....

__ADS_1


Cukup sudah!


Kedua kakinya sudah tidak sanggup berdiri lagi, detak jantungnya seakan melemah dan nyaris berhenti. Matanya tidak bisa lagi menjadi saksi atas apa yang ia sendiri tidak tahu mengapa bisa terjadi. Tubuh yang masih gemetaran membuat ia harus berjuang agar bisa menjangkau pintu utama. Tidak perduli pandangan orang melihatnya, yang ia perduli secepatnya harus keluar dari tempat ini.


Cahaya matahari menjadi saksi saat lututnya tertekuk di tanah, udara disekitar menyelimuti kesedihan dan pilu hatinya, tangisannya pecah saat melihat bunga daffodil tertunduk seolah kelopak bunga itu tidak mau terbuka.


Pria itu bukan menyentuh akarnya saja, namun berhasil menginjaknya sampai tak berbentuk lagi. Marvel sudah menghancurkan hubungan ini, Marvel tidak bisa menepati janjinya. Hati Celine patah berkeping-keping.


Padahal malam tadi tangan itu masih mendekapnya, dada pria itu masih miliknya, bibir pria itu menyapu tubuhnya. Tapi, mengapa bisa dimiliki wanita itu?


"Huhuhuhuhu...." Agar bisa bernafas ia harus berulang kali memukul dadanya. kali ini rasanya lebih sakit dari ketika Marvel mengacuhkannya dulu.


"Nona ... tolong berdirilah." Harry melipat lututnya di samping Celine, ia tidak tega melihat nona yang selama ini cerewet dan tidak pernah menangis, kini terlihat seperti tidak berdaya.


"Sejak dulu tuan Marvel sudah dan hanya mencintai Nona. Percayalah padaku," ucap Harry berusaha meyakinkan Celine.


"Berapa banyak kebohongan yang harus aku percaya, Harry? Berapa banyak lagi pil pahit yang harus kutelan?"


Celine tersenyum. "Aku tak apa, Harry ... aku tak apa."

__ADS_1


"Tapi--


"Sudahlah, kami hanya menikah di atas kertas saja. Tidak harus menunggu satu tahun lagi untuk berpisah." Celine tersenyum kecut.


"Maafkan aku, Nona ... sebenarnya aku yang sudah mencetuskan pernikahan kontrak itu, bukan tuan Marvel. Tapi aku tidak pernah membohongimu, Nona. Jangan pikir selama ini aku menutupi semua ini dari, Nona. Aku juga baru tahu kalau ternyata pemilik J kosmetik itu mantan kekasih tuan Marvel."


Deg!!!


Sontak Celine menoleh. "Ka-kau bilang apa? Di-dia Jeny, maksudmu?"


Harry mengangguk menyesal.


Celine menertawakan nasibnya yang malang ini. Kenapa dunia sangat sempit untuknya? Kenapa hubungan ini terikat bagai benang kusut? Harus darimana ia memutus benang diantara mereka? Ia yang berniat memberi kejutan, justru ia yang terkejut setengah mati.


"Pergilah, Harry...." Sekilas memejamkan mata seolah membiarkan air matanya mengalir deras. "Jangan katakan apapun pada mereka... jangan biarkan mereka tahu kalau aku melihat semuanya."


"Nona...."


Celine memegang tangan Harry. "Berjanjilah padaku, Harry...."

__ADS_1


🌴🌴🌴


Maacih komen dan jempolnya, ya🤗


__ADS_2