
38
"Aku tidak mau kehilanganmu, lagi...," ucap Marvel lirih di telinga Celine, ntah sudah berapa banyak waktu yang ia buang selama ini hingga ia tidak banyak tahu tentang Celine. Padahal mereka sudah lama mengenal, bahkan sempat bertunangan tapi hubungan itu terasa hambar. Hambar karena ia selalu menutup mata dan telinga untuk Celine. Hingga akhirnya Celine pergi, tanpa disangka perpisahan mereka beberapa tahun yang lalu malah memertemukan Celine dengan Natan.
Panas! Hatinya masih sangat panas, ia tidak suka Celine diakui Natan sebagai kekasihnya, apa yang ia rasakan kini lebih sakit dari pengkhianatan Natan dan Jeny beberapa tahun yang lalu. Hingga ia mengambil kesimpulan kalau Celine sudah menghapus semua tentang Jeny di hatinya. Lucu sekali, padahal perpisahan mereka lebih lama dibadingkan kebersamaan mereka setelah menikah.
Posisi tidur Celine memunggunginya membuat ia leluasa membenamkan wajahnya di cengkuk leher Celine, aroma rosse dari tubuh Celine menguar mengisi indera penciuman dan mampu membangkitkan hasratnya. Persetan dengan ucapan Natan tadi, ia mencoba untuk tidak perduli. Cukup Daisy dan Elma saja yang sudah berhasil membodohinya, kali ini ia tidak mau kegabah. Mau seperti apapun Celine, ia akan menerimannya dengan lapang dada.
Marvel mengecup cengkuk leher Celine membuat kepala wanita itu bergerak.
"Kau sudah tidur?" Pertanyaan bodoh ia lontarkan, sudah pasti istrinya itu tidur karena sedari tadi dia tidak merespon pelukannya.
Sementara Celine, tadi setelah makan malam ia langsung mengurung dirinya di dalam kamar, ia tidak mau melihat paman Zack terlalu lama. Awlanya Celine berniat mengunci pintu kamar, tapi takut Marvel marah kalau terlalu lama membuka pintu untuknya.
Celine tidak bisa tidur, ucapan paman Zack tadi membuat ia waspada, ia takut paman Zack diam-diam menyusup masuk ke kamarnya. Bagaimana kalau paman Zack berhasil melecehkannya saat dia sedang tidur? Jika itu terjadi Marvel pasti semakin menuduhnya yang bukan-bukan.
Matanya memang terpejam, tapi kesadarannya masih penuh seutuhnya. Apa yang dilakukan Marvel saat ini membuat ia semakin takut membuka mata, tadi pagi Marvel terlihat emosi, tapi kenapa malam ini sangat lembut bahkan memeluknya?
__ADS_1
'Apa Marvel mabuk dan menganggap aku ini Jeny? Kenapa dia tidak mau kehilangan lagi?'
Kecupan dan gigitan kecil yang diberikan Marvel di bagian sensitifnya membuatnya ia mendesis.
"Apa yang kau lakukan, Marvel?" Celine tidak tahan lagi, apa yang dilakukan Marvel sudah menciptakan kehangatan di bawah sana.
Marvel mengubah posisi mengungkung Celine yang juga sudah menghadapnya. Deru nafasnya tidak beraturan, ia tatap wajah Celine sangat dalam.
"Jadi sedari tadi kau belum tidur?"
Celine menggeleng lemah.
Celine mengangguk.
"Aku ingin kita melakukannya." Marvel menyentuh bibir Celine. "Memulai semua dari sini ... aku ingin menjadikanmu milikku, hanya milikku seorang."
Celinen menelan ludah dengan kasar, manik matanya terbiak lebar melihat kilatan naf su di wajah Marvel. Celine tentu tahu apa yang dimaksud Marvel.
__ADS_1
"A-apa ucapan nenek tadi memengaruhi pikiranmu, itu?" Celine menepis tangan Marvel. "Lupakan permintaan nenek tadi, aku yakin nenek pasti sudah melupakannya." Celine membuang pandangannya ke arah lain, berusaha menghindari sorot mata Marvel seakan ingin menelan janginya di sini.
Marvel meraih dagu Celine membuat wanita itu melihatnya lagi. "Tapi, aku tidak bisa melupakannya. Lagipula apa kau juga tidak menginginkan anak? Apa kau tidak mau melahirkan anakku?"
"Kapan aku menginginkan anak darimu?" tanya Celine cepat. "Kita akan bercerai jadi kenapa harus punya anak?"
Marvel tidak suka mendengar kata cerai yang diontarkan Celine, tentu itu hanya alasan Celine saja, ia tahu kalau Celine pasti menolaknya. Marvel tidak terima penolakan apapun.
"Menyungkirlah, aku ngantuk mau tidur." Celine menolak dada bidang Marvel, tapi pria itu bergeming di tempat.
"Kau menolakku?" Marvel mengunci tangan Celine di kedua sisi kepalanya.
"Bu-bukan begitu. Pernikahan ini sudah membuat kita sama-sama terluka. Aku terluka karena terkurung di sini sebagai istri palsu dan kau terluka karena terpaksa menikahiku. Jadi, jangan menambah korban lagi, aku tidak mau calon anakku tumbuh tanpa ayah atau ibunya nanti. Kita sepakat menikah cuma untuk satu tahun, jadi jangan buat sandiwara kita sia-sia."
Marvel tidak menjawab, ia gunakan bibirnya untuk membungkam mulut Celine, meresapi rasa manis yang semakin membuat ia candu.
Celine ingin mengelak, tapi tubuhnya mengatakan hal lain. Seolah mendukung Marvel melakukan hal yang lebih dari ini.
__ADS_1
Marvel melepaskan ciumannya.
"Aku tahu, kau juga menginginkannya 'kan? Jadi, mari lupakan perjanjian kita. Pernikahan ini tidak untuk satu tahun, tapi untuk selamanya," ujar Marvel kemudian mengulanginya lagi.