
Flashback
"Lalu?Saat perang nanti kau akan mengabaikan anak anak yatim karna mereka bukan adikmu?fufu" Cecil mulai menggoda Noah yang sangat lucu dihadapannya,
"T-tentu saja tidak begitu.." gumam Noah malu-malu,
'Imutnya!' pikir Cecil dengan gemas,
Gera yang melihat kelakuan Cecil dan Noah ikut gemas,lalu menarik tangan Noah,
"Kakak,sini",
"Hum?" Noah mendekatkan telinganya pada Gera,
"Kakak,aku ingin punya adik dari kakak dan Kak Cecil",sontak wajah Noah berubah sangat merah dan tampak uap keluar dari kepalanya,
"A-APA MAKSUDMU GERA?!!?"
.
.
Episode 17
Seluruh tatapan langsung menuju Noah yang berteriak,begitu pun Noah yang menyadari tatapan menuju padanya,
Suapan yang hendak Putra Mahkota makan,jatuh ke lantai begitu Noah berteriak,
"D-dagingku..KENAPA KAU BERTERIAK!?"
"E-eh?a-anu..itu..a-ahahaha.."
"KEMBALIKAN DAGINGKU!"
"Anda bisa mengambil lagi kan?"
"TETAP SAJA ITU DAGING KU YANG BERHARGA!"
Noah dan Putra Mahkota mulai berdebat lagi hanya karna sebuah potongan daging,Duke dan Gwen hanya bisa menghela nafas panjang dan melanjutkan makan.
Begitu selesai makan,Noah kembali ke kamarnya bersama Cecil dan Gera.Gera lebih suka membaca buku bersama Noah dikamar Noah daripada di kamarnya sendiri,apalagi sekarang ada Cecil yang akan mengajari Gera tentang sihir lebih dalam.
"Cecil,aku ingin mandi,bisakah kau menemani Gera belajar sihir?" tanya Noah pada Cecil,
"Tentu saja!Aku sangat senang jika harus mengajari Gera tentang sihir", jawab Cecil bersemangat,
"Begitu ya, terimakasih" Noah pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Gera bersama Cecil,
"Gera,apa yang kamu bisikan pada Noah tadi?Dia sampai berteriak sangat keras seperti tadi" tanya Cecil penasaran,
"Hum?Oh,aku berkata kalau aku ingin punya adik dari Kakak dan Kak Cecil!" jawab Gera dengan muka polosnya,
"A-apa itu?!" Cecil begitu malu begitu tau kata kata yang disampaikan Gera pada Noah adalah hal yang 'ekhem',
"Soalnya,kakak mirip dengan ayah sedangkan Kak Cecil mirip dengan ibu!Pasti anak kakak akan mirip dengan Kakak dan Kak Cecil, seperti aku dan Kakak yang mirip dengan ayah dan ibu!" Gera mengatakan semua pendapatnya pada Cecil dengan senyum yang sangat lebar,dia sangat berharap Noah dan Cecil bisa bersama,
"Be-begitu ya.." 'Maafkan aku Gera..tapi itu mustahil lho!'
Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamar Noah,
"Siapa??" tanya Gera pada orang dibalik pintu,
"Gera,ini Eugene,bolehkah aku masuk?" ternyata orang itu adalah Eugene,
"Oh Kak Eugene!Masuklah!" Eugene langsung masuk begitu Gera mengizinkan.Begitu masuk,Eugene memperhatikan sekitar kamar Noah berkali kali,
"Ada apa Kak?" tanya Gera penasaran,
"Dimana Noah?kenapa hanya ada kalian berdua disini?",
"Ah,Noah sedang pergi mandi,apa kalian ingin latihan lagi?" tanya Cecil tersenyum pada Eugene,
"Emm,anu.. sebenarnya bukan" jawab Eugene sedikit malu,
"Lalu??" tanya Cecil dan Gera bersamaan,
"Emm,Cecil, sebenarnya di Duchy sedang ada festival mingguan,kalau kau mau..anu..maukah kau pergi bersamaku..?",
"BENARKAH?!"
"Eh?Iya tentu saja" 'Dia sangat bersemangat',
__ADS_1
"Aku mau!Kapan?"
"Nanti malam,aku akan menjemputmu di kamarmu,pakailah baju yang cocok untuk kesana,aku akan menunggu,dan jangan beritahu Noah karna dia ada pelatihan dari ayah nanti malam"
"Baiklah,terimakasih Eugene!",
"Iya,aku pergi dulu"
Eugene langsung beranjak pergi kembali ke kamarnya,Gera yang melihat Eugene seperti itu merasa kalau Eugene juga menyukai Cecil,
"Kakak, bolehkah Gera ikut?" tanya Gera pada Cecil,
"Tentu saja,tapi jangan bilang pada Noah karna dia akan latihan,takutnya dia akan mengabaikan latihannya" jawab Cecil,
"Baiklah!"
"Anak pintar,kalau begitu ayo kakak ajarkan sihir sihir dasar padamu",
"Siap!",
/Skip malam,
Eugene sudah bersiap-siap berpakaian rapi dan simpel karna hanya ke desa,tapi pesonanya tetap tidak berkurang sama sekali,
'Aku pasti akan mendapatkan Cecil'
Eugene langsung beranjak pergi mendatangi kamar Cecil,dia tidak sabar akan kencan dengan nya,
"Cecil,sudah siap?" tanya Eugene sambil mengetuk pintu kamar Cecil,
Tak lama kemudian pintu terbuka dan tampak Gera yang membukakan pintu,
"Lho?Gera?kenapa kau disini?" tanya Eugene heran,
"Aku akan ikut dengan Kak Eugene,bolehkan?"
"Tentu saja boleh,kita akan menikmati festival bersama",
"Hehe",
Tak lama kemudian Cecil keluar dari kamarnya dengan gaun gadis desa berwarna putih dan biru muda,rambutnya di kepang dan memakai bando polos berwarna hitam.Eugene yang melihat Cecil langsung terpikat dan semburat merah tipis terlihat di pipinya,
"Begitukah? terimakasih Gera,tapi akan bagus lagi jika aku bisa dilihat orang lain",
Cecil agak sedih mengatakan hal itu,tapi Eugene sudah mempersiapkan semuanya dengan matang,
"Cecil, ikuti aku",
"Eh?Kita mau kemana?",
"Menemui Xeon,untungnya dia sedang bersama kakek di ruang tamu"
Eugene,Cecil dan Gera pergi menemui Duke dan Xeon di ruang tamu.Begitu sampai disana,Eugene meminta Gera dan Cecil menunggu di luar lalu ia masuk,
"Kakek",
"Oh, Eugene!Ada apa?tumben kau menemui kakek duluan",
"Saya ingin minta tolong pada Xeon untuk memberi Cecil kesempatan",
Duke dan Xeon saling bertukar pandang,mereka tidak tau apa maksud Eugene,
"Apa maksudmu kesempatan?" tanya Xeon,
"Bisakah..kau membuat Cecil menjadi manusia normal malam ini saja?",
Duke dan Xeon tertegun,permintaan Eugene kali ini tidak main main,
"Tentu saja,tapi kenapa kau ingin permintaan seperti itu?" tanya Xeon memastikan,
"Aku ingin Cecil bisa menikmati festival mingguan kali ini seperti manusia normal,aku merasa sedih saat dia berpikir bisa menjadi manusia normal seperti yang lainya..hanya karna dia arwah buatan bukan berarti dia tidak bisa merasakan hidup sebagai manusia..",
Xeon tersenyum mendengar permintaan tulus Eugene untuk Cecil,lalu dia berpikir mungkin Cecil bisa bersenang-senang sebagai manusia walau hanya sementara,
"Baiklah,waktunya sampai jam 12 malam,setelah itu dia akan kembali menjadi arwah", ucap Xeon,
"Terimakasih Xeon!" Eugene langsung menghampiri Cecil diluar ruangan dan membawanya masuk.Xeon langsung mengarahkan tangannya pada Cecil,butiran kecil dan bersinar keluar dari tubuh Cecil begitu Xeon membaca mantra,
"Sudah,kalian bisa pergi,nikmati waktu kalian" ucap Xeon setelah selesai dengan Cecil,
"Tentu,ayo Cecil",
__ADS_1
"Eh?Iya"
Eugene,Cecil dan Gera langsung keluar dari rumah Duke,naik kereta kuda menuju desa yang tak begitu jauh dari rumah,
"Anu..Eugene,apa yang Xeon lakukan padaku tadi?" tanya Cecil penasaran,
"Aku memintanya mengubah mu menjadi manusia walau hanya 5 jam sampai jam 12 malam nanti,bagaimana?", Cecil tidak percaya dengan Eugene,
"Benarkah?tapi aku tidak merasakan perubahan apapun", ucap Cecil,
"Hum,ah!Coba lompat lah",
"Ini masih di kereta kuda,aku akan melayang layang jika melompat",
"Sekarang kau manusia, percayalah padaku",
Walau takut tapi Cecil mencoba untuk mendorong tubuhnya ke atas.Betapa terkejutnya Cecil melihat kakinya masih menapak dan tubuhnya tidak melayang,dia juga merasakan kalau tubuhnya makin berat,
"Benar!Aku tidak melayang!Untuk sekarang aku benar benar seorang manusia!" Cecil begitu senang begitu tau dia tidak menjadi arwah,Gera ikut senang melihat Cecil bahagia hanya karna hal kecil,Eugene tersenyum tipis melihat Cecil dan Gera tersenyum selebar itu,
'Ini kesempatan ku,aku tidak boleh menyia-nyiakannya'
Tak lama kemudian, kereta kuda yang membawa mereka bertiga sudah sampai di sebuah desa yang dipenuhi dengan lampion, lampu lampu jalan yang sangat terang,dan anak anak kecil yang berlari kesana kemari walau hari sudah malam,banyak juga gerobak makanan yang memenuhi pinggiran jalan utama,
"Wah! Kerennya!" Cecil dan Gera terkagum-kagum melihat desa itu yang sangat ramai dan meriah,
"Ayo kita turun",Mereka bertiga turun dari kereta kuda dan berjalan ke arah air mancur di pusat desa,
"Sepertinya air mancur menjadi pusat utama dari seluruh wilayah ya" gumam Cecil,
"Karna air mancur dipercaya sebagai tempat diturunkannya berkah dari Dewa dan Dewi yang melindungi kekaisaran ini,maka dari itu di setiap rumah dan mansion bangsawan,pusat desa,pusat kota,dan setiap sisi istana ada air mancur" jelas Eugene,
"Begitu ya",
Pandangan Gera terpikat pada sebuah pedagang gula kapas,matanya berbinar binar melihat gula kapas yang terlihat empuk dan manis itu,
"Kak Cecil!Aku mau itu!" ucap Gera sambil menarik narik baju Cecil dan menunjuk ke arah pedagang itu,
"Eh?Apa itu??" Cecil bahkan penasaran dengan benda yang ditunjuk Gera,
"Itu gula kapas,kau juga mau?" tanya Eugene,
"Eh?Gula kapas?!Makanan yang empuk dan manis itu?" tanya Cecil dengan mata berbinar-binar,begitu juga Gera yang menaap Eugene berbinar-binar,
'Mereka sangat mirip..' pikir Eugene,
"Iya,ayo kita beli",
"Baik!!",
Eugene,Cecil dan Gera langsung menghampiri pedang gula kapas itu, Eugene memesan 2 gula kapas untuk Cecil dan Gera.Sambil menunggu,Cecil dan Gera duduk di pinggir air mancur,sedangkan Eugene tetap di tempat sambil melihat mereka berdua,
"Istri anda sangat cantik,begitu juga dengan anak anda,mereka juga sangat mirip" ucap penjual pada Eugene,
"Y-ya?" Eugene sedikit memerah mendengar ucapan penjual itu,
"Anda pasti seorang suami dan ayah yang baik bagi mereka berdua,aku berharap rumah tangga kalian berjalan lancar", kali ini Eugene sudah merah padam gara gara penjual itu, pikiran nya tidak dapat di kontrol lagi,
'S-suami?.. a-ayah?!' pikirnya bingung,
/Disisi Noah
Noah berjalan dari kamarnya menuju kamar Duke dengan ekspresi bingung,
"Kakek,saya izin masuk",
"Masuklah Noah",
Noah masuk begitu diizinkan masuk oleh Duke lalu duduk di seblah Duke yang sedang bersandar di tempat tidur,
"Ada apa?"
"Kakek dimana Cecil dan Gera?"
"Mereka keluar bersama Eugene ke festival akhir pekan,apa kau tidak diberi tau?"
"A-APAA?!?!"
'Eugene sialan!Berani beraninya dia..!'
Bersambung..
__ADS_1