Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM61. Jangan Jadi Pembunuh


__ADS_3

61


"Panti asuhan? Untuk apa Celine datang ke sana?" Marvel langsung bergegas ke alamat yang diberikan Harry, ia gelisah saat mendengar ada kericuhan di panti asuhan yang dikunjungi Celine, jika sampai terjadi sesuatu kepada Celine, maka ia tidak akan mengampuni dirinya sendiri. Harusnya ia tidak menepati janjinya kepada Celine untuk tidak menemuinya, bukan hanya rindu yang ia rasakan, kini rasa bersalahpun semakin menghantui.


"Aku memang bodoh dan tidak berguna!"


Mobil yang ia kemudikan sendiri itu sudah berbelok memasuki perumahan lama yang sebagian bangunannya memang terlihat ketinggalan jaman. Sementara beberapa rumah yang ada di sana sudah mengalami perubahan mengikuti tren masa kini.


Marvel mengurangi kecepatannya saat melihat mobil yang dipakai hari terparkir di bawah pohon, ia mengeram kesal melihat Harry berkelahi dengan dua orang di taman bunga daffodil yang sudah berantakkan. Ntah apa yang terjadi di sana. Marvel harus membiarkan Harry kewalahan kali ini.


"Celine...." Pikirannya langsung tertuju pada satu nama itu, hingga ia berlali melewati Harry yang masih berkelahi tanpa berniat menolongnya.


Hingga tidak menunggu waktu lama, ia melihat wanita yang ia khawatirkan itu ada di depan matanya, namun....


"Beraninya kau!!!"


---


Celine geram mendengar penjelasan ibu panti. Rumah ini adalah rumah pribadi peninggalan dari salah satu temannya yang sudah meninggal dunia. Setelah beberapa tahun berlalu salah satu anaknya datang memaksa mengambil surat tanah yang ternyata disalah gunakan.


"Manusia serakah seperti mereka harus dimusnahkan." Celine mengepalkan tangan mengingat orang-orang yang tidak memikirkan nasib anak-anak di panti ini. Matanya berkaca-kaca saat tidak sengaja melihat Ethan berdiri di


ambang pintu, anak itu menangis di sana.


"Kemarilah, Ethan...."

__ADS_1


"Kakak, aku takut ... aku tidak mau kembali ke jalanan. Orang-orang jahat itu akan memukuliku lagi." Ethan tergugu.


Celine mengelus punggung Ethan.


"Tidak ada yang bisa menyakitimu, lagi. Tidak akan ada yang bisa mengusir kita semua dari sini, tenang saja kakak yang akan mengusir mereka nanti!" Celine tertawa padahal hatinya ketar-ketir mencari jalan keluar. Sungguh, ia tidak bisa memikirkan apapun sekarang.


"Waktu berdiskusi sudah habis, cepat berikan uangnya! Atau kirim saja ke nomor itu!" Memberikan no rekening kepada Celine.


"Kalian bahkan tidak membiarkan aku untuk berfikir!" Celine melongos dan ntah mengapa otaknya benar-benar buntu saat ini.


"Apa itu artinya kau tidak bisa membayarnya, Nona?" Ia tergelak sesat lalu menarik tangan Celine. "Keluar dari sini!" Mendorong Celine hingga terjatuh.


"Akhhhh!!!" Celine menahan perih saat sebagian serpihan kaca dari vas bunga dan meja tertancap di kedua telapak tangannya.


"Kakak!" Ethan ketakutan melihat darah segar yang mengalir dari telapak tangan Celine.


"Beraninya kau!"


Bug!!!


Belum sepenuhnya mereka menoleh ke sumber suara, pria berkaus abu-abu itu sudah berlari dan menghajar pria yang tadi mendorong Celine.


"Ma-marvel...."


Marvel tidak tahu apa yang terjadi di sini, ia hanya tahu pria brengs*k ini harus dihabisi karena sudah melukai istrinya.

__ADS_1


"Berani sekali kau menyentuhnya, huh!"


Bug!!!


"Akan kupatahkan tangan kotor yang sudah menyakitinya!"


Bug!!


Marvel melemparkan pria itu hingga terjerembab di lantai, saat ia hendak meraih dan memukulnya lagi, pria kepar*t itu menunjang perutnya, namun Marvel masih bisa berdiri dan menjaga keseimbangannya.


"Kau cari masalah dengan orang yang salah, matilah kau di sini!" Marvel mengangkat tinggi sebuah guci besar untuk ia hantamkan ke wajah pria yang sudah berulang kali dipukulnya itu.


Anak-anak yang mendengar keributan di sana keluar dari tempat mereka bersembunyi dan menyaksikan perkelahian orang dewasa itu.


"Marvel, jangan!!"


Marvel tidak perduli, ia siap untuk melemparkan benda itu.


Celine berlari dan teriak, "Marvel jangan jadi pembunuh!"


BRUK!!!


TAR!!!!


---

__ADS_1


DER!!!πŸ˜…πŸ™


Nanti ada part Elma, Natan dan Daisy. Sabar, genkπŸ’“


__ADS_2