Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM- 65


__ADS_3

65


Hidangan lezat sudah tersedia untuk merayakan pesta kecil-kecilan yang diadakan nenek di rumahnya. Acara ini hanya dihadiri kedua pihak keluarga saja, orang tua dan adik Celine sudah dipastikan akan datang memenuhi undangan nenek malam ini.


Mobil milik Marvel sudah memasuki pekarangan rumah, Marvel sengaja pulang lebih awal agar bisa makam malam bersama mertuanya di rumah.


"Tuan, bagaimana dengan Daisy?" tanya Harry sebelum Marvel turun dari mobil.


"Kau mengingatnya dengan jelas, Harry." Menghela nafas berat. "Bagaimana menurutmu?" pikirannya buntu kali ini, kekacauan yang diciptakan paman Zack saat ia pergi ke London sudah menguras pikirannya.


"Sebaiknya, Tuan bicarakan saja kepada nona Celine, biarkan nona yang menghukum adiknya itu," usul Harry.


Marvel mendengus kesal. "Aku tahu istriku seperti apa, sudah jelas dia akan memaafkan wanita licik itu, tapi aku tidak akan biarkan keselamatan istri dan calon anakku terancam. Jangan biarkan dia masuk ke rumah ini." Itu keputusan final yang ia ucapkan sebelum turun dari mobil.


.


.


.


Para pelayan heran melihat Marvel pulang lebih awal dari biasanya, namun mereka menyimpulkan itu ada hubungannya dengan acara malam ini.


Marvel mengabaikan para pelayan yang menyapanya, ia tidak sabar bertemu dengan Celine dan calon anak mereka, namun belum sempat ia menginjak anak tangga, suara tawa Ethan dan Celine menarik perhatiannya, Marvel melangkahkan kakinya ke taman yang terhubung dengan ruang keluarga.

__ADS_1


Marvel tersenyum tipis saat melihat Celine menggoyangkan ayunan dimana Ethan duduk di atasnya. Meskipun Celine tengah berbadan dua, tapi tidak ada perubahan drastis yang dialami istrinya itu, justru yang ada Celine terlihat semakin cantik.


"Bunga special untuk wanita yang cantik." Marvel memberikan bunga daffofil yang telah mekar sempurna kepada istrinya. Tak lupa pula ia kecup kening istrinya.


"Wah ... terimakasih, suamiku." Satu kecupan di pipi Marvel sebagai tanda terimakasih.


"Dan kau, Ethan ...." Marvel mengacak rambut Ethan. "Paman Harry mencarimu, pergilah temui dia."


Ethan bergegas mencari Harry, ia penasaran kenapa Harry mencarinya.


"Apa anakku merepotkanmu, Sayang?" Marvel mencium perut Celine yang ditutupi dres warna putih.


"Jadi, apa dia hanya anakmu?" Bibir Celine mengerucut.


"Ah, sepertinya aku salah bicara." Marvel menggaruk rambutnya asal, ia baru ingat kalau akhir-akhir ini perasaan Celine lebih sensitif dari biasanya. "Sini, duduk di sini." Marvel mengajak Celine duduk di ayunan.


Celine menepuk paha Marvel. "Kau semakin narsis saja. Lagi pula siapa yang bilang kau tampan?"


Marvel menoel ujung hidung Celine. "Semua wanita mengakui ketampanan suamimu, ini. Bahkan, kau pun terpesona pada ketampanan Marvel yang luar biasa."


Sebelum Celine protes, bibirnya sudah dirampas Marvel.


"Kau selalu tidak tahu tempat dan waktu," cicit Celine setelah Marvel melepaskan ciumannya.

__ADS_1


Marvel tertawa gemas melihat wajah merona Celine, padahal mereka sudah biasa melakukannya, namun Celine masih malu-malu tapi ... mau.


Tangan Celine melingkari tangan Marvel, kemudian ia menyandarkan kepalanya di lengan Marvel yang masih dilapisi kemeja kantor.


"Marvel...."


"Hem."


"Boleh aku minta sesuatu?"


Alis Marvel terangkat sebelah, ia heran karena tidak biasanya Celine membuat permintaan.


"Kenapa tidak? Apapun itu untuk istriku ini." Marvel mengangkat dagu Celine dan mengunci matanya. "Kau mau tas? Mobil? Atau--


"Tidak, bukan itu...." Celine menegakkan punggungnya, tatapannya lebih serius kali ini. "Aku mau ... Elma kembali ke rumah ini lagi. Kau mau mengabulkan permintaanku 'kan?"


Raut wajah Marvel mulai berubah, ada guratan emosi yang tergambar di sana, sebelum lepas kendali ia memalingkan muka kearah kolam renang yang ada di depan mereka.


"Marvel, lihat aku." Namun, Marvel tetap tak acuh. Tidak mau melihat Celine.


"Tidak untuk itu Celine, buatlah permintaan yang lain."


"Kenapa tidak mau? Memangnya apa kesalahan Elma padamu? Kau bahkan mengusir adikku juga."Celine melipat kedua tangan di depan dada, wajah dan bibir yang mulai cemberut itu kembali bicara, "Kau seperti tidak pernah melakukan kesalahan saja."

__ADS_1


Sontak Marvel menoleh melihat Celine, ia merasa disindir istrinya secara halus. Lagi, wajah cemberut istrinya membuat Marvel tidak enak hati. Marvel berfikir sejenak, mungkin kali ini dirinya akan mengikuti saran Harry untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Celine.


"Secara tidak langsung, Elma dan Daisy yang sudah membuatku membencimu," ucap Marvel setelah menghembuskan nafas panjang.


__ADS_2