
Hallo kakak-kakak, para bunda, para adik, pokoknya semuanya, salam sayang🤗
Terimakasih sudah meluangkan waktu baca karyaku dari awal sampai akhir.
Aku masih punya cicilan, ya🤧 ada yang Dm, ada yang komen di sini dan di ig juga, aku mau bilang terimakasih masih ingat dan masih menunggu dan sudah mengingatkan aku, heheheheh.
Rey dan Ocha.
Jadi, kemungkinan Rey dan Oca dilanjutkan di buku baru, tapi maaf mengikuti kebijakan yang ada di sini, nama pemeran dan judulnya harus diganti. Tapi, alur ceritanya gak jauh beda, kok. Cuma yang baru lebih fresh heheheh.
Kapan itu? Sabar, ya nanti pasti ada.
Untuk Menjadi Simpanan Pria misterius juga, makasih masih ada yang ingat cerita ini walaupun udah aku hapus🤧🙏. Nanti pelan-pelan kita lanjutkan, ya.
🍀🍀🍀
How about Ethan and Selena?
Semua itu nanti aku infokan di ig. Violla536
Jangan lupa dipoloh, ya✌
Makasih banyak untuk semua, sehat-sehat, ya tayank akoh💓
Berhubung gak bisa diupload kurang dari 500 kata, jadi aku iklan dikit ya.
👇
1
"Kamu tau kan saya sudah punya istri?"
__ADS_1
Shaka Abimana meletakkan ponsel di atas meja tepat dihadapan wanita muda yang belakangan ini selalu merayunya. Wanita itu hanya menganggukkan kepala merespon pertanyaannya.
"Terus apa maksudnya semua itu? Sudah berapa kali saya bilang jangan pernah hubungi atau mengirimkan pesan mesra yang menjijikan seperti itu!"
Wanita yang ada dihadapannya ini hanya tersenyum tak acuh dengan ucapannya, Shaka semakin geram dibuatnya, ia bahkan harus berkali-kali menghembuskan nafas kasar agar tidak lepas kendali dan menyakiti Agatha.
"Sekali lagi kamu kirimkan pesan yang menjijikan seperti itu, jangan salahkan saya kalau karirmu hancur sebelum dimulai!" ancam Shaka, tapi kalau dipikir-pikir ini entah ancaman yang keberapa, sebanyak apapun Shaka memberikan peringatan kepada Agatha, dia tetap saja berulah.
Mengirimkan pesan mesra, pagi, siang dan malam.
Perempuan yang memakai kemeja baby pink itu bersedekap dada, baginya ancaman Shaka bukanlah apa-apa, toh selama ini Shaka tidak pernah menyakiti fisiknya.
"Terus ... Anda mau saya bagaimana, Pak? Datang ke rumah Anda secara langsung dan bilang kalau saya kangen sama Anda, gitu?"
"Jangan gila, kamu!" sentak Shaka sambil menggebrak meja, matanya menyalang merah seperti ingin membakar Agatha. "Kamu mau menghancurkan rumah tangga saya?"
Agatha tersenyum lebar. "Bahkan, saya tidak sabar menanti itu. Makanya bapak jangan mengulur waktu, jangan membuat saya menunggu terlalu lama."
"Perempuan gila!" Shaka tak habis fikir mengapa bisa berurusan dengan perempuan seperti Agatha, kalau Shaka tahu pada akhirnya akan seperti ini Shaka tidak akan menawarkan kerja sama kepada Agatha, kerja sama yang belakangan menjerat dan mengancam hidupnya.
Brak!!!
"Sampai kapanpun, saya tidak akan pernah tergoda sama kamu dan saya tidak akan pernah menceraikan istri saya, paham?" Shaka menunjuk pintu. "Keluar dari ruangan saya!" titahnya tanpa mau dibantah.
Agatha menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya secara kasar, tenang ... ia tahu kalau akhirnya Shaka mengusirnya lagi. Bukannya keluar dari ruangan Shaka. Agatha sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Shaka lalu meraih dasinya.
"Lepas!" ucap Shaka, tingkah Agatha membuatnya cukup terkesiap, ia tidak menyangka perempuan ini semakin berani beraksi.
Agatha tak acuh mendengarnya, kini wajah mereka semakin dekat nyaris tanpa jarak, bahkan aroma parfum yang dipakai Shaka mengisi hidungnya. Agatha menatap mata Shaka lekat.
"Dan sampai kapanpun ... saya tidak akan berhenti menggoda seorang Shaka Abimana." Satu kecupan hangat mendarat di pipi Shaka tanpa bisa dihindari Shaka. "I miss you, Sir...."
__ADS_1
Wajah Shaka menegang, matanya fokus melihat wajah Agatha sedekat ini, mata, hidung, bibir Agatha, ntah mengapa Shaka seperti pernah melihatnya, tapi dimana? Lalu kenapa Agatha mengatakan merindukan dia?
"Kamu suka 'kan?" Agatha terkekeh melihat Shaka mematung di tempatnya, ia tahu kalau pria itu pasti terkejut setengah mati, tapi Agatha tidak perduli. Yang Agatha perdulikan adalah ... Shaka harus meninggalkan istrinya dan menjadi miliknya.
"Ke ... lu ... ar." Shaka mendikte ucapannya, masih berusaha mengendalikan diri. "Keinginanmu, tidak akan pernah terwujud," putusnya tanpa ragu.
Agatha tidak gentar, ia mencium pipi Shaka di sisi lain dan berucap, "Kita lihat saja, hem?" Mengedipkan sebelah mata lalu pergi dari hadapan Shaka, ia meraih gagang pintu dan sebelum benar-benar pergi, ia melihat Shaka lagi.
"Jangan sampai istri Anda melihat cap lipstick dari bibir wanita lain di pipi Anda, Pak!" Agatha tertawa kemudian menutup pintu.
Shaka menghembuskan nafas berat seraya menyandarkan punggung di kursi kebesarannya. Matanya masih tertuju pada daun pintu yang baru saja ditutup Agatha. Tangannya refleks meraba pipi yang masih terasa dingin akibat tersentuh bibir wanita penggoda itu.
"Harus aku apakan, dia?" Shaka memejamkan mata, seketika wajah cantik istrinya langsung terbayang di sana. "Maafkan aku, Lila," gumamnya merasa bersalah.
Ini tidak bisa dibiarkan, jangan sampai Lila salah paham dan mengiranya sudah berkhianat. Shaka bergegas ke kamar mandi yang ada di ruangannya lalu membasuh wajah di depan wasetafle sampai bekas lipstick Agatha benar-benar luntur dari wajahnya.
***
Agatha bersenandung sendirian di dalam lift, senyumnya tak pernah lepas mengingat bagaimana reaksi Shaka tadi saat ia menciumnya. Pria itu jelas sekali terkejut, Agatha merasa satu langkah lebih maju, ia tak akan berhenti mengejar Shaka Abimana direktur utama di perusahaan yang bekerja sama dengannya.
Agatha meraih ponsel di dalam pouch miliknya lalu mengetik pesan untuk Shaka.
"Kita lihat, apa kali ini kamu masih teguh pada pendirianmu?" Agatha tertawa membayangkan wajah Shaka saat membaca pesan yang baru ia kirimkan. Agatha yakin, cepat atau lambat, pria itu akan meninggalkan istrinya.
Ting!!!
Lift berdenting, pintu mulai terbuka lebar. Agatha melangkahkan kakinya keluar lift, di saat itulah ia tidak sengaja melihat wanita yang paling ia benci berdiri tidak jauh darinya. Agatha mengepalkan tangan saat kepingan menyakitkan yang ia alami di masa lalu seolah berputar di hadapannya.
"Lily...." Ya, Agatha masih mengenali wanita itu. Istri Shaka Abimana itu ada di depan matanya.
🍀
__ADS_1
Udah, ya. Itu untuk cerita baru. Masih cari rumah😅 itu ceritanya tentang valakor agak seram.
Instagram : Violla536