Marquess And Spirit Witch

Marquess And Spirit Witch
Kembali Ke Titik Awal


__ADS_3

.


.


"Noah Carlix de Edgar Luxbello!Atas tuduhan percobaan pembunuhan keluarga Kaisar, yaitu Putra Mahkota Veldas Rupert de Rexobis dan Putri Kedua Michella Rivel vi Rexobis,maka dinyatakan,akan dihukum pancung pada hari ini, tanggal 19 bulan 1 tahun 719 kalender Kekaisaran!"


'Huh?..pancung?..'


.


.


Itulah hal paling mengerikan yang pernah terjadi pada Noah.Tidak ia sangka akan kembali ke 17 tahun sebelum kematiannya yang mengerikan itu.Dia kembali saat ia berusia 7 tahun,dimana dia masih memiliki orang tua.


Noah Carlix de Edgar Luxbello atau bisa dipanggil Noah Luxbello,pemuda berambut hitam pekat dengan mata Hitam Onix adalah Kepala Keluarga Marquess Luxbello sekaligus Panglima Perang Kekaisaran Rexobis,ia juga merupakan salah satu kadidat pewaris tahta Kaisar.Noah tumbuh dengan kasih sayang dan ketegasan orang tuanya,banyak orang berkata kalau dia sangat beruntung.Tapi, keberuntungan itu tidak bertahan lama.Saat usia 8 tahun,ayah dan ibu Noah yang sedang hamil anak kedua, meninggal karna terjatuh dari tebing saat pergi ke wilayah Count Spera.Itu menyebabkan trauma yang mendalam bagi Noah,dia harus menjadi kepala keluarga diusianya yang masih sangat muda.Dia sudah ikut berperang sejak umur 15 tahun,dan selalu kembali dengan membawa kemenangan.Dia tidak tertarik dengan wanita manapun,bahkan Putri Michella Rivel vi Rexobis yang terkenal akan kecantikannya pun tidak dapat memikat hati Noah yang sudah mati itu.


"Aku tidak percaya akan kembali ke tubuh kecil yang lemah ini." gumam Noah,sambil melihat tangannya yang bahkan lebih kecil dari sepotong daging.


"Tuan Muda,anda sudah bangun? tidak biasanya Anda bangun jam segini."ucap Kepala Pelayan.Kepala pelayan adalah orang yang sudah sangat dekat dengan Noah sejak kecil sampai dewasa,bahkan saat hukuman pancung,dia rela menggantikan Noah tapi tidak dihiraukan oleh pengadilan.


"Chris..sekarang tanggal berapa?" tanya Noah pada Kepala pelayan bernama Chris itu,


"Sekarang tanggal 1 bulan kedua tahun 702 kalender Kekaisaran,Tuan."


"begitu ya" gumam Noah.


"Ya ampun,Noah kau sudah bangun nak?" suara seorang wanita berambut putih bermata ungu yang memanggil Noah dari pintu kamar.Kepala pelayan membungkuk hormat pada wanita itu dan keluar dari kamar Noah.


Mata Noah melebar dan pupilnya mengecil, betapa terkejutnya dia melihat wanita yang bisa dipanggil Marchioness Luxbello,yang tak lain adalah Ibu Noah,


"Ibu?.." gumam Noah.


"Kamu memangil Ibu?" tanya Marchioness mendekati Noah.


"Ada apa Noah?kenapa mukamu pucat?apakah kamu sakit?" tanya Marchioness sambil menyentuh wajah Noah yang pucat.


Tanpa Noah sadari,air mata mengalir dari matanya yang tajam itu.Noah tidak pernah menangis sebelumnya,dia sudah tegas sejak kecil.


"Ya ampun Noah!kenapa kamu menangis nak!?apakah kamu mimpi buruk?!" tanya Marchioness khawatir pada Noah yang tiba tiba menangis.


"Tidak apa apa.." jawab Noah sambil mengusap air matanya.


Karna tidak tega melihat Noah yang menangis, Marchioness memeluk hangat Noah dengan penuh kasih sayang.


"Tenanglah Noah,ibu ada disini." ucap Marchioness pelan.


"Ibu..ibu.." gumam Noah lalu memeluk ibunya,


"Iya Noah,ibu disini." ucap Marchioness menenangkan Noah.


Tak lama setelah itu, Marchioness meminta para pelayan membantu Noah bersiap untuk sarapan.Para pelayan menyiapkan mandi dan pakaian untuk Noah seperti biasanya. Setelah selesai,Noah pergi menuju ruang makan.


'Aku harus memastikan hal ini benar atau tidak..jika benar,seharusnya hari ini adalah hari Kemenangan Perang Besar.' pikir Noah sambil berjalan menuju ruang makan,


Saat sampai di depan pintu ruang makan,Noah gugup dan takut ini semua hanya mimpi,tapi dia harus memastikannya.Noah pun membuka pintu, terlihat Marchioness duduk di kursi meja makan bersama seorang pria yang sangat mirip dengan Noah,


"Noah, kemarilah Nak" ucap Marchioness lembut memanggil Noah.


"Ibu..dan ayah." gumam Noah sulit percaya.


"Hum?apakah kamu tidak mengenali ayahmu sendiri?" tanya Tuan Marquess yang tak salah lagi adalah ayah Noah.

__ADS_1


"Ini nyata?.." gumam Noah,tapi terdengar oleh Marquess dan Marchioness.


"Apa maksudmu Noah?apa kamu sakit?" tanya Tuan Marquess.


Lagi-lagi air mata mengalir dari mata Noah,bahkan lebih deras dari sebelumnya. Marchioness bangkit dari kursinya dan menghampiri Noah yang masih di ambang pintu.


"Ya ampun Noah kenapa kamu menangis lagi?!" tanya Marchioness khawatir dengan Noah,tapi Noah tetap diam sambil menangis.


"Tidak biasanya kau menangis Noah,ada apa?" tanya Tuan Marquess menghampiri Noah,


"Saya..minta maaf.." ucap Noah di isak tangis nya,


"Kenapa kamu minta maaf?kamu tidak salah apapun Noah." ucap Marchioness sambil mengelus kepala Noah.


"Benar,kamu tidak ada salah pada kami." ucap Tuan Marquess.


"Tapi..saya..tidak bisa membuat kalian berdua bangga.." ucap Noah.


"Kamu sudah membuat kami bangga dengan kehadiranmu nak,hari saat kamu lahir adalah hadiah terbaik yang kami terima,jadi jangan salahkan dirimu sendiri ya." ucap Marquess sambil tersenyum pada Noah, Marchioness pun mengangguk.


"Kamu adalah hal terbaik yang kami miliki sampai sekarang." ucap Marchioness lalu memeluk Noah,bahkan Tuan Marquess juga memeluk mereka berdua.


"Terimakasih..Ayah..Ibu.." gumam Noah.


Para pelayan yang baru pertama kali melihat Noah seperti itu,sangat terkejut sekaligus terharu.


Noah harus menerima kenyataan kalau dia kembali ke masa lalu untuk mengubah takdir yang mengancam nyawanya.


Sejak dia kembali ke masa lalu,dia harus berlatih pedang lebih keras,walau keahliannya yang masih ada di kehidupan sebelumnya masih ada,tapi untuk tubuh sekecil itu,dia harus banyak berlatih.


Sesaat,Noah mengingat arwah gadis mirip dengan ibunya, yang mengatakan kalau dia seorang penyihir.Noah bertemu dengan gadis itu di makam orang tuanya setelah selesai perang di usia 20 tahun.Gadis itu bernama Gera,dia masih berusia 12 tahun saat itu, tapi sudah jadi arwah.Gera tidak menyebutkan marganya karna masalah janji dengan seseorang, dia mengatakan,"Aku sudah lama menunggu mu dasar bodoh." saat bertemu dengan Noah,tapi Noah tidak peduli,lagipula hanya Noah yang dapat melihat Gera,dan mereka bekerja sama dalam perang.Noah diuntungkan dengan bantuan sihir penyerang,pertahanan,dan pemulihan milik Gera,di samping itu,Gera diuntungkan karna sihir yang ada dalam dirinya bisa digunakan,jika tidak digunakan,maka tubuhnya bisa terhapus,dan itu bertahan selama 12 tahun tanpa menggunakan sihir.


"Aku harus mencarinya mulai sekarang." gumam Noah yang sedang berada di taman.


Tak lama setelah itu,Noah pergi ke makam keluarga Marquess Luxbello dan mencari gadis itu,tapi tidak ketemu.


"Saat itu, dia 12 tahun saat aku berumur 20 tahun.Hum..itu artinya tahun depan dia akan muncul bukan?.Tunggu dulu.. kenapa dia berada di makam keluargaku? apakah dia kerabat jauh?humm." pikir Noah sangat keras, di makam itu,


"Tuan Muda." Kepala Pelayan datang menghampiri Noah.


"Ah Chris,ada apa?" tanya Noah pada Kepala Pelayan.


"Saya mencari anda dari tadi.Tuan Marquess memanggil anda ke ruang kerjanya." ucapnya,


"Ayah?ah baiklah,aku akan segera kesana." jawab Noah lalu pergi menemui Tuan Marquess.


Sesampainya di Ruang kerja ayahnya,dia masuk atas perintah Ayahnya,


"Ada apa ayah?" tanya Noah,


"Kemarilah." ucap Tuan Marquess yang sedang duduk bersama Marchioness.


Noah pun mendekati mereka berdua dan duduk didepan mereka,


"Noah,ibu tau kamu sangat kesepian." ucap Marchioness.


"Ya?menurutku tidak terlalu." jawab Noah.


"Maka dari itu,ibu akan memberitahu mu kalau kamu akan punya adik." ucap Marchioness senang,begitu juga dengan Tuan Marquess.


"Adik?" gumam Noah.

__ADS_1


"Benar sekali!Ibumu sedang hamil sekarang." ucap Tuan Marquess sangat senang sambil mengelus perut Marchioness.


"Adik..dia perempuan atau laki laki?" tanya Noah sangat penasaran.


"Mana mungkin kami bisa tau jika belum lahir Noah,tunggulah 9 bulan lagi." ucap Tuan Marquess.


"Benar juga" ucap Noah sambil cemberut,


"Ya ampun,anakku satu ini benar benar imut!" ucap Marchioness gemas dengan muka Noah yang cemberut itu.


"Saya tidak imut!" elak Noah.


"Iya iyaa dasar Imut." ucap Marchioness menggoda Noah.


"Ibu!" teriak Noah agak malu.


Tepat saat itu,ruangan penuh dengan canda dan tawa mereka,benar benar Keluarga yang harmonis.


/malamnya di kamar Noah/


Noah duduk di sofa dekat jendela kamarnya sambil melihat bulan yang sangat terang,dia terus terngiang ngiang dengan gadis penyihir itu.Noah tidak bisa melupakan gadis itu selama ini sejak kembali ke masa lalu.


"Noah kamu belum tidur?" tanya Marchioness yang masuk ke kamar Noah.


"Ibu,setidaknya ketuk pintu dulu." ucap Noah.


"Ibu sudah mengetuk pintu sebelumnya,tapi kamu tidak merespon." ucap Marchioness.


"Ah maaf ibu, sepertinya saya melamun dan tidak mendengar ketukan pintu." jawab Noah,


"Apa yang kamu pikirkan sampai melamun seperti itu?ceritakan lah pada Ibu" ujar Marchioness sambil mendekati Noah Marchioness.


"Ibu,apakah kita punya kerabat jauh perempuan yang mirip dengan Ibu?" tanya Noah pada Marchioness,


"Hum,hanya nenek mu saja"jawab Marchioness.


"Tidak, maksudku gadis berusia 12 tahun yang mirip Ibu" ucap Noah,


"Tentu saja tidak ada,Ibu yang paling muda diantara kerabat kita." ucap Marchioness.


"Begitu ya." gumam Noah.


"Ya ampun Noah!apakah kamu bertemu gadis yang mirip Ibu dan dia lebih tua darimu?" tanya Marchioness kegirangan.


"Hah?" tanya Noah bingung.


"Apa kamu jatuh cinta pada gadis itu? ya ampun, ternyata anakku sudah sebesar ini." ucap Marchioness terharu.


"Saya tidak pernah bertemu seorang gadis Ibu." ucap Noah datar dengan muka meremehkan.


"Oh begitu kah." ucap Marchioness sambil tersenyum.


"Jangan terlalu dipikirkan, siapa tau kamu akan bertemu dengannya lagi suatu saat nanti." ucap Marchioness sambil mengelus kepala Noah.


"Tidurlah,besok kita harus ke istana." ucap Marchioness lalu pergi.


'Istana?oh pasti soal Putra Mahkota' pikir Noah,


"Baiklah,aku harus menerima kenyataan kalau sudah kembali ke masa lalu. Aku hanya perlu mengubah takdir yang menimpaku"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2