
Flashback
''Noah,apa kau mau memberi nama pada adikmu?"Marquess bertanya pada Noah dengan senyum tipis,
"Namanya.. Gera Claire vi Luxbello",ucap Noah sambil tersenyum tipis,
"Nama yang indah,darimana kau dapat inspirasi untuk nama itu Noah?" tanya Marchioness,
"Dari seseorang yang sangat berharga untukku" Noah tersenyum sangat lebar untuk pertama kalinya,
'Benar..Gera..adikku yang berharga'
.
.
Episode 7
3 Tahun kemudian
"Noah!" Marchioness memanggil Noah yang sedang berlatih pedang bersama Veldas (Putra Mahkota)di tempat latihan,
"Ada apa Ibu?"Noah langsung menjawab panggilan ibunya dan berhenti mengayunkan pedang-Noah 11 tahun,
"Selamat Siang Nyonya Marchioness" Veldas alias Putra Mahkota yang sedang berlatih dengan Noah mengucapkan salam setelah Marchioness datang langsung -Veldas,Putra Mahkota,11 tahun
"Selamat Siang Putra Mahkota" jawab Marchioness ramah,
"Kenapaa ibu memanggilku?" tanya Noah,
"Sebenarnya Ibu ada janji bertemu dengan Baginda Ratu Lilia hari ini,tapi.." Marchioness menjawab dengan agak ragu,
"Tapi?" Noah bingung kenapa Marchioness tiba tiba berhenti.Tak lama kemudian seorang gadis kecil berlari ke arah Marchioness,
"Ibu!!atu mau itut(aku mau ikut)!" seorang gadis kecil berumur 3 tahun yang sangat mirip dengan Marchioness berlari sambil menangis dan memeluk kaki Marchioness,
"Ya ampun Gera!Jangan berlari seperti itu kau bisa jatuh" Marchioness langsung menenangkan gadis kecil itu,yang tak lain lagi adalah adik Noah,Putri Bungsu keluarga Marquess Luxbello,Gera Claire vi Luxbello.
"Gera?apa yang kau lakukan?" Noah mendekati Marchioness dan langsung menggendong adiknya yang sudah menangis terisak-isak,
"Tatak,atu mau itut ibu(kakak,aku mau ikut ibu)" ucap Gera yang masih belum lancar,
'Imutnya~~' pikir Noah dan Putra Mahkota yang sedikit mimisan,
"Tidak boleh,bukankah kamu masih demam?lihatlah ingusmu terus terusan keluar" Noah mengusap ingus adiknya yang masih sedikit flu dan demam,
"T-tapi atu mau itut(tapi aku mau ikut)" ucap Gera yang menahan air mata dan ingusnya,
"Huh,Ibu pergilah,aku dan Putra Mahkota akan menjaga Gera" ucap Noah sambil melirik Putra Mahkota,
"Apa tidak apa apa?Bibi pengasuh sedang cuti karna suaminya sakit parah,dan Gera tidak mau dengan para pelayan,apa lebih baik ibu mengajaknya?" tanya Marchioness dengan khawatir,
"Tenang saja,aku akan menjaga Gera dengan baik,ibu tidak perlu khawatir" Noah meyakinkan Marchioness agar tidak khawatir,
"Ah,kalau begitu ibu serahkan padamu ya.Gera jangan bertingkah yang tidak tidak selama Ibu pergi ya" Marchioness langsung pergi setelah menitipkan Gera pada Noah,
"Gera,ayo kita ma-"
"HWAAAA!!IBUUU!!" Gera menangis makin kencang setelah Marchioness pergi,Noah dan Putra Mahkota yang panik tidak tahu harus berbuat apa,
"T-tunggu Gera!Jangan menangis,Ibu akan segera pulang" Noah mencoba menenangkan Gera tetapi tidak berhasil,
"Gera,Ibumu akan segera kembali jika kamu tidak menangis" ucap Putra Mahkota membantu menenangkan Gera,
"H-hiks..benal?(benar)" Tangisan Gera mulai mereda setelah Putra Mahkota mengucapkan basa basi,
"Ah,emm,tentu saja" Putra Mahkota menjawabnya dengan sedikit keraguan,
__ADS_1
"H-hiks.. hu'um" Gera mengangguk mengisyaratkan dia mengerti, Noah pun sedikit tenang setelah Gera berhenti menangis,
"Tatak,atu lapal(kakak aku lapar)" ucap Gera sambil menunjukan muka cemberut yang sangat menggemaskan,
'Dia seperti bidadari!' pikir Noah dan Putra Mahkota (lagi)
"Baiklah,kamu mau makan apa?" tanya Noah dengan senyumnya yang khas,
"Telual(Keluar)" ucap Gera datar,
"Eh?kamu mau makan diluar?" tanya Noah memastikan,Gera pun mengangguk mantap,
"Bagaimana?" tanya Putra Mahkota,
"Apanya?" Noah balik bertanya,
"Apa kita harus keluar?" Putra Mahkota menegaskan pertanyaan nya
"Gera ingin keluar,jika kita menolak dia pasti akan menangis lebih keras dari sebelumnya dan juga hal ini adalah tugas seorang kakak" jawab Noah dengan bangga,
"Kalau begitu ayo keluar,kita tidak butuh pengawal" Putra Mahkota tersenyum lumayan licik,
"Ah,baiklah,ayo Gera" ajak Noah pada Gera,
"Uhm!(iya)" Gera menjawab ajakan Noah dengan semangat,
Mereka bertiga bersiap siap pergi keluar,dan tentunya para pelayan tidak akan melewatkan kesempatan menganti baju untuk Gera.Tapi karna tidak ingin menarik perhatian banyak orang,mereka menggunakan jubah yang setidaknya bisa menutup muka mereka tanpa terlihat mencurigakan,
"Baiklah,sudah siap?"
"Tentu!/Uyee!" ucap Putra Mahkota bersama Gera bersamaan.Setelah itu mereka bertiga langsung keluar sesuai keinginan Gera.
"Ibu kota tempat yang berbahaya Gera,banyak mata yang mengawasi mu,setiap tingkah lakumu akan diamati dan dinilai,itulah cara dunia ini bekerja,semakin tinggi jabatan,maka semakin tinggi juga racunnya" ucap Noah pada Gera,tapi Gera hanya menatap Kakaknya,
"Woi,bukankah itu terlalu berlebihan untuk anak usia 3 tahun?" Putra Mahkota menatap Noah datar dan tidak percaya karna mengucapkan hal yang tidak seharusnya diucapkan pada anak usia 3 tahun,
"Ah kamu mau itu?baiklah ayo kita beli" ucap Noah dan hendak pergi ke toko itu,tapi Gera mencubit Noah seolah tak ingin pergi ke sana,
"Kenapa?kamu tidak mau?" Noah heran dengan sikap adiknya satu itu,
"Tatak punya uang?" tanya Gera memastikan dulu,
"Tentu saja ad- Eh,uang?" Pikiran Noah langsung berhenti setelah kembali mengingat ingat,
"Jangan bilang kau lupa membawa nya?" tanya Putra Mahkota sambil menatap Noah dengan bercucuran keringat,
"A-ahahaha aku lupa meminta nya pada Kepala Pelayan tadi haha.." seketika suasana pun menjadi sangat hening diantara kerumunan masyarakat,
"Kau bodoh ya?" ,
"MAU BAGAIMANA LAGI?!JIKA AKU MEMBERITAHU KEPALA PELAYAN SUDAH PASTI TIDAK AKAN DIIZINKAN!DIA AKAN TAHU SEMUA HAL YANG AKU LAKUKAN JIKA MEMINTA UANG JAJAN PADANYA!"
"SETIDAKNYA KAU SEHARUSNYA PUNYA UANG SENDIRI YANG KAU SIMPAN DIKAMAR MU!"
"IBU PASTI AKAN MEMARAHIKU JIKA MENGGENGGAM UANG SENDIRI!"
"SEHARUSNYA KAU MELAKUKANNYA DIAM DIAM!"
"DIAMLAH DASAR RAMBUT PADI!"
"SIAPA YANG KAU SEBUT RAMBUT PADI DASAR TINTA GURITA!"
"TENTU SAJA KAU SENDIRI,SIAPA LAGI DISINI SELAIN KAU?!"
"TENTU SAJA ADA GERA!eh,Gera?" perdebatan mereka berdua berhenti setelah menyadari keberadaan Gera yang tidak ada di tangan Noah,
"Hum?AH?! DIMANA DIA?!" Noah panik begitu menyadari Gera menghilang dari genggamannya,
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?!dimana kau sembunyikan Gera?!" Putra Mahkota dibuat emosi karna Noah sendiri bahkan tidak menyadari Gera menghilang,
"Jika aku menyembunyikan nya maka aku tidak akan panik!" bantah Noah,
"Dan berhentilah memulai berdebatan,kita harus segera menemukan Gera" Noah makin pusing memikirkan Gera yang tiba tiba menghilang dari pengawasan nya,
"Baiklah,kita harus berpencar,kau ke gerbang timur dan aku akan ke gerbang barat,setidaknya dia tidak akan pergi terlalu jauh" Putra Mahkota memberi imbauan pada Noah agar dapat mencari Gera secepatnya,
"Baiklah,kita akan bertemu kembali disini",mereka berdua langsung pergi ke tempat yang akan mereka jangkau untuk mencari Gera,
Mereka berdua pergi ke toko toko dan tempat tempat yang kemungkinan di jangkau Gera, bahkan sampai bertanya ke orang orang sekitar ,selama lebih dari 2 jam mereka mencari Gera kemana mana,tapi tidak ketemu,sampai akhirnya memutuskan kembali ke titik awal,
"Noah,aku tidak menemukan Gera di manapun",
"Aku juga tidak menemukan nya..ini salahku,harusnya aku lebih memperhatikan nya.." Noah mengepalkan tangannya erat erat,dia merasa sangat bersalah karna mengabaikan Gera dan fokus berdebat dengan Putra Mahkota,
"Tenangkan dirimu dulu,kau tidak akan bisa fokus mencari Gera jika pikiranmu kacau balau,lebih baik kita duduk dulu disana" Putra Mahkota mencoba menenangkan Noah dengan mengajaknya duduk di air mancur di pusat kota,
"Apa yang harus aku lakukan..aku bukan kakak yang baik untuk Gera..aku melakukan kesalahan.." Noah terus terusan menyalahkan dirinya sendiri yang lalai menjaga Gera,
"Jangan salahkan dirimu terus,ini juga salahku yang mengajak mu berdebat,aku akan membantu mencarinya,sebentar lagi matahari terbenam" Putra Mahkota juga menyalahkan dirinya karna terus terusan mengajak Noah berdebat,
"Setidaknya aku ingin mendengar suaranya.." gumam Noah,
"Tatak..!",
"Doa ku dikabulkan,aku bisa mendengar suaranya yang imut itu.." suara bidadari kecil yang memanggil Noah terdengar olehnya,
"Tatak.!" suara itu makin kencang dan semakin jelas,
"Aku mendengarnya",ucap Putra Mahkota,
"Huh?" Noah langsung melihat kedepan,dan membulatkan mata.Seorang anak kecil pendek berambut putih seperti bidadari di mata Noah memanggil nya sambil berlari sekencang mungkin,diiringi sinar matahari yang terbenam.
"Gera?" Noah masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang,
"Tatak!!" ternyata itu memang Gera yang berlari kearah Noah secepat mungkin,tak menunggu lama Noah berlari menghampiri Gera dan memeluknya erat erat,
"Gera!maafkan kakak,seharusnya kakak tidak membiarkan mu sendirian,maafkan kakak mu ini.." Noah meminta maaf pada Gera berkali kali sampai menangis karena takut Gera tidak akan kembali,
"Tatak,atu inta aaf(kakak aku minta maaf)" ucap Gera sedikit sedih,
"Kenapa kamu yang minta maaf,seharusnya kakak yang minta maaf karna tidak menjagamu dengan baik, untunglah kau baik baik saja" hati Noah kembali tenang setelah memeluk Gera,
"Uhm!Tadi ada Tatak Tatak ang antu atu(Tadi ada kakak kakak yang bantu aku)" ucap Gera lalu menunjuk ke belakangnya,
"Kakak kakak?" Noah yang bingung menatap kearah yang ditunjukan oleh Gera.Anak laki laki sekitar 11 tahun berkulit putih,berambut biru muda yang cerah sedikit panjang dengan bola mata berwarna jingga berkilau,baju mewah yang agak berantakan,(ganteng bangetT^T) berjalan mendekati Noah dan Gera,
"Siapa dia?" Noah tidak mengenali anak itu dan baru pertama kali melihatnya,
"Ah,lama tidak bertemu Segaf,sudah 4 tahun yaa" ucap Putra Mahkota pada anak itu,
"Saya memberi salam pada Putra Mahkota,semoga Dewa memberkati anda" anak itu membalas sapaan Putra Mahkota dengan formal,
"Noah,dia anak dari Duke Zerkan,Assegaf Trey Zerkan,satu satunya penerus gelar Duke keturunan dari Timur Tengah,Dan ini, Putra Marquess Luxbello", Putra Mahkota mengenalkan mereka berdua,
"Tatak itu ampan(Kakak itu tampan)!" Ucap Gera memuji anak bernama Segaf itu dengan senyum lebar,
"Siapa yang lebih tampan hah?!" Noah tidak terima Gera memuji lelaki lain selain dia,
"Salam kenal Putra Marquess Luxbello" Segaf menyalami Noah dengan senyuman yang sangat berdamage(?)
"Salam kenal juga Putra Duke Zerkan"balas Noah,
'Anak ini..TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU MEREBUT PERHATIAN ADIKKU DARIKU!'
Bersambung..
__ADS_1