Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah
MTM 49- Masih Ada Cinta


__ADS_3

Tatapan Marvel benar-benar terpaku pada satu wanita yang semakin dekat dengannya, seakan tidak bisa melihat orang lain yang ada di sana. Bahkan Marvel harus berdiri untuk memastikan apakah kehadiran wanita itu memang nyata, atau hanya sebatas ilusi yang selama inindatang menghampirinya.


"Jeny...." lirihnya dengan bibir bergetar.


Mendengar nama Jeny disebut barulah Harry tersadar arti raut wajah Marvel, ketika bibirnya akan bicara wanita itu sudah menubruk tubuh dan memeluk Marvel erat, sontak Harry terdiam di tempatnya.


"Marvel ...." Jantung ini masih berdebar untuk Marvel, ia peluk erat tubuh tegap yang terasa bergetar bersamaan detak jantung Marvel yang terdengar jelas di telinganya, ia bahagia bisa memeluk Marvel lagi, air matanya mengalir deras seperti air sungai tidak bisa dibendung lagi.


"Maafkan, aku...." Hanya kata maaf yang bisa ia ucapkan, Jeny menggelamkan wajahnya di dada Marvel tidak perduli berapa banyak air mata yang sudah membasahi kemeja pria itu.


Paku bumi seperti tertancap di kaki Marvel mengakibatkan ia tidak bisa bergeser sedikit pun dari tempatnya, ia tertunduk seolah membiarkan Jeny memeluknya seperti ini. Iya! Pelukan ini membuatnya sadar kalau kehadiran Jeny bukan ilusi semata.


"Jeny ... kau 'kah itu?"


Suara bas itu semakin membuat Jeny tersedu, ia mengangguk namun tidak berani mengangkat kepala melihat Marvel.


"Aku merindukanmu, sangat ... tolong maafkan, aku."

__ADS_1


Kedua tangan Marvel mengepal, ia marah kenapa dulu wanita ini pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan untuknya.


"Berapa kali kau minta maaf padaku? Dan berapa kali lagi aku harus memaafkanmu?"


Hati Jeny sakit mendengarnya, ia merasa kali ini Marvel tidak akan memaafkannya.


"Aku bisa jelaskan semuanya, aku tahu kepergianku waktu itu merupakan keputusan terbodoh yang pernah aku ambil aku pikir itu yang terbaik untuk kita, tapi ternyata aku salah. Aku sangat menyesal...."


"Menyesal karena akhirnya kau pun tidak bisa bersama Natan, begitu?"


Jeny mengendurkan pelukannya, ia beranikan diri menatap wajah Marvel. Mata Marvel sudah lebih dulu menguncinya.


"Setelah kau pergi, Natan pun sempat menghilang. Kalian sudah berencana melakukan itu, bukan?" Suara Marvel nyaris tidak terdengar, ia tatap wajah sembab Jeny.


"Ti-tidak, semenjak itu aku tidak pernah bertemu dengan Natan lagi, aku berani bersumpah. Aku mohon percayalah padaku...."


Marvel tak acuh menatapnya, membiarkan Jeny bicara semaunya, membiarkan Jeny memeluknya lagi dan lagi.

__ADS_1


Jeny tidak tahu harus bagaimana bisa membuat Marvel mau memaafkan dirinya, ia bisa memaklumi kemarahan yang ditunjukkan di wajah Marvel, tapi melihat masih ada cinta yang tersimpan di mata Marvel membuatnya lega.


Marvel sekilas memejamkan mata, tangisan Jeny terdengar menyesakkan dada, ia hanya bisa diam sampai Jeny merengkuh wajahnya.


"Aku tahu masih ada cinta di hatimu untukku, Marvel ...."


---


Sedari tadi Harry hanya diam menelinga percakapan Marvel dan Jeje, ia mengambil kesimpulan kalau wanita cantik itu ternyata mantan kekasih yang namanya sering disebut Marvel-Jeny- pantas saja dia sangat bersikukuh menyodorkan kerja sama mereka, ternyata tujuannya hanya karena ingin beretemu dengan Marvel.


Harry semakin terpaku saat melihat Jeje tiba-tiba marengkuh wajah Marvel kemudian menyatukan bibir mereka. Meskipun Harry tahu kalau Marvel tidak membalas cium*an Jeje, tapi dua orang itu larut dalam dunia mereka sendiri seakan tidak ada orang lain di sana.


Mata Harry hampir keluar dari wadahnya saat melihat seorang wanita berdiri tidak jauh dari mereka, ntah sejak kapan wanita itu berdiri di sana, tapi wajahnya sudah basah karena air mata.


"Nona...."


Nonanya ada di sana menyaksikan suaminya bersama wanita lain, bahkan...oh, tidak! Nona Celine terlihat terkejut dan tidak baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2