Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM52- Kenapa Istriku Tidak Mau Dicium?


__ADS_3

Marvel menggeliat di bawah selimut, tangannya meraba tempat tidur seperti mencari sesuatu, namun Celine tidak ada di sana. Marvel membuka mata mendapati cahaya matahari masuk ke kamar melalui jendela yang sudah dibuka.


"Sudah siang, kenapa Celine tidak membangunkan aku?" Marvel menatap langit-langit kamarnya, mendesahkan nafas berat saat mengingat pertemuan dengan Jeny di resto waktu itu, ia dan Jeny bahkan mengobrol sampai hampir larut malam.


Marvel menyingkap selimut, sebelum bergegas ke kamar mandi, matanya menyapu ruangan itu, ternyata Celine tidak menyiapkan pakaiannya, padahal wanita itu tahu kalau hari ini ia ada pertemuan penting dengan klient barunya. Itu artinya ia akan bertemu dengan Jeny lagi.


"Aneh sekali ... kenapa Celine tidak menyiapkan pakaianku?"


Mau tidak mau akhirnya Marvel bergegas ke kamar mandi kemudian memakai pakaian yang ia ambil sendiri dari dalam lemari.


---


Celine mencoba bersikap seperti biasa, ia sengaja bangun lebih awal agar bisa menyiapkan sarapan untuk Marvel. Sandwich roti gandum lengkap dengan segelas susu sudah tersaji di atas meja.


Ketukan kaki Marvel sudah mulai mengisi ruang makan, Celine melihat pria itu sudah berpakaian sangat rapi, ia tersenyum sinis mengingat kejadian di resto waktu itu, ia berharap pagi ini Marvel bicara jujur padanya.


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Marvel saat sudah berhadapan dengan Celine.


"Ehm, bukan apa-apa, duduklah aku sudah siapkan sarapan untukmu."


Rasanya Celine enggan menatap wajah Marvel terlalu lama, ia memutuskan untuk menghindar, tapi tanpa diduga Marvel menahan lengannya.


"Sepertinya istriku sudah melupakan aku, ya?" Marvel memberikan seutas dasi kepada Celine. "Aku sudah memilih pakaianku sendiri, sekarang giliranmu memakaikan dasi untukku."


Celine mengangkat kedua tangannya.


"Tanganku kotor terkena selai dan mentega, kau bisa pakai sendiri 'kan? Aku mau cuci tangan sebentar."


Marvel terpaksa melepaskan Celine.


"Kenapa tidak dibersihkan dari tadi? Ya sudah aku tunggu di sini."


Celine sengaja mencuci tangannya lebih lama di wasetafle, seoah membiarkan Marvel menghabiskan sarapannya sendiri, tapi sayangnya saat ia kembali ke meja makan, sandwich itu masih utuh. Celine duduk dengan canggung, dilihatnya dasi Marvel sudah terpasang rapi di kerah kemejanya.


"Ini untuk istriku." Marvel memberikan setengah sanwich roti gandum di piring Celine.


"Kenapa tidak dimakan semua? Sanwich buatanku tak enak, ya?"


"Bukan begitu, itu ukurannya terlalu besar," Memasukkan potongan sanwich ke dalam mulutnya. "Ehm, enak...."


'Cih, bilang saja kalau perutmu itu masih dipenuhi makanan yang kau makan bersama Jeny.' Celine membatin.

__ADS_1


Suasana di ruang makan itu cukup hening, baik Marvel atau Celine tidak banyak bicara, mereka menghabiskan sarapan dalam diam, sesekali mata keduanya bertemu, namun Marvel dan Celine sama-sama menghindarinya. Sampai ....


"Celine...."


"Marvel...."


Mereka berseru bersamaan.


Marvel tertawa. "Kau saja dulu, ada yang ingin kau katakan?"


Celine menggeleng, ia berharap Marvel bicara kali ini. "Tidak, bukan apa-apa. Kau saja yang bicara."


"Ehm, begitu, ya...." Membersihkan sisa-sisa makanan di bibirnya. "Hari ini, aku ada pertemuan dengan klientku, aku sangat menyesal karena mungkin kita tidak bisa makan siang bersama...."


"Hah ... ada lagi yang ingin kau katakan, Marvel?"


"Aku .... " Marvel menggantungkan ucapannya, ia berjalan mendekati tempat duduk Celine.


Sontak Celine ikut berdiri juga, mereka saling berhadapan nyaris tanpa jarak.


"Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah di wajahku?"


"Tidak ... kau cantik." Marvel membersihkan sisa makanan di sudut bibir Celine, matanya tidak berkedip memandang bibir Celine, saat ia hampir mrnyatukan bibir mereka, Celine menolak dadanya. "Kenapa kau tidak mau aku cium?" Marvel heran melihatnya.


'Enak saja dia, belum bicara jujur karena sudah bertemu dan berciuman dengan Jeny, sekarang malah mau menciumku.' Celine mengomel dalam hati, sebelum Marvel jujur padanya, ia tak akan mau disentuhnya.


"Kita harus berangkat pergi sekarang, Tuan."


Suara Harry menyelamatkan Celine, ia kembali ke ruang makan. Benar saja, Harry ada di sana.


"Selamat pagi, Nona. Syukurlah kalau nona baik-baik saja."


Marvel lantas bergantian melihat Celine dan Harry seolah meminta penjelasan.


"Aku memang seperti ini' kan? Sudah biasa ...." Celine tersenyum canggung. Maksudnya sudah biasa disakiti. Malang sekali nasibmu, Celine.


"Apa yang kalian bicarakan?" Marvel semakin penasaran.


"Bukan apa-apa, kalian pergilah nanti terlambat, bukankah ini pertemuan penting untukmu?"


Marvel menghembuskan nafas berat, lalu melonggarkan dasi seolah melepas bebannya.

__ADS_1


Harry hanya bisa diam saja, ia tidak mau ikut campur lebih dalam di rumah tangga kedua orang ini, terlebih lagi ia sudah bersumpah kepada Celine untuk tidak mrngungkit masalah kemarin.


"Baiklah, aku pergi dulu...." Marvel mrraih dagu Celine, tapi lagi dan lagi Celine menolaknya.


"Aku malu ada Harry." Alasannya dan langsung mendorong Marvel sampai menjangkau pintu utama.


"Hmmm, baik-baiklah di rumah, ya. Jangan lupakan kejutanmu itu, aku masih menunggu."


Celine tersenyum. "Jadi, tidak ada lagi yang ingin kau katakan selain menagih kejutanmu?"


Cukup lama Marvel mengamati wajah Celine dalam diam, ia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Tidak, tidak ada...."


Dom!!!


Hati Celine seperti terpukul benda tumpul, sakit, sesak yang ia rasakan, bahkan tumbuhnya hampir limbung namun mencoba bertahan dan berdiri tegak. Marvel menutupi pertemuannya dengan Jeny.


"Aku pergi," ucap Marvel kemudian melangkah mendekati mobil, namun belum sempat ia membuka pintu Celine memanggilnya.


"Hari ini akan aku berikan kejutan itu untukmu!" teriak Celine dari ambang pintu.


Marvel tersenyum. "Tunggu aku pulang."


Celine melepas kepergian Marvel dengan tubuh yang gemetaran, setelah mobil Marvel menghilang dari pandangannya, ia mengambil benda pipihnya.


"Jeje ... bisa kita bertemu?"


(...............................................)


"Iya, aku sudah ada di London. Seperti yang kau minta ... aku datang untuk membantumu menghandle J kosmetik, jadi pagi ini aku akan menemuimu dan klient barumu di kantor!"


.


.


.


.


Mobil yang dikemudikan Harry melesat dengan mulus, tempat pertama yang akan mereka kunjungi hari ini adalah perusahaan yang dulu pernah bekerja sama dengan mereka, kemudian menjelang siang, mereka akan bertolak ke J kosmetik.

__ADS_1


"Kenapa istriku tidak mau dicium?" Pertanyaan itu masih berputar di pikiran Marvel, pagi ini Celine seperti menghindar darinya. Apa yang salah?


__ADS_2