
45
"Biar aku saja yang mengurusnya, Tuan. Tuan dan Nona tunggu di mobil saja," tawar Harry tiba-tiba, melihat wajah Marvel dari jauh sudah membuatnya yakin kalau ada yang tidak beres di sini.
Tanpa bicara sepatah katapun, Marvel menggandeng tangan Celine lalu membawanya pergi dari sana. Jujur, ia sangat marah mendengar celotehan pria gemulai tadi, tapi ia tidak mau memarahi Celine di depan umum. Celine pun tidak protes dengan tindakkannya sampai mereka berdua berada di mobil.
"Jadi, tempat ini menyimpan banyak kenanganmu bersama Natan, ya?" tanya Marvel sesaat setelah sopir melajukan mobil. Sebenarnya Marvel tidak mau mengungkit hal ini, tapi rasanya ia ingin tahu lebih banyak tentang Celine selama mereka berpisah dulu.
"Tidak juga." Celine menjawab dengan terus memerhatikan ke luar jendela, sebenarnya ia sedikit risih jika harus membahas Natan, sebab ia masih merasa bersalah sudah menyakiti hati pria itu.
"Kalau tidak, kenapa kau sangat mendesak untuk ikut ke sini? Kau pasti sangat merindukan kekasihmu itu!" decihnya.
Sontak, Celine henduskan tatapan tajam kepad Marvel.
"Jangan asal menuduhku, nanti kau bisa menyesal seperti yang sudah-sudah. Dengar, ya ... aku belum memaafkanmu sepenuhnya, jadi jangan menambah dosamu lagi!" sentak Celine tidak terima sikap suaminya ini masih sering berubah di waktu yang bersamaan.
Marvel mencondongkan tubuhnya kehadapan Celine. "Memangnya apa salahku?"
Celine berdecih. "Banyak, termasuk kau melarang adikku bertemu denganku. Apa harus aku jabarkan satu-persatu di sini?" Celine menolak dada Marvel, tapi pria itu malah menahan tangannya.
"Adikmu itu pantas mendapatkannya, apapun alasannya dia tidak boleh menginjakkan kakinya di rumahku. Dan aku mau tahu apa ini bagian dari kesalahanku juga?" Marvel mengecup sekilas bibir Celine, hanya itu cara untuk menghilangkan cemburunya setip kali mendengar nama Natan disebut.
"Kau ini, selalu mengambil kesempatan." Untung saja ada sekat menutupi bagian depan dan tempat duduk yang saat ini mereka tempati jadi supir tidak bisa melihat mereka.
__ADS_1
Marvel tergelak. "Jadi, jika tidak ingin mengenang pria itu, apa alasanmu datang kesini? Atau kau menganggap ini bulan madu kita, ya?" Marvel mengelus perut Celine. "Kau sudah siap mengandung anakku?"
"Jangan seperti ini, kau membuatku geli." Menyingkirkan tangan Marvel dari perutnya. "Baiklah, sebenarnya aku datang ke sini mau menjenguk teman baikku. Dia sempat dirawat di rumah sakit."
Kening Marvel mengerut melihat wajah Celine berubah masam. "Pria mana lagi?"
"Dia wanita!" Sekuat tenaga mendorong Marvel sampai kembali ke posisi semula, tapi Marvel masih melihatnya.
"Aku hampir cemburu lagi." Meraih bahu Celine dan menyandarkan kepala Celine di dadanya. "Kenapa kau tidak bilang dari jauh hari?"
"Aku takut kau merasa aku mengganggu pekerjaanmu di sini. Itu sebabnya aku tidak mau kau tahu alasanku yang sebenarnya."
Marvel mendesahkan nafas, mengangkat dagu Celine sampai melihatnya. "Apapun alasan kita menikah, aku sudah menjadi suamimu. Aku sudah bilang lupakan semua perjanjian itu. Tapi, ingatlah janji kita pada Tuhan. Dengan begitu kita bisa memulai semua dari awal, kita bisa saling mengerti, selama aku masih menjadi milikmu, kau berhak atas diriku dan begitupun sebaliknya, jadi mulai hari ini jangan sembunyikan apapun lagi dariku, kau mengerti?"
"Terima kasih, mulai hari ini aku tidak akan meragukanmu lagi," ucapnya sambil memeluk Marvel. "Jadi, besok aku boleh menjenguknya 'kan?"
"Apapun untukmu istriku, besok Harry akan mengantarmu."
"Kenapa tidak kau saja yang mengantarku? Jeje pasti terkejut kalau tahu aku sudah menikah."
"Jeje?" Ia seperti tidak asing dengan namanya.
Celine melepaskan pelukannya. "Kenapa kau seperti terkejut begitu?"
__ADS_1
"Akh, tidak ... aku sudah ada janji bertemu klien baruku besok. Harry sudah mengatur ulang jadwal yang sempat tertunda, jadi maaf aku tidak bisa menemanimu," ucap Marvel menyesal.
'Kenapa aku bisa lupa kalau klien baru yang mau bertemu dengan Marvel itu pemilik J Kosmetik? Itu artinya Marvel akan bertemu dengan Jeje, kebetulan sekali, aku akan beri kajutan untuk mereka. Jeje pasti terkejut dan bahagia kalau tahu Marvel ini suamiku," batin Celine.
"Tidak apa-apa. Besok, aku punya kejutan untukmu." Celine menggenggam tangan Marvel. "Kejutan yang tidak pernah kau sangka sebelumnya."
Celine berencana mengatakan kepada Marvel kalau ialah pemilik J kosmetik yang sebenarnya, ia juga akan memberi kejutan kepada Celine tentang pernikahannya dengan Marvel.
"Baiklah, aku tidak sabar dengan kejutanmu." Marvel mendekap Celine ke dalam pelukkannya.
.
.
.
.
.
Jeje sudah merasa lebih baik dari sebelumnya, ditambah lagi ia dan Harry sudah sepakat membuat janji bertemu besok di salah satu restoran saat jam makan siang. Pertemuan itu tidak langsung membahas perihal pekerjaan tapi cukup ngobrol agar bisa saling mengenal.
Jeje tidak mau Marvel melihat wajah pucatnya, setelah sekian lama tidak bertemu ia ingin Marvel melihatnya masih secantik dulu. Jeje bahkan harus pergi ke salon kecantikkan agar penampilannya terlihat lebih segar lagi.
__ADS_1
"Aku tidak sabar bertemu denganmu, Marvel...."