Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM56 -Hukum Alam


__ADS_3

56


Cengkraman Marvel yang terasa mencekik leher membuat Harry terbatuk-batuk, meskipun wajahnya mulai merah tapi Marvel tidak berniat melepaskannya.


"Marvel kau sudah gila? Cepat lepaskan dia!" Celine menarik tangan Marvel, ia tidak pernah melihat Marvel semarah ini sebelumnya, semarah-marahnya Marvel ini yang paling mengerikan.


"Lepas Celine! Biar aku beri pelajaran si pengkhianat ini!" sentak Marvel sambil melayangkan tangannya di udara ingin memukul Harry.


"Tapi kau juga pengkhianat, apa aku harus memotong lehermu itu?" Marvel terdiam menatapnya. "Jangan melimpahkan kesalahanmu padanya, ini bukan salah Harry!"


"Aku tidak mengkhianatimu!" Celine merotasikan mata seperti tidak perduli padanya, lantas ia bertambah kesal menatap Harry.


"Sekali lagi kau sembunyikan sesuatu dariku apalagi menyangkut istriku, aku tidak akan mengampunimu!" Ia hempaskan tubuh Harry sampai orang kepercayaannya itu limbung, namun tidak sampai jatuh.


"Ma-maf, Tuan," jawab Harry penuh penyesalan. Padahal, kalau ia cerita pun tidak akan merubah keadaan.


"Kita pulang, Celine. Biar aku jelaskan semuanya padamu." Marvel meraih tangan Celine, sungguh ia belum berpengalaman menangani wanita ngambek seperti sekarang, dulu ia tidak perduli urusan cinta atau wanita patah hati karenanya, tapi sepertinya saat ini hukum alam sedang berjalan, ia takut tidak bisa memertahankan hubungan ini, ia takut kehilangan Celine.


"Aku tidak mau!" sentak Celine. "Aku tidak mau berharap lagi, tak apa jika kau dan Jeny--


"Jadi masalahnya Jeny? Ini hanya salah paham." Marvel berkacak pinggang, menghembuskan nafas di udara berusaha mengontrol diri agar emosi yang tersisa tidak meluap lagi. "Dengar baik-baik dan jangan memotong ucapanku! Ya ... aku menghabiskan waktuku bersamanya, aku mengajaknya jalan, aku banyak mendengarkan keluh kesahnya selama jauh dariku, aku bahkan...." Mata Celine yang sudah berkaca-kaca membuat ia menjeda kalimatnya.

__ADS_1


Celine mengepalkan tangan. "Bahkan kau melupakan aku," decihnya.


Marvel menggeleng dan menunduk dalam. "Aku mengantarnya pulang ke apartmennya...."


Celine menghentakkan kaki dan memutar badan menuju lift. Marvel mengejarnya.


"Celine ... Sayang, tunggu sebentar." Berusaha meraih tangan Celine. "Kau belum dengar semuanya."


"Lepaskan, Marvel! Biarkan aku sendiri!"


Telinga Celine seakan menuli, ia tak mau dengar penjelasan apapun lagi dari Marvel.


"Tidak ... kita pulang ke rumah sekarang, tapi sebelum itu aku akan bilang ke Jeny kalau aku sudah menikah dan kau adalah istriku!" Marvel semakin mengeratkan genggamannya tidak mau Celine jauh darinya.


Pintu lift terbuka menampakkan dua orang di dalam. Jeje heran melihat Marvel memegang tangan Celine, ia dan Ozan sama-sama mendekati Celine.


"Lepas," guman Celine menarik tangannya sampai terlepas dari Marvel.


"Celine ... kau di sini?" Ozan melirik pria yang fotonya sering dilihatnya di ponsel Jeje. Pria itu bergeming menatapnya.


"Hai Ozan, aku ke sini--

__ADS_1


"Aku sudah tau." Ozan meraih kedua bahu Celine lalu memeluknya. "Terima kasih," bisiknya tepat di telinga Celine. "Aku tahu kau datang ke sini untuk Jeje."


Berulang kali menepuk halus punggung Celine.


"Hem, dia temanku'kan?" Celine tertawa lalu menarik diri dari pelukan Ozan, di waktu yang bersamaan ia tidak sengaja melihat tangan Marvel mengepal, mata pria itu pun memerah.


Marvel tidak suka pria itu memeluk istrinya, meskipun pelukan itu hanya sebatas menyapa ia tetap tidak terima Celine tertawa untuk pria lain.


Jeje tidak bicara sepatah katapun, hanya diam memerhatikan Marvel sampai pandangannya menjadi buram.


"Ozan, dia ini---


"Aku su--


Bruk!!!!


Harry yang saat itu melihat Jeje tidak bisa menjaga keseimbangannya langsung mendekat dan beruntung ia sempat menahan tubuh Jeje. "Nona...."


Marvel, Celine dan Ozan terkejut melihat Jeny tidak sadarkan diri. Ozan sigap mengambil alih wanita yang ia cintai itu dari Harry.


"Da-darah...," ucap Celine gemetar melihat darah segar keluar dari hidung temannya.

__ADS_1


šŸ€Sabar, ya, para pembaca setia aku🤧


__ADS_2